Waspada Batuk dan Sesak Tak Kunjung Membaik

Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Jumat, 08 Apr 2022 13:35 WIB
Faktor risiko utama kanker paru adalah merokok. Namun, ada faktor lain sehingga perlu waspada jika batuk atau sesak tak kunjung membaik meski tidak merokok. Sangat penting pasien atau calon melakukan deteksi dini kanker paru, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko. (Foto: Sutopo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mayapada Hospital Surabaya baru-baru ini kedatangan pasien lansia wanita usia 70 tahun. Pasien datang dengan keluhan batuk dan sesak nafas yang tak kunjung membaik tanpa riwayat merokok.

Pasien segera melakukan pemeriksaan yaitu rontgen paru dan CT Scan paru dengan kontras. Dokter Spesialis Paru yang menangani pasien, dr. Bambang Susilo Simon, SpP, FCCP, FAPSR, FISR, menemukan tumor pada paru sebelah kanan serta cairan di rongga selaput pembungkus paru di area tersebut.

Selanjutnya, dokter melakukan tindakan pengambilan cairan dan bronkoskopi (biopsi paru) untuk memastikan status tumor paru tersebut apakah berbahaya atau tidaknya.

Bronkoskopi adalah prosedur yang dilakukan untuk melihat ke dalam organ saluran nafas/bronchus di dalam paru-paru dengan memasukkan alat serupa selang fleksibel dengan lampu dan kamera di ujungnya.

Bronkoskopi digunakan untuk mendapatkan sampel lendir atau jaringan paru untuk biopsi, untuk menghilangkan benda asing atau penyumbatan lain pada saluran paru-paru, atau untuk memberikan terapi pengobatan untuk masalah pada paru-paru.

Hasil biopsi dan CT Scan paru pasien menunjukan diagnosa kanker paru jenis Non-Small Cell Lung Cancer - Adenocarcinoma stadium 4.

Adenocarcinoma paru adalah jenis kanker paru primer yang paling banyak terjadi dan merupakan jenis kanker paru yang paling sering dialami oleh pasien wanita Asia yang tidak merokok.

"Penanganan kanker paru termasuk adenocarcinoma tergantung pada stadium, lokasi kanker, dan kondisi pasien secara keseluruhan," ujar Bambang.

Pada dasarnya, faktor risiko utama dari kanker paru termasuk adenocarcinoma adalah merokok. Selain itu faktor risiko lain adalah riwayat keluarga dengan kanker paru, mutasi gen, serta paparan asap, bahan kimia, dan logam berat.

Gejala kanker paru antara lain batuk yang tak kunjung sembuh, batuk berdarah, sesak nafas, nyeri dada, kesulitan bernafas dan menelan, turun berat badan tanpa sebab yang jelas.

"Pada pasien ini, terapi awal yang dilakukan adalah kemoterapi untuk mencegah semakin menyebarnya sel kanker sambil menunggu hasil pemeriksaan analisa genetik dari sel kanker paru ini, di mana nantinya jenis obat yang digunakan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan ini," tuturnya.

Kanker paru stadium awal biasanya belum menunjukan gejala, sedangkan jika sudah bergejala biasanya kanker yang sudah memasuki stadium lanjut.

Untuk itu, lanjutnya, sangat penting pasien atau calon melakukan deteksi dini kanker paru, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan direkomendasikan mulai usia 40 tahun.

Pemeriksaan dengan LDCT paru atau Low Dose CT Scan paru dapat mendeteksi kanker paru bahkan pada stadium awal dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen paru. Jika terdeteksi sejak dini, maka tingkat keberhasilan terapi tentunya akan semakin tinggi.

Mayapada Hospital Surabaya memiliki Oncology Center yaitu layanan untuk penanganan berbagai jenis kanker yang komprehesif, mulai dari deteksi dini, diagnosa, pembedahan, dan kemoterapi. Hal ini didukung oleh kolaborasi tim dokter dari berbagai spesialisasi serta fasilitas penunjang terkini.

(aor/aor)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER