Indonesia memiliki banyak pantai dengan keindahan alam yang menakjubkan. Bukan rahasia lagi jika sejumlah pantai di Indonesia menjadi spot surfing bagi peselancar-peselancar luar negeri.
Bahkan, Indonesia punya banyak lokasi pantai yang layak untuk digunakan surfing kelas dunia, karena spot yang menantang untuk ditaklukkan bagi para peselancar mancanegara.
Ombak-ombak di beberapa pantai Indonesia menjadi daya tarik tersendiri untuk banyak peselancar dunia. Untuk alasan ini, Indonesia kerap masuk dalam kalender utama kejuaraan surfing internasional. Lalu, mana saja pantai yang menjadi spot kelas dunia untuk surfing?
Berikut daftarnya seperti dilansir situs Kemenparekraf.
Pulau Nihiwatu, Sumba Barat
Pulau Nihiwatu, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, memiliki perpaduan alam cantik, budaya unik, penduduk lokal yang ramah, serta spot surfing menantang. Menurut para peselancar, sensasi surfing di Pulau Nihiwatu benar-benar mengesankan.
Pulau ini juga dijuluki Left God Waves karena ketinggian gulungan ombak yang menantang bagi para peselansar. Ombak terbaik di Pulau Nihiwatu biasaja terjadi saat Juli-Agustus.
Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat
Suasana berwisata di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. (Foto: CNN Indonesia/Adi Prima)
Setidaknya ada sekitar 400 spot surfing di Kepulauan Mentawai. Tidak heran, Kepulauan Mentawai disebut sebagai surganya para peselancar dunia.
Spot surfing terbaik dan kelas dunia di Kepulauan Mentawai terletak di Pulau Sipora, yang mampu masuk 20 spot surfing terbaik dunia versi CNN Travel. Ombak di Pulau Sipora dikenal konsisten dengan tinggi mencapai 7 meter.
Waktu terbaik untuk surfing di Pulau Sipora adalah pada April sampai Oktober, di mana tingginya gelombang ombak seolah membentuk terowongan, yang bagi para peselancar jadi momen menantang.
Pantai Sorake, Nias
Peselancar beraksi di spot surfing Pulau Nias, Sumut. (Foto: AFP PHOTO / JEWEL SAMAD)
Nias, Sumatera Utara memiliki beberapa area untuk surfing, namun yang terbaik berada di Panta Sorake. Pada 23-29 Juni 2022, Pantai Sorake menjadi tuan rumah ajang World Surf League (WSL) Nias Pro 2022.
Di ajang itu, para peselancar kelas dunia turun untuk bertanding menantang ombak Pantai Sorake yang tinggi gelombangnya mencapai 5 meter. Uniknya, gulungan ombak Pantai Sorake bisa nyaris sampai bibir pantai atau sekitar hingga 200 meter, sebuah fenomena yang jarang terjadi di pantai lain.
Pantai Tanjung Setia, Lampung
Surfer beraksi di Pantai Tanjung Setia, Lampung. (Foto: Istockphoto/Eriz Razak)
Pantai Tanjung Setia, Lampung masuk dalam kalender World Sufr League 2022. Event surfing internasional itu berlangsung pada 11.-17 Juni 2022, dan menghadirkan para peselancar papan atas mancanegara.
Pantai ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, dan punya waktu terbaik untuk berselanar pada Juni sampai Agustus. Ombak di pantai ini bisa mencapai 6-7 meter, dengan interval ombak yang begitu panjang yakni hingga 200 meter.
Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur
Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur memiliki keunikan yaitu ombaknya yang dapat memanjang sampai 300 meter. Ombak di Pulau Rote juga bisa mencapai tinggi 4,5 meter.
Para peselancar menyebut Nusa Tenggara Timur sebagai T-Land, yang merupakan julukan untuk spot surfing di Pulau Rote. Banyak spot surfing terbaik di Pulau Rote seperti di Pantai Nemberala, Pantai Bo'a, dan Pulau Ndana.
Pantai Plengkung, Banyuwangi
Pantai Plengkung, Banyuwangi atau G-Land (Foto: Istockphoto/Will Day)
Nama Pantai Plengkung memang tidak begitu familiar bagi wisatawan, tapi untuk para peselancar, pantai yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur ini adalah destinasi favorit untuk surfing.
Pantai Plengkung dijuluki G-Land dan disebut-sebut oleh para peselancara dunia sebagai salah satu spot surfing terbaik di dunia setelah Hawaii. Ombak di Pantai Plengkung dapat mencapai 6-8 meter, dengan interval sampai 5 menit.
G-land juga beberapa kali dipercaya sebagai tuan rumah kompetisi selancar tingkat dunia. Pada Juni 2022, event selancar internasional World Surf League Championship Tour (WSLCT) 2022 berlangsung di Pantai Plengkung.
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia memiliki banyak pantai dengan keindahan alam yang menakjubkan. Bukan rahasia lagi jika sejumlah pantai di Indonesia menjadi spot surfing bagi peselancar-peselancar luar negeri.
Bahkan, Indonesia punya banyak lokasi pantai yang layak untuk digunakan surfing kelas dunia, karena spot yang menantang untuk ditaklukkan bagi para peselancar mancanegara.
Ombak-ombak di beberapa pantai Indonesia menjadi daya tarik tersendiri untuk banyak peselancar dunia. Untuk alasan ini, Indonesia kerap masuk dalam kalender utama kejuaraan surfing internasional. Lalu, mana saja pantai yang menjadi spot kelas dunia untuk surfing?
Berikut daftarnya seperti dilansir situs Kemenparekraf.
Pulau Nihiwatu, Sumba Barat
Pulau Nihiwatu, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, memiliki perpaduan alam cantik, budaya unik, penduduk lokal yang ramah, serta spot surfing menantang. Menurut para peselancar, sensasi surfing di Pulau Nihiwatu benar-benar mengesankan.
Pulau ini juga dijuluki Left God Waves karena ketinggian gulungan ombak yang menantang bagi para peselansar. Ombak terbaik di Pulau Nihiwatu biasaja terjadi saat Juli-Agustus.
Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat
Suasana berwisata di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. (Foto: CNN Indonesia/Adi Prima)
Setidaknya ada sekitar 400 spot surfing di Kepulauan Mentawai. Tidak heran, Kepulauan Mentawai disebut sebagai surganya para peselancar dunia.
Spot surfing terbaik dan kelas dunia di Kepulauan Mentawai terletak di Pulau Sipora, yang mampu masuk 20 spot surfing terbaik dunia versi CNN Travel. Ombak di Pulau Sipora dikenal konsisten dengan tinggi mencapai 7 meter.
Waktu terbaik untuk surfing di Pulau Sipora adalah pada April sampai Oktober, di mana tingginya gelombang ombak seolah membentuk terowongan, yang bagi para peselancar jadi momen menantang.
Pantai Sorake, Nias
Peselancar beraksi di spot surfing Pulau Nias, Sumut. (Foto: AFP PHOTO / JEWEL SAMAD)
Nias, Sumatera Utara memiliki beberapa area untuk surfing, namun yang terbaik berada di Panta Sorake. Pada 23-29 Juni 2022, Pantai Sorake menjadi tuan rumah ajang World Surf League (WSL) Nias Pro 2022.
Di ajang itu, para peselancar kelas dunia turun untuk bertanding menantang ombak Pantai Sorake yang tinggi gelombangnya mencapai 5 meter. Uniknya, gulungan ombak Pantai Sorake bisa nyaris sampai bibir pantai atau sekitar hingga 200 meter, sebuah fenomena yang jarang terjadi di pantai lain.
Surfer beraksi di Pantai Tanjung Setia, Lampung. (Foto: Istockphoto/Eriz Razak)
Pantai Tanjung Setia, Lampung masuk dalam kalender World Sufr League 2022. Event surfing internasional itu berlangsung pada 11.-17 Juni 2022, dan menghadirkan para peselancar papan atas mancanegara.
Pantai ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, dan punya waktu terbaik untuk berselanar pada Juni sampai Agustus. Ombak di pantai ini bisa mencapai 6-7 meter, dengan interval ombak yang begitu panjang yakni hingga 200 meter.
Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur
Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur memiliki keunikan yaitu ombaknya yang dapat memanjang sampai 300 meter. Ombak di Pulau Rote juga bisa mencapai tinggi 4,5 meter.
Para peselancar menyebut Nusa Tenggara Timur sebagai T-Land, yang merupakan julukan untuk spot surfing di Pulau Rote. Banyak spot surfing terbaik di Pulau Rote seperti di Pantai Nemberala, Pantai Bo'a, dan Pulau Ndana.
Pantai Plengkung, Banyuwangi
Pantai Plengkung, Banyuwangi atau G-Land (Foto: Istockphoto/Will Day)
Nama Pantai Plengkung memang tidak begitu familiar bagi wisatawan, tapi untuk para peselancar, pantai yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur ini adalah destinasi favorit untuk surfing.
Pantai Plengkung dijuluki G-Land dan disebut-sebut oleh para peselancara dunia sebagai salah satu spot surfing terbaik di dunia setelah Hawaii. Ombak di Pantai Plengkung dapat mencapai 6-8 meter, dengan interval sampai 5 menit.
G-land juga beberapa kali dipercaya sebagai tuan rumah kompetisi selancar tingkat dunia. Pada Juni 2022, event selancar internasional World Surf League Championship Tour (WSLCT) 2022 berlangsung di Pantai Plengkung.