HARI KONTRASEPSI SEDUNIA

Benarkah Minum Pil KB Bikin Gemuk?

CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 14:00 WIB
Masih ada mitos seputar kontrasepsi jenis pil KB yang kini tersebar di tengah masyarakat. Salah satunya pil KB yang dianggap bikin gemuk. Benarkah demikian? Ilustrasi. Masih banyak orang menganggap alat kontrasepsi pil KB bisa bikin wanita gemuk. (iStock/Orachon Paksuthiphol)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pil KB jadi salah satu alat kontrasepsi yang dinilai paling praktis. Namun sayang, masih ada mitos seputar kontrasepsi satu ini yang tersebar di tengah masyarakat.

Salah satu yang paling populer adalah anggapan mengenai pil KB yang dianggap bisa bikin perempuan gemuk.

Pada momen Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pada Senin (26/9) ini, ada baiknya kita memperbaiki anggapan yang kadung tersebar itu.

Dokter spesialis kandungan dan pendiri Klinik Health 360 Indonesia, Ni Komang Yeni Dhaa Sari mengatakan bahwa anggapan di atas sebenarnya kurang tepat.

"Bukan gemuk ya, tapi hormon-hormon menimbulkan adanya retensi cairan atau timbunan cairan di bawah kulit. Jadi kita kesannya lebih besar dan berat," jelas Yeni pada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Pil KB merupakan alat kontrasepsi hormonal yang mengandung kombinasi hormon progesteron dan estrogen. Pil KB membantu menahan ovarium (indung telur) agar tidak memproduksi telur dan membuat sel telur tidak 'bertemu' dengan sperma.

Pil wajib dikonsumsi sesuai resep dokter. Biasanya, pil KB diminum setiap hari pada waktu yang sama.

Karena termasuk alat kontrasepsi hormonal, hormon yang beredar di tubuh lebih banyak. Sebenarnya, situasi serupa juga dialami ibu hamil di mana tubuh terasa membengkak karena peredaran hormon lebih banyak.

Pasangan akan menentukan sendiri jangka waktu penggunaan pil KB atau alat kontrasepsi lain. Namun, perencanaan kerap terbentur dengan mitos bahwa terlalu lama pakai alat kontrasepsi bisa susah hamil.

Sekali lagi, anggapan ini hanya mitos. Kontrasepsi hormonal, termasuk pil KB, membuat haid lebih teratur dan kehamilan justru lebih mudah.

"Begitu kita setop [pakai kontrasepsi], bulan berikutnya, kan, kita hanya perlu waktu tiga bulan untuk memprogram otak untuk kerja seperti yang kita mau, membiasakan diri untuk seperti itu [haid]," katanya.

Kesulitan hamil bukan pada penggunaan alat kontrasepsi, tetapi biasanya terjadi akibat masalah kelebihan berat badan, PCOS, dan ketidakseimbangan hormon.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER