4 Negara yang Lebih Dulu Punya Fenomena 'Citayam Fashion Week'
CNN Indonesia
Sabtu, 30 Jul 2022 16:22 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Beberapa negara di dunia sebelumnya juga pernah memiliki fenomena yang mirip dengan Citayam Fashion Week. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Fenomena Citayam Fashion Weekmenyita perhatian masyarakat luas, terutama di media sosial.
Anak-anak muda sub-urban memanfaatkan ruang terbuka di kawasan Dukuh Atas-Sudirman, Jakarta, untuk nongkrong, mejeng, hingga bergaya dengan busana nyentrik dan unik.
Para remaja itu berasal dari daerah-daerah penyangga Jakarta seperti, Citayam, Bojong Gede, dan Depok. Zebra cross Dukuh Atas mereka jadikan panggung catwalk dan bergaya bak model di Citayam Fashion Week.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat pun kemudian berbondong-bondong ke Dukuh Atas-Sudirman demi menyaksikan dan ikut beraksi di Citayam Fashion Week bak model. Fenomena street fashion ini tentu memicu pro dan kontra di masyarakat, ada yang mendukung, ada pula yang protes karena dinilai mengganggu lalu lintas.
Tapi, sebenarnya fenomena street fashion ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara di dunia sebelumnya juga pernah memiliki fenomena yang mirip dengan Citayam Fashion Week. Berikut 4 di antaranya seperti dirangkum berbagai sumber.
Foto: Starcevic/thinkstockphotos Takeshita Dori, Harajuku, Tokyo,
Ketika baru viral, Citayam Fashion Week sempat dianggap mirip fenomena Harajuku di Jepang. Harajuku merupakan distrik di Shibuya, Tokyo, tempat anak-anak muda berkumpul sambil mengenakan pakaian yang nyentrik dan orisinil.
Kebanyakan para remaja di Harajuku berbusana dengan warna mencolok, ditambah gaya rambut yang tak kalah unik. Pada tahun 2000-an, street fashion Harajuku menjadi lebih terkenal, karena menjadi inspirasi artis Amerika Serikat seperti Lady Gaga dan Nicki Minaj.
Kini, Harajuku menjadi salah satu lokasi tujuan wisatawan. Di beberapa jalan di sekitarnya, banyak toko-toko yang menjual pakaian serta pernak-pernik untuk melengkapi kebutuhan street fashion anak-anak muda tersebut.
Hongdae dikenal sebagai wilayah dengan anak-anak muda dan eksentrik dan unik. Hongdae berada di Seoul, Korea Selatan, di mana sebenarnya itu adalah akronim dari Hongik Daehakyeo (Universitas Hongik).
Daerah Hongdae terus berkembang sebagai tempat berkumpul kaum muda yang tertarik dengan seni dan fesyen.
Tidak sedikit juga yang menyebut Hongdae sebagai Harajuku versi Korea. Di lokasi itu juga banyak toko-toko pakaian murah tapi dengan model terkini yang disukai mahasiswa.
Hongdae Playground menjadi tempat memamerkan karya-karya para kreator muda. Musisi-musisi jalanan atau indie juga sering mampir untuk menghibur para kaum muda di sana. Anak-anak muda yang datang juga biasanya berbusana kekinian dan nyentrik.
3. Camden Town'
Foto: istockphoto/VV Shots Camden
Bermula dari lokasi yang dipadati toko-toko retail, tempat hiburan dan pariwisata, Camden Town yang merupakan salah satu distrik di London banyak didatangi anak-anak muda.
Lokasi Camden Town berada di London barat laut. Anak-anak muda London kerap menyambangi wilayah ini untuk mencari busana dan pernak-pernik yang sedang tren. Kebetulan, kiblat fesyen anak-anak muda Inggris saat itu adalah gothic, punk, dan steampunk.
Di Camden Town banyak menjual barang dan perlengkapan untuk eksperimen kaum muda Inggris dalam bergaya. Kini, Camden Town dianggap sebagai pusat budaya alternatif di London.
4. Taikoo Lin
Foto: istockphoto/Julien Viry Taikoo Lin
Aura fesyen di Taikoo Lin, Chengdu, di China sudah begitu kental. Hal itu tak terlepas dari banyaknya toko-toko pakaian dengan model terkini yang berada di kawasan Taikoo Lin.
Anak-anak muda yang doyan dengan kehidupan malam juga banyak menghabiskan waktu di Taikoo Lin. Hal ini membuat orang-orang yang beredar di kawasan ini pun memakai busana-busana yang begitu fashionable.
Di Chengdu, budaya mode dan konsumsi fesyen begitu tumbuh, khususnya di kalangan anak-anak muda. Bahkan, kawasan ini sempat viral di media sosial lewat tagar #ChineseStreetFashion.
Jakarta, CNN Indonesia --
Fenomena Citayam Fashion Weekmenyita perhatian masyarakat luas, terutama di media sosial.
Anak-anak muda sub-urban memanfaatkan ruang terbuka di kawasan Dukuh Atas-Sudirman, Jakarta, untuk nongkrong, mejeng, hingga bergaya dengan busana nyentrik dan unik.
Para remaja itu berasal dari daerah-daerah penyangga Jakarta seperti, Citayam, Bojong Gede, dan Depok. Zebra cross Dukuh Atas mereka jadikan panggung catwalk dan bergaya bak model di Citayam Fashion Week.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat pun kemudian berbondong-bondong ke Dukuh Atas-Sudirman demi menyaksikan dan ikut beraksi di Citayam Fashion Week bak model. Fenomena street fashion ini tentu memicu pro dan kontra di masyarakat, ada yang mendukung, ada pula yang protes karena dinilai mengganggu lalu lintas.
Tapi, sebenarnya fenomena street fashion ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara di dunia sebelumnya juga pernah memiliki fenomena yang mirip dengan Citayam Fashion Week. Berikut 4 di antaranya seperti dirangkum berbagai sumber.
Foto: Starcevic/thinkstockphotos Takeshita Dori, Harajuku, Tokyo,
Ketika baru viral, Citayam Fashion Week sempat dianggap mirip fenomena Harajuku di Jepang. Harajuku merupakan distrik di Shibuya, Tokyo, tempat anak-anak muda berkumpul sambil mengenakan pakaian yang nyentrik dan orisinil.
Kebanyakan para remaja di Harajuku berbusana dengan warna mencolok, ditambah gaya rambut yang tak kalah unik. Pada tahun 2000-an, street fashion Harajuku menjadi lebih terkenal, karena menjadi inspirasi artis Amerika Serikat seperti Lady Gaga dan Nicki Minaj.
Kini, Harajuku menjadi salah satu lokasi tujuan wisatawan. Di beberapa jalan di sekitarnya, banyak toko-toko yang menjual pakaian serta pernak-pernik untuk melengkapi kebutuhan street fashion anak-anak muda tersebut.
Hongdae dikenal sebagai wilayah dengan anak-anak muda dan eksentrik dan unik. Hongdae berada di Seoul, Korea Selatan, di mana sebenarnya itu adalah akronim dari Hongik Daehakyeo (Universitas Hongik).
Daerah Hongdae terus berkembang sebagai tempat berkumpul kaum muda yang tertarik dengan seni dan fesyen.
Tidak sedikit juga yang menyebut Hongdae sebagai Harajuku versi Korea. Di lokasi itu juga banyak toko-toko pakaian murah tapi dengan model terkini yang disukai mahasiswa.
Hongdae Playground menjadi tempat memamerkan karya-karya para kreator muda. Musisi-musisi jalanan atau indie juga sering mampir untuk menghibur para kaum muda di sana. Anak-anak muda yang datang juga biasanya berbusana kekinian dan nyentrik.
4 Negara Ini Lebih Dulu Punya Fenomena Mirip Citayam Fashion Week
Foto: (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
3. Camden Town'
Foto: istockphoto/VV Shots Camden
Bermula dari lokasi yang dipadati toko-toko retail, tempat hiburan dan pariwisata, Camden Town yang merupakan salah satu distrik di London banyak didatangi anak-anak muda.
Lokasi Camden Town berada di London barat laut. Anak-anak muda London kerap menyambangi wilayah ini untuk mencari busana dan pernak-pernik yang sedang tren. Kebetulan, kiblat fesyen anak-anak muda Inggris saat itu adalah gothic, punk, dan steampunk.
Di Camden Town banyak menjual barang dan perlengkapan untuk eksperimen kaum muda Inggris dalam bergaya. Kini, Camden Town dianggap sebagai pusat budaya alternatif di London.
4. Taikoo Lin
Foto: istockphoto/Julien Viry Taikoo Lin
Aura fesyen di Taikoo Lin, Chengdu, di China sudah begitu kental. Hal itu tak terlepas dari banyaknya toko-toko pakaian dengan model terkini yang berada di kawasan Taikoo Lin.
Anak-anak muda yang doyan dengan kehidupan malam juga banyak menghabiskan waktu di Taikoo Lin. Hal ini membuat orang-orang yang beredar di kawasan ini pun memakai busana-busana yang begitu fashionable.
Di Chengdu, budaya mode dan konsumsi fesyen begitu tumbuh, khususnya di kalangan anak-anak muda. Bahkan, kawasan ini sempat viral di media sosial lewat tagar #ChineseStreetFashion.