Renungan Katolik 11 Juni 2022: Melayani Tanpa Berharap Imbalan
CNN Indonesia
Sabtu, 11 Jun 2022 04:41 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Renungan harian Katolik hari ini bicara bahwa melayani sejatinya dilakukan tanpa harus berharap imbalan. (iStockphoto/sedmak)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tanggal 11 Juni setiap tahunnya merupakan peringatan wajib Santo Barnabas Rasul. Meski bukan murid Yesus, namun dalam kitab Kisah Para Rasul, Lukas menyebutnya sebagai rasul.
Renungan harian Katolik hari ini bicara soal bahwa melayani sejatinya dilakukan tanpa berharap imbalan. Kita dibawa pada kelembutan hati dan cinta Barnabas terhadap Yesus. Barnabas mau memberikan dirinya untuk tugas perutusan.
Dalam bacaan Injil Matius, Yesus mengingatkan kita bahwa menjalankan tugas pelayanan hendaknya tidak mengharapkan imbalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan I
Kisah Para Rasul 11: 21b-26; 13: 1-3
Pada perkembangan awal umat beriman, di Antiokhia sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem.
Lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan.
Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus. Setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, Lukius orang Kirene, Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
Pada suatu hari, ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus, "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
Demikianlah sabda Tuhan U: Syukur kepada Allah.
Injil
Matius 10: 7-13
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang-orang sakit, bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan! Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula!
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salah kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya; jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus.
Sebuah unggahan di media sosial berbunyi, 'Hubungan itu sifatnya transaksional'. Kalimat ini terdengar seperti prinsip dalam ekonomi, bahwa apa yang didapatkan akan sesuai dengan apa yang diberikan.
Akan tetapi, hal ini tak berlaku buat Barnabas. Ia menerima tugas perutusan dari Tuhan seperti Paulus.
Seperti dikutip dari laman Katakombe, segera setelah menjadi orang Kristen, Barnabas menjual segala harta miliknya dan uangnya dibagikan pada para rasul.
Tugasnya pun tidak main-main. Ia diutus untuk mewartakan Injil di Antiokhia, kota terbesar ketiga di wilayah Kerajaan Romawi.
Untuk tugas sebesar ini, tentu Barnabas layak mendapatkan timbal balik setimpal. Barangkali di masa sekarang, Barnabas layak memperoleh kenaikan jabatan, gaji dan tunjangan untuk menyokong kebutuhannya di Antiokhia, serta mungkin juga tim kerja yang solid.
Namun, apa yang terjadi? Secara kasat mata, Barnabas malah seolah tidak punya apa-apa. Betapa tidak, seluruh hartanya sudah dijual.
Namun, Tuhan mengurapi dia dengan Roh Kudus sehingga tugas ini dijalankan dengan penuh sukacita.
Ia juga dibantu Paulus untuk menjalankan tugas perutusan ini.
"Khususkanlah Barnabas dan Paulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
Masih bicara soal tugas perutusan, Yesus menguatkan kita yang ditunjukkan dalam Injil Matius. Bacaan Injil dalam renungan harian Katolik hari ini tidak fokus pada apa yang bakal kita dapatkan.
Yesus mengajak kita untuk fokus dengan apa yang kita lakukan. Dia menjelaskan dengan detail pada para murid, mulai dari tugas memberitakan Kerajaan Surga, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, sampai perihal apa yang tidak boleh dibawa.
Apa Yesus memberikan iming-iming upah atau sesuatu yang besar agar para murid patuh akan tugas? Tidak.
Justru Ia berkata, "Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula!"
Melayani jelas bukan sesuatu yang sifatnya transaksional, apalagi melayani dalam nama-Nya.
Namun, kita tak perlu khawatir. Saat kita mengerjakan apa yang jadi porsi kita, Tuhan akan mengerjakan porsi-Nya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tanggal 11 Juni setiap tahunnya merupakan peringatan wajib Santo Barnabas Rasul. Meski bukan murid Yesus, namun dalam kitab Kisah Para Rasul, Lukas menyebutnya sebagai rasul.
Renungan harian Katolik hari ini bicara soal bahwa melayani sejatinya dilakukan tanpa berharap imbalan. Kita dibawa pada kelembutan hati dan cinta Barnabas terhadap Yesus. Barnabas mau memberikan dirinya untuk tugas perutusan.
Dalam bacaan Injil Matius, Yesus mengingatkan kita bahwa menjalankan tugas pelayanan hendaknya tidak mengharapkan imbalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan I
Kisah Para Rasul 11: 21b-26; 13: 1-3
Pada perkembangan awal umat beriman, di Antiokhia sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem.
Lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan.
Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus. Setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, Lukius orang Kirene, Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
Pada suatu hari, ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus, "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
Demikianlah sabda Tuhan U: Syukur kepada Allah.
Injil
Matius 10: 7-13
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang-orang sakit, bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan! Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula!
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salah kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya; jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik Hari Ini: Melayani Tanpa Berharap Imbalan
Ilustrasi. Renungan harian Katolik hari ini bicara bahwa melayani sejatinya dilakukan tanpa harus berharap imbalan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Sebuah unggahan di media sosial berbunyi, 'Hubungan itu sifatnya transaksional'. Kalimat ini terdengar seperti prinsip dalam ekonomi, bahwa apa yang didapatkan akan sesuai dengan apa yang diberikan.
Akan tetapi, hal ini tak berlaku buat Barnabas. Ia menerima tugas perutusan dari Tuhan seperti Paulus.
Seperti dikutip dari laman Katakombe, segera setelah menjadi orang Kristen, Barnabas menjual segala harta miliknya dan uangnya dibagikan pada para rasul.
Tugasnya pun tidak main-main. Ia diutus untuk mewartakan Injil di Antiokhia, kota terbesar ketiga di wilayah Kerajaan Romawi.
Untuk tugas sebesar ini, tentu Barnabas layak mendapatkan timbal balik setimpal. Barangkali di masa sekarang, Barnabas layak memperoleh kenaikan jabatan, gaji dan tunjangan untuk menyokong kebutuhannya di Antiokhia, serta mungkin juga tim kerja yang solid.
Namun, apa yang terjadi? Secara kasat mata, Barnabas malah seolah tidak punya apa-apa. Betapa tidak, seluruh hartanya sudah dijual.
Namun, Tuhan mengurapi dia dengan Roh Kudus sehingga tugas ini dijalankan dengan penuh sukacita.
Ia juga dibantu Paulus untuk menjalankan tugas perutusan ini.
"Khususkanlah Barnabas dan Paulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
Masih bicara soal tugas perutusan, Yesus menguatkan kita yang ditunjukkan dalam Injil Matius. Bacaan Injil dalam renungan harian Katolik hari ini tidak fokus pada apa yang bakal kita dapatkan.
Yesus mengajak kita untuk fokus dengan apa yang kita lakukan. Dia menjelaskan dengan detail pada para murid, mulai dari tugas memberitakan Kerajaan Surga, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, sampai perihal apa yang tidak boleh dibawa.
Apa Yesus memberikan iming-iming upah atau sesuatu yang besar agar para murid patuh akan tugas? Tidak.
Justru Ia berkata, "Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula!"
Melayani jelas bukan sesuatu yang sifatnya transaksional, apalagi melayani dalam nama-Nya.
Namun, kita tak perlu khawatir. Saat kita mengerjakan apa yang jadi porsi kita, Tuhan akan mengerjakan porsi-Nya.