2 Gejala Long Covid Ditemukan Bertahan hingga 9 Bulan

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mei 2022 10:15 WIB
Studi terbaru menemukan, ada dua gejala long Covid yang bisa bertahan hingga 9 bulan. Ilustrasi. Kelelahan ditemukan sebagai salah satu gejala long Covid yang bertahan hingga 9 bulan. (iStock/Nicola Katie)
Jakarta, CNN Indonesia --

Long Covid-19 menjadi salah satu kondisi yang mengancam para penyintas. Studi terbaru menemukan, ada dua gejala long Covid yang bisa bertahan hingga 9 bulan.

Long Covid sendiri merupakan kondisi yang terjadi pada pasien yang dinyatakan telah sembuh dari Covid-19. Pada kondisi ini, penyintas akan mengalami gejala yang menetap setelah sembuh.

Hingga saat ini, beberapa gejala jangka panjang telah ditemukan. Namun, penelitian masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi gejala-gejala tersebut.


Teranyar, studi yang diterbitkan dalam Journal of Infection menemukan ada beberapa gejala yang bertahan meski pasien telah dinyatakan sembuh. Gejala ini bahkan ditemukan bertahan hingga sembilan bulan.

Melansir Times of India, peneliti melibatkan 465 pasien Covid-19 bergejala berusia di atas 18 tahun. Peserta dinyatakan positif Covid-19 di Verona University Hospital, Italia, selama periode 29 Februari-2 Mei 2020.

Peneliti menemukan, 37 persen peserta memperlihatkan setidaknya empat gejala. Sebanyak 42 persen di antaranya melaporkan gejala yang berlangsung selama lebih dari 28 hari.

Selain itu, ditemukan juga 20 persen pasien masih melaporkan gejala long Covid yang bertahan hingga 9 bulan. Pada momen ini, ada dua gejala klasik yang teramati.

Gejala tersebut di antaranya:
- kelelahan dan napas yang terasa tidak lega;
- tekanan psikologis.

Wide shot young adult asian loneliness sad man sitting on the floor in bedroom leaning on bed and cry. Broken heart despair man sitting on the floor listening music from headphone alone.Ilustrasi. Tingginya tekanan psikologis jadi salah satu gejala long Covid yang bertahan hingga 9 bulan. (iStock/CandyRetriever)

Sebagaimana diketahui, sejumlah penelitian telah menemukan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan kelelahan yang bertahan lama. Ulasan yang diterbitkan dalam Open Forum Infectious Disease menemukan, sebanyak 46 persen pasien melaporkan gejala lelah selama berbulan-bulan setelah dinyatakan sembuh.

Studi baru-baru ini juga menemukan, sesak napas atau napas yang terasa tidak lega juga ditemukan sebagai gejala long Covid yang berlangsung lama. Sekitar 20 persen penyintas mengalaminya hingga sembilan bulan setelah pemulihan.

Selain itu, tekanan psikologis juga ditemukan sebagai gejala long Covid yang bertahan 9 bulan. Penelitian mencatat bahwa sebanyak 19 persen pasien melaporkan tekanan psikologis hingga bulan kesembilan.

(tim/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER