Tenggelam dalam Dendang Lambai Kain nan Segar dan Menggoda
CNN Indonesia
Jumat, 28 Okt 2022 21:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Lambaian Kain Obin di Jakarta Fashion Week 2023 yang berlangsung di Pondok Indah Mall 3. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
BIN House semakin mengukuhkan diri sebagai rumah kain Indonesia. Dalam gelaran Jakarta Fashion Week 2023, jenama mempersembahkan paket lengkap pertunjukan mode yang muda, segar dan menggoda bersama kain-kain beraneka rupa.
Selembar kain selama ini memuat cap 'kuno', 'ribet' atau 'ketinggalan zaman'. Memangnya kain bisa dibawa asyik? Begitu mungkin yang dipertanyakan kawula muda yang memuja baggy pants atau skinny jeans.
Lewat pertunjukan mode di JFW 2023 pada Kamis (27/10) bertajuk 'Lambaian Kain', pendiri BIN House Josephine W. Komara, yang karib disapa Obin, menegasi cap-cap buruk terhadap kain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasanya tiap kali pertunjukan, Obin tidak pernah berniat menggurui penonton soal kain, motif dan maknanya. Pertunjukan ini juga bukan soal ajakan melestarikan kebudayaan atau ujud-ujud muluk lain.
Namun, ini soal bagaimana kain akan memberikan jiwa pada pemakainya dan bagaimana si pemakai akan memberikan jiwa pada kain yang dikenakan. Iya, ini soal wujud konkret kecintaan akan kain.
"Ide-ide baru selalu keluar. Gimana kami mengemas dalam satu show, penonton bisa menikmati penuh dengan...Oh ini perjalanan BIN House gimana," ujar Board of Directors BIN House Erlangga Sjah Komara dalam konferensi pers jelang pertunjukan di PIM 3, Jakarta Selatan, Kamis (27/10).
Sementara kain dan perempuan menumbuhkan ekspektasi akan tampilan anggun dan terkesan penurut, Obin justru memperlihatkan bahwa perempuan tetap bisa jadi dirinya tanpa harus terkurung akan ekspektasi publik.
Para model memeragakan busana dari desainer Obin. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Tengok saja para model yang mengenakan bawahan kain, berjalan santai, 'petantang-petenteng', menatap penonton seolah berkata 'Ini gue'. Kesan ini dikuatkan dengan atasan berupa blus dengan siluet cheongsam yang dibuat asimetris, kebaya dengan aksen cape serta luaran bertekstur.
Ini baru perkenalan sebab di babak berikutnya, ada kejutan-kejutan lain.
Dengan memutar lagu 'Come Together' milik The Beatles, satu per satu padu padan kain dipamerkan. Ibarat perjalanan hidup seorang perempuan, ia mungkin baru menginjak usia remaja, penuh rasa ingin tahu dan sedang mencari jati diri.
Kain-kain dipadukan dengan blus berkancing, celana bersiluet mirip harem pants, kemeja oversized. Siapa bilang atasan kain harus selalu kebaya? Pun alas kaki tak harus sepatu cantik. Anda bisa mengenakan sneakers atau boots.
"I keep on fallin' and out of love with you.."
Suara merdu Alicia Keys lewat lagu "Fallin'" mengubah mood pertunjukan jadi terkesan dewasa, seksi, dan menggoda. Si remaja perempuan kini beranjak dewasa. Di sini mulai diperlihatkan atasan-atasan yang lebih 'rapih' lewat paduan luaran, kebaya Kartini, maupun atasan dengan aksen obi.
Pembawaan cuek dan kesan 'urakan' perlahan luntur. Padahal kain-kain yang dikenakan tak jauh berbeda dengan kain-kain pada babak sebelumnya. Dalam satu kain tak hanya ada satu motif atau satu warna.
Di babak berikutnya, Obin seolah memperlihatkan sosok perempuan berusia matang. Lenggang model pun diiringi lagu 'Someone Like You' milik Adele tetapi dengan gubahan gaya musik keroncong.
Musik keroncong yang klasik mengiringi tampilan kain yang klasik pula lewat atasan yang didominasi kebaya potongan kutu baru lengkap dengan selembar selendang sutera. Bahan sutera pun diaplikasikan baik untuk atasan maupun kain bawahan.
Tampilan boleh klasik dan matang tetapi warna tetap segar. Ada satu look yang cukup menarik sebab memiliki gradasi warna hijau dan kuning seperti batik pesisir.
Sementara itu, kain juga bisa dibawa ke suasana pesta bertabur gemerlap lampu. Diiringi lagu 'I Love The Nightlife' milik Alicia Bridges, muncul motif-motif kain yang unik seperti motif garis-garis, kotak-kotak hitam putih serta motif kotak-kotak dengan ukuran tak beraturan. Motif ini mengingatkan potongan keramik sisa yang dimanfaatkan kembali untuk menutup lantai.
Pertunjukan belum selesai. Tantangan dan godaan memang jadi seninya hidup. Namun dengan keyakinan dan konsistensi, semua pasti dilewati. Mungkin ini pesan penting dari pertunjukan 'Lambaian Kain'. Aksi teatrikal sederhana memperlihatkan model-model harus melalui jerat goda seorang penari pria.
Model memeragakan busana dari label BIN House (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Pada akhirnya, saya adalah saya seperti yang dilantunkan Gloria Gaynor lewat lagu 'I Am What I Am'. Lagu ini menutup jumpa. Seperti biasa, pertunjukan Obin selalu ditutup dengan lembar kain batik merah dan rangkaian melati.
Erlangga dan Theresia Perwitasari, salah satu tim desain BIN House didapuk membawa kedua benda yang kalau diperhatikan lagi melambangkan bendera nasional, bendera merah putih.
Mengintip unggahan di akun Instagram BIN House, rupanya ada makna mendalam di balik tradisi ini. Indonesia jadi rumah, tempat bertumbuh serta memiliki budaya yang mengalir dalam dirinya. Obin menemukan cintanya akan kain di Indonesia.
"Ini sebuah ekspresi kecintaan Obin untuk semua orang, pengalaman, interaksi, budaya, dan pengalaman yang telah memperkaya hidup saya hingga saat ini," demikian keterangan yang tertulis bersama dengan unggahan video singkat.
Jakarta, CNN Indonesia --
BIN House semakin mengukuhkan diri sebagai rumah kain Indonesia. Dalam gelaran Jakarta Fashion Week 2023, jenama mempersembahkan paket lengkap pertunjukan mode yang muda, segar dan menggoda bersama kain-kain beraneka rupa.
Selembar kain selama ini memuat cap 'kuno', 'ribet' atau 'ketinggalan zaman'. Memangnya kain bisa dibawa asyik? Begitu mungkin yang dipertanyakan kawula muda yang memuja baggy pants atau skinny jeans.
Lewat pertunjukan mode di JFW 2023 pada Kamis (27/10) bertajuk 'Lambaian Kain', pendiri BIN House Josephine W. Komara, yang karib disapa Obin, menegasi cap-cap buruk terhadap kain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasanya tiap kali pertunjukan, Obin tidak pernah berniat menggurui penonton soal kain, motif dan maknanya. Pertunjukan ini juga bukan soal ajakan melestarikan kebudayaan atau ujud-ujud muluk lain.
Namun, ini soal bagaimana kain akan memberikan jiwa pada pemakainya dan bagaimana si pemakai akan memberikan jiwa pada kain yang dikenakan. Iya, ini soal wujud konkret kecintaan akan kain.
"Ide-ide baru selalu keluar. Gimana kami mengemas dalam satu show, penonton bisa menikmati penuh dengan...Oh ini perjalanan BIN House gimana," ujar Board of Directors BIN House Erlangga Sjah Komara dalam konferensi pers jelang pertunjukan di PIM 3, Jakarta Selatan, Kamis (27/10).
Sementara kain dan perempuan menumbuhkan ekspektasi akan tampilan anggun dan terkesan penurut, Obin justru memperlihatkan bahwa perempuan tetap bisa jadi dirinya tanpa harus terkurung akan ekspektasi publik.
Para model memeragakan busana dari desainer Obin. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Tengok saja para model yang mengenakan bawahan kain, berjalan santai, 'petantang-petenteng', menatap penonton seolah berkata 'Ini gue'. Kesan ini dikuatkan dengan atasan berupa blus dengan siluet cheongsam yang dibuat asimetris, kebaya dengan aksen cape serta luaran bertekstur.
Ini baru perkenalan sebab di babak berikutnya, ada kejutan-kejutan lain.
Dengan memutar lagu 'Come Together' milik The Beatles, satu per satu padu padan kain dipamerkan. Ibarat perjalanan hidup seorang perempuan, ia mungkin baru menginjak usia remaja, penuh rasa ingin tahu dan sedang mencari jati diri.
Kain-kain dipadukan dengan blus berkancing, celana bersiluet mirip harem pants, kemeja oversized. Siapa bilang atasan kain harus selalu kebaya? Pun alas kaki tak harus sepatu cantik. Anda bisa mengenakan sneakers atau boots.
"I keep on fallin' and out of love with you.."
Suara merdu Alicia Keys lewat lagu "Fallin'" mengubah mood pertunjukan jadi terkesan dewasa, seksi, dan menggoda. Si remaja perempuan kini beranjak dewasa. Di sini mulai diperlihatkan atasan-atasan yang lebih 'rapih' lewat paduan luaran, kebaya Kartini, maupun atasan dengan aksen obi.
Pembawaan cuek dan kesan 'urakan' perlahan luntur. Padahal kain-kain yang dikenakan tak jauh berbeda dengan kain-kain pada babak sebelumnya. Dalam satu kain tak hanya ada satu motif atau satu warna.
Babak Berikutnya
BIN House semakin mengukuhkan diri sebagai rumah kain Indonesia dalam JFW 2023. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Di babak berikutnya, Obin seolah memperlihatkan sosok perempuan berusia matang. Lenggang model pun diiringi lagu 'Someone Like You' milik Adele tetapi dengan gubahan gaya musik keroncong.
Musik keroncong yang klasik mengiringi tampilan kain yang klasik pula lewat atasan yang didominasi kebaya potongan kutu baru lengkap dengan selembar selendang sutera. Bahan sutera pun diaplikasikan baik untuk atasan maupun kain bawahan.
Tampilan boleh klasik dan matang tetapi warna tetap segar. Ada satu look yang cukup menarik sebab memiliki gradasi warna hijau dan kuning seperti batik pesisir.
Sementara itu, kain juga bisa dibawa ke suasana pesta bertabur gemerlap lampu. Diiringi lagu 'I Love The Nightlife' milik Alicia Bridges, muncul motif-motif kain yang unik seperti motif garis-garis, kotak-kotak hitam putih serta motif kotak-kotak dengan ukuran tak beraturan. Motif ini mengingatkan potongan keramik sisa yang dimanfaatkan kembali untuk menutup lantai.
Pertunjukan belum selesai. Tantangan dan godaan memang jadi seninya hidup. Namun dengan keyakinan dan konsistensi, semua pasti dilewati. Mungkin ini pesan penting dari pertunjukan 'Lambaian Kain'. Aksi teatrikal sederhana memperlihatkan model-model harus melalui jerat goda seorang penari pria.
Model memeragakan busana dari label BIN House (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Pada akhirnya, saya adalah saya seperti yang dilantunkan Gloria Gaynor lewat lagu 'I Am What I Am'. Lagu ini menutup jumpa. Seperti biasa, pertunjukan Obin selalu ditutup dengan lembar kain batik merah dan rangkaian melati.
Erlangga dan Theresia Perwitasari, salah satu tim desain BIN House didapuk membawa kedua benda yang kalau diperhatikan lagi melambangkan bendera nasional, bendera merah putih.
Mengintip unggahan di akun Instagram BIN House, rupanya ada makna mendalam di balik tradisi ini. Indonesia jadi rumah, tempat bertumbuh serta memiliki budaya yang mengalir dalam dirinya. Obin menemukan cintanya akan kain di Indonesia.
"Ini sebuah ekspresi kecintaan Obin untuk semua orang, pengalaman, interaksi, budaya, dan pengalaman yang telah memperkaya hidup saya hingga saat ini," demikian keterangan yang tertulis bersama dengan unggahan video singkat.