Batas Asupan Gula Harian Menurut Kemenkes, Bisa Ditakar dengan Sendok

CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 20:00 WIB
Kemenkes mengingatkan batas konsumsi gula harian yang dianjurkan. Batas asupan gula harian bisa dihitung dengan takaran sendok makan. Ilustrasi. Kemenkes mengingatkan batas konsumsi gula harian yang dianjurkan. (iStockphoto/Photosiber)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan batas konsumsi gula harian yang dianjurkan.

Batasan asupan gula harian bisa dihitung dengan takaran sendok makan. Setiap orang maksimal mendapatkan asupan gula sebanyak 4 sdm.

Dalam unggahannya di Instagram, Kemenkes menyebut anjuran konsumsi gula sudah diatur dalam Permenkes Nomor 30 Tahun 2013. Konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi (200 kkal).

"Konsumsi itu setara dengan gula empat sendok makan per orang per hari atau 50 gram per orang per hari," demikian yang disebutkan dalam video yang diunggah di akun Instagram @kemenkes_ri.

[Gambas:Instagram]



Dengan ini, sebaiknya Anda mulai rajin mengecek kandungan gula pada makanan atau minuman kemasan yang dikonsumsi. Kadang, makanan atau minuman terasa tidak begitu manis, tetapi setelah dicek pada label kemasan, kandungan gulanya begitu tinggi.

Kemenkes memberikan contoh sekaleng minuman soda yang bisa mengandung sebanyak 27 gram gula. Padahal, dalam sehari, gula yang masuk tidak hanya dari minuman soda. Akibatnya, total asupan gula harian melebihi angka yang dianjurkan.

Bagaimana cara mengurangi konsumsi gula?

Ilustrasi Permen Cokelat M&MsIlustrasi. Kemenkes menetapkan setiap orang bisa mengonsumsi gula harian maksimal sebanyak 4 sdm. (B3R3N1C3/Pixabay)

Sebagian orang menganggap ada yang kurang jika gula tidak dilibatkan dalam pola makan harian. Namun, sebenarnya lewat perubahan-perubahan kecil, Anda bisa memangkas asupan gula harian agar tubuh tetap sehat dan jauh dari penyakit tidak menular, termasuk diabetes.

Seperti dikutip dari laman Kemenkes, adapun beberapa cara untuk membatasi penggunaan gula dalam asupan sebagai berikut.

1. Mengurangi konsumsi makanan olahan

Makanan olahan biasanya mengandung gula, garam, dan lemak tinggi. Misalnya saja permen, biskuit, kue, dan sereal kemasan.

Sebaiknya, konsumsi pangan dalam bentuk asli contohnya buah-buahan segar.

2. Perbanyak minum air putih

Sebaiknya, mulai geser minuman berpemanis tambahan dengan air putih. Minuman-minuman kemasan kerap mengandung gula tinggi jika Anda tidak cermat. Minuman ini termasuk minuman berlabel sehat sekalipun misalnya jus atau yogurt.

Jika air putih terasa membosankan, berikan nuansa rasa dan manfaat tambahan dengan menambahkan potongan buah sehingga jadi infused water.

3. Baca informasi nilai gizi

Label kemasan pangan memberikan informasi nilai gizi pada produk. Namun, kini sebagian produsen pangan juga mencantumkan kandungan gula, garam, dan lemak di bagian depan kemasan sehingga mudah ditemukan.

4. Masak sendiri

Memasak sendiri memungkinkan Anda mengontrol bahan dan apa pun yang dimasukkan dalam masakan. Dengan begini, Anda juga bisa memperbanyak bahan pangan segar termasuk sayuran.

Bahan pangan segar sebenarnya sudah mengandung gula alami tanpa harus ditambah gula lagi.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER