Jakarta, CNN Indonesia -- Hipertiroid jadi salah satu penyakit yang cukup banyak dialami orang. Ada beberapa pengobatan hipertiroid yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit.
Hipertiroid terjadi saat kelenjar tiroid terlalu aktif. Dalam kondisi tersebut, kelenjar akan banyak menghasilkan hormon tiroksin.
Kelenjar tiroid sendiri terletak di tenggorokan. Kelenjar ini bertanggung jawab untuk memproduksi sejumlah hormon penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak kasus hipertiroid disebabkan oleh kanker tenggorokan, penyakit Graves, kelebihan yodium, dan beberapa kondisi lainnya.
Melansir laman Mayo Clinic, hipertiroid dapat mempercepat metabolisme tubuh, memicu penurunan berat badan yang tak terencana, hingga membuat detak jantung jadi cepat atau tidak teratur.
Gejala Hipertiroid
Gejala hipertiroid sepintas akan mirip dengan beberapa penyakit lain. Hal ini sering kali membuat dokter kesulitan dalam menentukan diagnosis. Berikut beberapa gejalanya.
- penurunan berat badan tak terencana;
- detak jantung cepat atau lebih dari 100 bpm;
- detak jantung tidak teratur;
- jantung berdebar-debar;
- nafsu makan meningkat;
- kecemasan;
- tremor;
- berkeringat;
- perubahan pola menstruasi;
- lebih peka terhadap panas;
- buang air besar lebih sering;
- gondok atau pembengkakan di pangkal leher;
- kelelahan;
- sulit tidur;
- rambut rapuh.
Pengobatan Hipertiroid
 Ilustrasi. Ada beberapa jenis pengobatan hipertiroid. (iStock/Vasil Dimitrov) |
Untuk mendiagnosis hipertiroid, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik hingga tes darah. Setelah diagnosis didapat, dokter akan menyarankan beberapa jenis pengobatan. Berikut di antaranya.
1. Terapi iodine radioaktif
Terapi ini cukup umum dilakukan untuk pengidap hipertiroid. Terapi ini dapat memperlambat aktivitas tiroid yang cukup aktif.
2. Obat anti-tiroid
Obat hipertiroid selanjutnya adalah dengan meminum sejumlah obat yang diresepkan. Diantaranya methimazole dan propylithiouracil.
Dengan obat ini, gejala biasanya mulai membaik dalam beberapa pekan atau bulan. Namun, pengobatan jenis ini biasanya akan berlangsung lebih lama.
Hanya saja, Anda tetap perlu berhati-hati. Pasalnya, kedua obat tersebut bisa menyebabkan kerusakan hati yang serius.
Sejumlah orang juga alergi terhadap kedua jenis obat tersebut. Gejala yang muncul biasanya berupa ruam kulit, gatal, demam, atau nyeri sendi.
Simak pengobatan hipertiroid lainnya di halaman berikutnya..
Jenis Pengobatan untuk Hipertiroid, Konsumsi Obat hingga Operasi
Ilustrasi. Ada beberapa jenis pengobatan hipertiroid. (iStockphoto/SARINYAPINNGAM)
3. Beta blocker
Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Namun demikian, obat ini mampu meredakan gejala hipertiroid seperti tremor, detak jantung cepat, dan palpitasi.
Dokter biasanya akan meresepkan obat tersebut untuk membantu Anda merasa lebih baik hingga kadar tiroid mendekati normal.
Namun, obat beta blocker umumnya tak direkomendasikan untuk orang yang memiliki asma.
4. Operasi (tiroidektomi)
Jika sedang hamil atau tak ingin menjalani pengobatan medis dan terapi iodine radioaktif, pasien biasanya akan disarankan untuk menjalani prosedur operasi.
Dalam prosedur ini, dokter akan mengangkat sebagian besar kelenjar tiroid.
Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah bahwa operasi ini bisa memicu kerusakan pada pita suara dan kelenjar paratiroid yang membantu mengontrol tingkat kalsium dalam darah.
Selain itu, operasi ini juga membuat pasien harus menjalani pengobatan seumur hidup dengan levothyroxine. Obat ini bertugas sebagai pemasok hormon tiroid dalam tubuh.
Tak hanya itu, Anda juga akan memerlukan obat untuk menjaga kadar kalsium darah tetap normal setelah menjalani operasi ini.
Untuk mendapatkan pengobatan hipertiroid yang tepat, Anda perlu berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter.