Viral Pria Terkena Herpes Zoster, Simak Bedanya dengan Jerawat

CNN Indonesia
Jumat, 01 Jul 2022 11:02 WIB
Sebuah video viral soal pria terkena herpes zoster, yang semula diduga jerawat biasa. Agar tak tertukar, Anda perlu memahami beda benjolan jerawat dan herpes. Ilustrasi. Sebuah video viral soal pria terkena herpes zoster, yang semula diduga jerawat biasa. (iStockphoto/Elitsa Deykova)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video di TikTok viral tentang seorang pria terkena herpes zoster yang semula dikira hanya jerawat biasa.

Pria asal Jakarta Selatan itu menceritakan pengalamannya melalui akun media sosial TikTok miliknya @cimolkentang, sebagaimana diberitakan Detik Health.

Benjolan herpes zoster yang dikira jerawat itu muncul di wajah dan merembet hingga ke kelopak mata. Benjolan itu juga berisi lentingan air.

Lantaran curiga, dia langsung berkonsultasi dan berobat ke dokter.

Hasilnya, dokter mendiagnosisnya mengalami infeksi virus herpes zoster, bukan jerawat seperti yang diduga sebelumnya.

"Awalnya ngira ini jerawat biasa, tapi setelah dilihat-lihat, kok, beda jerawatnya, isinya lenting air dan pada akhirnya gue berobat," tutur pria bernama Setya itu.

Saat diagnosis, dokter juga menyebut kemungkinan asal virus tersebut hingga bisa menulari Setya. Bisa saja dia tertular setelah menggunakan barang yang sama dengan orang lain seperti handuk atau baju.

Benjolan pada video viral pria terkena herpes zoster itu memang terlihat mirip jerawat.

Oleh karena itu, Anda harus waspada dan mengetahui beda jerawat biasa dengan herpes zoster agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Mengutip Everyday Health, virus herpes zoster biasanya menyebabkan ruam dan lepuh yang menyakitkan. Kondisi ini akan menyerupai banyak masalah kulit lainnya seperti psoriasis, eksim, dan gatal-gatal.

Namun begitu, ada beberapa tanda ruam yang cenderung mengarah ke herpes zoster daripada yang lainnya.

1. Herpes zoster

ilustrasi herpesIlustrasi. Sebuah video viral soal pria terkena herpes zoster. (iStockphoto/jarun011)

Herpes zoster biasanya dialami oleh orang yang pernah menderita cacar air. Penyakit ini terjadi ketika virus cacar air (Varicella zoster) kembali aktif setelah tertidur di dalam tubuh.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa 1 dari 3 orang di Amerika Serikat akan terkena herpes zoster dalam hidup mereka. Sementara risiko terkena herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia.

Tanda dan gejala herpes zoster

Berbeda dengan cacar air, ruam herpes zoster biasanya terjadi di satu sisi tubuh atau wajah. Gejala awal herpes zoster biasanya muncul berupa nyeri, gatal, atau kesemutan di area yang nantinya munculnya ruam.

Beberapa hari kemudian, benjolan ruam pecah dan mengeluarkan cairan seperti cacar air. Lepuh biasanya berkeropeng dalam 7-10 hari. Luka biasanya akan hilang dalam 2-4 pekan.

Tanda dan gejala herpes zoster lainnya termasuk:

- panas dingin;
- demam;
- sakit kepala;
- sakit perut;
- kehilangan penglihatan.

2. Jerawat

Mengutip Mayo Clinic, jerawat merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini menyebabkan whiteheads, komedo, atau jerawat.

Tanda-tanda jerawat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Berikut tanda-tandanya agar tidak tertukar dengan herpes zoster :

- benjolan kecil berwarna merah dan lunak (papula);
- jerawat (pustula), yaitu papula dengan nanah di ujungnya;
- benjolan besar, padat, nyeri di bawah kulit (nodul);
- benjolan berisi nanah yang menyakitkan di bawah kulit (lesi kistik);
- jerawat biasanya muncul di wajah, dahi, dada, punggung atas dan bahu.

(tst/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER