Pup Kuno Bongkar Kebiasaan Makan Pembangun Stonehenge: Ada Cacing

tim | CNN Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 18:30 WIB
Kotoran kuno yang ditemukan di situs desa prasejarah dekat Stonehenge mengungkapkan bahwa pembangun situs tersebut berpesta dengan organ dalam ternak. Kotoran kuno yang ditemukan di situs desa prasejarah dekat Stonehenge mengungkapkan bahwa pembangun situs tersebut berpesta dengan organ dalam ternak. (AFP/ADRIAN DENNIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sudah bukan rahasia kalau pup atau kotoran atau feses bisa 'bicara' soal 'kehidupan' Anda saat itu. Apa yang Anda makan sampai penyakit yang dimiliki.

Hal ini juga yang terjadi pada penemuan fosil pup kuno di situs Stonehenge. Kotoran kuno yang ditemukan di situs desa prasejarah dekat Stonehenge mengungkapkan bahwa penduduk pemukiman - yang mungkin menjadi pembangun lingkaran batu, mereka berpesta dengan organ dalam ternak.

Mengutip CNN, beberapa potongan kotoran fosil, yang oleh para ilmuwan disebut koprolit, digali dari tumpukan sampah di pemukiman yang dikenal sebagai Tembok Durrington, hanya 1,7 mil (2,8 kilometer) dari Stonehenge. Lima buah fosil pup kuno -- dari satu manusia dan empat anjing -- ditemukan mengandung telur cacing parasit. Penelitian ini diterbitkan Kamis di jurnal Parasitology.


Kotoran manusia dan tiga koprolit anjing berisi telur cacing capillariid, yang sebagian diidentifikasi dari bentuknya yang menyerupai buah lemon. Cacing jenis ini menunjukkan bahwa orang tersebut telah memakan paru-paru atau hati mentah atau setengah matang dari hewan yang sudah terinfeksi. Hal ini akan mengakibatkan telur parasit langsung melewati sistem pencernaan, menurut sebuah studi baru tentang fosil.

Cacing capillariid menginfeksi sapi dan ruminansia lainnya, menunjukkan bahwa memakan sapi adalah sumber parasit yang paling mungkin. Salah satu kotoran anjing berisi telur cacing pita ikan, yang menunjukkan bahwa ia terinfeksi karena memakan ikan air tawar mentah.

"Bukti baru ini memberi tahu kita sesuatu yang baru tentang orang-orang yang datang ke sini untuk pesta musim dingin selama pembangunan Stonehenge," kata rekan penulis studi Mike Parker Pearson, seorang profesor di Institut Arkeologi Universitas College London dan pemimpin proyek penelitian The Stones of Stonehenge.

"Daging babi dan sapi dipanggang atau direbus dalam pot tanah liat tapi sepertinya jeroan tidak selalu dimasak dengan baik."

(chs/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER