Hepatitis akut misterius tengah menjadi perhatian masyarakat. Sama seperti kasus awal Covid-19 pada 2 tahun lalu, informasi terkait hepatitis akut masih terbilang minim.
Aneka dugaan pun beredar termasuk kaitan vaksin Covid-19 dengan hepatitis akut.
Ternyata dugaan ini muncul sebab beberapa vaksin Covid-19 berasal dari adenovirus. Namun Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Anggraini Alam menjelaskan adenovirus penyebab hepatitis akut dan adenovirus pada vaksin Covid-19 itu berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beda adenovirus penyebab hepatitis akut misterius dan adenovirus pada vaksin Covid-19.
Adenovirus penyebab hepatitis akut misterius
Sejauh ini, para ahli menduga adenovirus adalah pemicu penyakit hepatitis akut misterius. Adenovirus yang dimaksud adalah adenovirus tipe 41. Jenis ini berbeda dengan jenis adenovirus pada vaksin Covid-19.
Dari Morbidity and Mortality Weekly report yang dirilis CDC pada April lalu, adenovirus tipe 41 ditemukan pada pasien anak yang dirawat akibat hepatitis berat di Alabama, AS.
Sebanyak 9 pasien diperiksa dengan hasil negatif virus hepatitis A, B, C, dan beberapa penyebab hepatitis anak termasuk hepatitis autoimun, infeksi saluran kemih dan SARS-CoV-2. Kemudian dari lima sampel dari lima pasien ditemukan adenovirus tipe 41.
Adenovirus tipe 41 menyebar lewat rute fekal-oral (tinja ke mulut) dan terutama mempengaruhi usus. Umumnya jenis virus ini menimbulkan gastroenteritis akut pediatri seperti diare, muntah, demam dan kadang disertai gejala pernapasan.
Laporan menyimpulkan adenovirus diakui sebagai penyebab hepatitis pada anak-anak dengan gangguan kekebalan. Virus pun kemungkinan jadi kontributor cedera hati misterius pada anak-anak sehat.
Adenovirus pada vaksin Covid-19
Foto: iStockphoto/Imgorthand
Adenovirus pada vaksin Covid-19
Beberapa jenama vaksin Covid-19 termasuk Johnson & Johnson dan AstraZeneca menggunakan adenovirus sebagai bahan pembuatan vaksin. Vaksin ini termasuk tipe vaksin vektor virus.
"Benar adenovirus, tapi bukan yang 41. Oleh karena itu sudah disimpulkan hepatitis ini tidak ada hubungannya dengan vaksin Covid-19," kata Anggraini beberapa waktu lalu.
Vaksin vektor virus menggunakan versi modifikasi virus yang berbeda dengan virus yang jadi target vaksin. Dilansir dari laman CDC, virus yang dimodifikasi ini disebut virus vektor yang akan mengirim instruksi tertentu buat sel tubuh.
Meski menggunakan virus lain untuk bahan vaksin, virus vektor tidak akan menimbulkan penyakit.
Kemudian ini semakin diperjelas dengan temuan bahwa pasien hepatitis akut sebagian belum divaksin. Dia berkata sebanyak 75 persen pasien hepatitis akut di Inggris adalah balita dan belum divaksin.