Mengenal Kepulauan Widi, yang 100 Pulaunya Masuk Situs Lelang Asing
CNN Indonesia
Kamis, 24 Nov 2022 12:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Foto: Arsip Pemprov Maluku Utara via Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama Cagar Alam Widi atau Kepulauan Widi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mencuat setelah muncul di situs lelang asing Sotheby'e Concierge Auctions. Dalam situs itu, pulau-pulau di Cagar Alam Widi akan dilelang mulai 8 Desember sampai 14 Desember 2022.
Cagar Alam Widi merupakan gugus kepulauan di Indonesia, yang terdiri dari lebih 100 pulau tak berpenghuni. Lebih dari 100 pulau di "Segitiga Karang" Indonesia timur itu tersebar di 10.000 hektar (25.000 hektar), atau kira-kira berukuran sama dengan Bora Bora, pulau wisata di Samudera Pasifik selatan.
Sotheby'e Concierge Auctions juga menawarkan kepada para investor untuk mengembangkan resor di area Kepulauan Widi, dengan membeli hak pengembangan dari PT. Leadership Islands Indonesia (LII).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terletak di dalam Kawasan Konservasi Laut seluas 315 ribu hektare, 10.000 hektare hutan hujan, hutan bakau, laguna biru kehijauan, danau, dan pantai menunggu potensi pengembangan sadar lingkungan," bunyi pernyataan dari Sotheby's.
Menurut situs lelang tersebut, lokasinya Cagar Alam Widi berada di jantung Coral Triangle. Di kawasan itu, Anda bisa melihat pantai dengan pasir putih sepanjang 150 km, terumbu karang, perairan pribadi, dan laut dalam kaya nutrisi.
Cagar Alam Widi merupakan rumah bagi ratusan spesies langka dan terancam punah. Sebut saja satwa seperti hiu paus, paus biru, 600 spesies mamalia laut, ikan, burung, serangga, kadal, serta spesies lain yang belum terindentifikasi.
Gugus Kepulauan Widi disebut-sebut sebagai salah satu kawasan yang punya lanskap terindah di Indonesia. Di Cagar Alam Widi juga terdapat terumbu karang dan hutan bakau.
Sementara itu, seperti dilansir CNN, untuk menyiasati hukum di Indonesia yang melarang orang asing membeli pulau di negara tersebut, pemilik pulau di Cagar Alam Widi nanti bisa mengakuisisi saham PT LII yang merupakan perusahaan induk. Dari situ, pemilik akan bebas mengembangkan pulau sesuai keinginannya.
Tapi, jika pemilik kewalahan dengan prospek pengembangannya, pihak Sotheby's sudah menunggu untuk mendukung pembangunan resor di Cagar Alam Widi dengan melibatkan arsitek ternama Bill Bensley, yang merancang sejumlah hotel dan resor paling eksklusif di Asia.
"Setiap miliarder dapat memiliki pulau pribadi, tetapi hanya satu yang dapat memiliki kesempatan eksklusif ini yang tersebar di lebih dari 100 pulau," kata Wakil Presiden Eksekutif untuk EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) di Lelang Pramutamu Sotheby.
Cagar Alam Widi hanya dapat diakses dengan pesawat pribadi. Dari Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai, Bali, gugus kepulauan ini berjarak 2,5 jam penerbangan.
Tidak ada harga cadangan dalam lelang yang tertera di situs Sotheby, tetapi penawar diminta untuk memberikan deposit sebesar US$100.000 untuk membuktikan bahwa mereka serius. Penjualan pulau pribadi telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir.
Memiliki pulau pribadi menjadi pilihan populer bagi pesohor-pesohor dunia yang kaya raya. Pulau pribadi dianggap bisa memenuhi keinginan memperoleh privasi dan menjaga jarak yang aman dari publisitas, serta menjadi aset berharga.
Harga pulau sendiri diyakini tergolong murah bagi para pesohor dunia. Namun, Presiden Fischer Travel Enterprises, Stacy Fischer Rosenthal, mengungkapkan, biaya pemeliharaan dan infrastrukturlah yang benar-benar membuat kepemilikan sebuah pulau menjadi mahal.
Banyak pulau tidak memiliki struktur yang ada, dan beberapa pemilik tidak hanya harus membangun rumah tetapi juga memasang pipa ledeng, listrik, dan infrastruktur lainnya jika mereka ingin tinggal di sana.
Belum lagi urusan transportasi, serta biaya membawa bahan makanan dan staf yang masuk dan keluar pulau. Memiliki sebuah pulau bisa menjadi sangat mahal.
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama Cagar Alam Widi atau Kepulauan Widi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mencuat setelah muncul di situs lelang asing Sotheby'e Concierge Auctions. Dalam situs itu, pulau-pulau di Cagar Alam Widi akan dilelang mulai 8 Desember sampai 14 Desember 2022.
Cagar Alam Widi merupakan gugus kepulauan di Indonesia, yang terdiri dari lebih 100 pulau tak berpenghuni. Lebih dari 100 pulau di "Segitiga Karang" Indonesia timur itu tersebar di 10.000 hektar (25.000 hektar), atau kira-kira berukuran sama dengan Bora Bora, pulau wisata di Samudera Pasifik selatan.
Sotheby'e Concierge Auctions juga menawarkan kepada para investor untuk mengembangkan resor di area Kepulauan Widi, dengan membeli hak pengembangan dari PT. Leadership Islands Indonesia (LII).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terletak di dalam Kawasan Konservasi Laut seluas 315 ribu hektare, 10.000 hektare hutan hujan, hutan bakau, laguna biru kehijauan, danau, dan pantai menunggu potensi pengembangan sadar lingkungan," bunyi pernyataan dari Sotheby's.
Menurut situs lelang tersebut, lokasinya Cagar Alam Widi berada di jantung Coral Triangle. Di kawasan itu, Anda bisa melihat pantai dengan pasir putih sepanjang 150 km, terumbu karang, perairan pribadi, dan laut dalam kaya nutrisi.
Cagar Alam Widi merupakan rumah bagi ratusan spesies langka dan terancam punah. Sebut saja satwa seperti hiu paus, paus biru, 600 spesies mamalia laut, ikan, burung, serangga, kadal, serta spesies lain yang belum terindentifikasi.
Gugus Kepulauan Widi disebut-sebut sebagai salah satu kawasan yang punya lanskap terindah di Indonesia. Di Cagar Alam Widi juga terdapat terumbu karang dan hutan bakau.
Sementara itu, seperti dilansir CNN, untuk menyiasati hukum di Indonesia yang melarang orang asing membeli pulau di negara tersebut, pemilik pulau di Cagar Alam Widi nanti bisa mengakuisisi saham PT LII yang merupakan perusahaan induk. Dari situ, pemilik akan bebas mengembangkan pulau sesuai keinginannya.
Tapi, jika pemilik kewalahan dengan prospek pengembangannya, pihak Sotheby's sudah menunggu untuk mendukung pembangunan resor di Cagar Alam Widi dengan melibatkan arsitek ternama Bill Bensley, yang merancang sejumlah hotel dan resor paling eksklusif di Asia.
Hanya Bisa Diakses dengan Pesawat Pribadi
Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Foto: Arsip Pemprov Maluku Utara via Detikcom)
"Setiap miliarder dapat memiliki pulau pribadi, tetapi hanya satu yang dapat memiliki kesempatan eksklusif ini yang tersebar di lebih dari 100 pulau," kata Wakil Presiden Eksekutif untuk EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) di Lelang Pramutamu Sotheby.
Cagar Alam Widi hanya dapat diakses dengan pesawat pribadi. Dari Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai, Bali, gugus kepulauan ini berjarak 2,5 jam penerbangan.
Tidak ada harga cadangan dalam lelang yang tertera di situs Sotheby, tetapi penawar diminta untuk memberikan deposit sebesar US$100.000 untuk membuktikan bahwa mereka serius. Penjualan pulau pribadi telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir.
Memiliki pulau pribadi menjadi pilihan populer bagi pesohor-pesohor dunia yang kaya raya. Pulau pribadi dianggap bisa memenuhi keinginan memperoleh privasi dan menjaga jarak yang aman dari publisitas, serta menjadi aset berharga.
Harga pulau sendiri diyakini tergolong murah bagi para pesohor dunia. Namun, Presiden Fischer Travel Enterprises, Stacy Fischer Rosenthal, mengungkapkan, biaya pemeliharaan dan infrastrukturlah yang benar-benar membuat kepemilikan sebuah pulau menjadi mahal.
Banyak pulau tidak memiliki struktur yang ada, dan beberapa pemilik tidak hanya harus membangun rumah tetapi juga memasang pipa ledeng, listrik, dan infrastruktur lainnya jika mereka ingin tinggal di sana.
Belum lagi urusan transportasi, serta biaya membawa bahan makanan dan staf yang masuk dan keluar pulau. Memiliki sebuah pulau bisa menjadi sangat mahal.