Berani Makan Gaebul, Camilan Ikan Penis Mentah ala Korea?

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 05:40 WIB
Ikan penis sebenarnya bukan jenis ikan laut yang berbahaya, bahkan makhluk yang termasuk spesies Urechis caupo ini juga bisa dimakan. Ikan penis sebenarnya bukan jenis ikan laut yang berbahaya, bahkan makhluk yang masuk dalam spesies Urechis caupo ini juga bisa dimakan.( iStockphoto/GEOLEE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pada 2019 lalu, warga pesisir Pantai Drakes, California, Amerika Serikat digemparkan dengan kemunculan ribuan 'ikan penis' yang terdampar di pesisir pantai itu.

Ikan ini dinamakan seperti alat kelamin pria ini lantaran bentuknya yang kecil namun panjang mirip penis ini. Namun apa sebenarnya ikan penis ini? 

Ikan penis sebenarnya bukan jenis ikan laut yang berbahaya, bahkan makhluk yang masuk dalam spesies Urechis caupo ini juga bisa dimakan. Makhluk merah muda montok itu terlihat menyerupai sosis.


Jika tak akrab dengan ikan penis, Anda pasti pernah dengan nama cacing sendok. Tak dimungkiri, cacing sendok ini memang punya bentuk yang mirip penis sehingga dikenal dengan nama ikan penis.

Di Korea Selatan ikan penis yang dikenal dengan nama gaebul ini kerap dikonsumsi mentah, cukup diberi cocolan sejenis sambal sebagai pelengkap.

Bentuknya yang menyerupai alat kelamin laki-laki memang cukup membuat orang tidak berselera, padahal menurut sejumlah orang Korea Selatan hewan ini sangat lezat bahkan cukup populer di seluruh negeri.

Menikmati ikan penis di Korea Selatan

Gaebul atau 'ikan penis' adalah camilan tradisional yang cukup populer di Korea Selatan. Tampilannya sangat mirip dengan alat kelamin pria dengan warna merah muda hingga kecoklatan.

Ikan ini juga pada dasarnya bukan ikan, dia termasuk dalam golongan cacing sendok laut yang banyak ditemukan di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, hingga China.

Orang Korea biasanya menyajikan ikan penis dalam keadaan mentah dengan pelengkap saus gurih yang terbuat dari minyak wijen dan garam atau saus pedas yang dibuat dengan cuka dan gochujang.

Mengutip Korea Herald, di Korea, gaebul sering dipotong dan dimakan mentah. Itu dinikmati dengan makhluk laut lainnya yang biasanya disajikan bersama ikan mentah.

Saat akan dipotong kecil, cacing itu menyemburkan darah merah. Setelah usus dan setiap ujungnya diangkat, ukuran gaebul berkurang secara signifikan.

Bahkan setelah dipotong dan dicincang, potongan gaebul masih menggeliat di piring saji. Tubuh ikan penis ini penuh dengan lendir, maka bakal jadi tantangan tersendiri jika menyantapnya dengan sumpit. 

Ikan penisFoto: Jerry Kirkhart via Wikimedia Commons (CC-BY.2.0)
Ikan penis

Sebelum menyajikan satu porsi ikan penis mentah, Anda juga perlu membersihkan bagian dalam perutnya terlebih dahulu hingga semuanya benar-benar bersih, baru setelah itu ikan penis bisa dipotong-potong kecil sesuai selera.

Bicara soal rasa, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, ikan penis memiliki tekstur yang kenyal dan untuk rasa cukup netral dengan sedikit rasa asin dan amis. Cita rasa dan teksturnya dianggap mirip dengan kerang.

Saat dikunyah ada rasa manis yang mengejutkan, terutama saat baru dibilas dengan air laut atau air asin. Orang Korea percaya rasa manis ikan penis ini justru hilang di restoran yang menggunakan air keran dalam proses pembersihannya.

Dulu gaebul dianggap mirip dengan alat kelamin anjing, sehingga makhluk itu dinamai dari kata-kata Korea tersebut, gaebul. Ikan penis ini juga dianggap sebagai afrosidiak alias peningkat gairah seksual. 

(tst/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER