Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi kerap dikunjungi untuk alasan bisnis atau menunaikan ibadah haji.
Padahal, negara ini memiliki bentang alam yang luar biasa seperti Nabataean Al Ula, pantai Laut Merah sepanjang 1.100 mil, dan pohon kurma di oasis Al Ahsa yang belum banyak dikunjungi pelancong mancanegara.
Sejak peluncuran e-visa pada 2019, Kerajaan Arab Saudi memasang target 100 ribu wisatawan per tahun pada 2030 mendatang. Untuk merealisasikan tujuan ini, Arab Saudi memulai program pembangunan destinasi yang ambisius sekaligus mempermudah akses situs warisan kuno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari AFRA, berikut adalah lima destinasi baru Arab Saudi yang perlu diketahui.
1. NEOM
Kota Neom adalah salah satu daerah yang dicanangkan memiliki sejumlah proyek futuristik. Salah satunya adalah The Line yang direncanakan bebas kendaraan bermotor. The Line nantinya memiliki panjang 105 mil, tinggi 1.640 kaki, dan lebar hanya 650 kaki.
Proyek ini dibangun dengan 100 persen energi terbarukan dan menjadi rumah bagi 9 juta orang.
Selain itu, The Line bakal memiliki kereta berkecepatan tinggi yang melakukan perjalanan dari ujung ke ujung hanya dalam 20 menit.
Selain The Line, ada proyek lain di pegunungan Neom yaitu Trojena. Proyek ini disusun dengan tujuan olahraga musim dingin pertama di Jazirah Arab. Dibuka pada tahun 2026, Trojena akan menggabungkan desa ski setinggi 7.874 kaki.
Selain itu akan terdapat trek lari dengan panjang 18 mil yang akan menjadi tuan rumah Asian Winter Games 2029. Untuk fasilitas olahraga air, kesehatan, hiking, dan bersepeda gunung juga sedang dikerjakan.
Namun, fase terdekat proyek di Neom adalah Sindalah. Proyek ini direncanakan selesai pada 2024 dengan tujuan mengakomodir komunitas pelayaran dan pemilik kapal pesiar dari Mediterania dan sekitarnya. Nantinya, mereka akan bisa meluncur melalui Terusan Suez kemudian turun ke Laut Merah.
Trojana akan memiliki marina dengan 86 tempat tidur dengan 75 pelampung lepas pantai. Termasuk fasilitas lain seperti hotel mewah, restoran, dan ritel. Ditambah fasilitas untuk spa, kesehatan, golf, dan olahraga.
2. Laut Merah
Laut Merah yang dimiliki Arab Saudi terletak di tepi terumbu karang dan terdiri dari 90 pulau dengan lanskap gurun. Dilengkapi dengan gunung berapi yang tidak aktif, ngarai gunung, serta situs budaya bersejarah di pedalaman. Belum lagi area wisata ini memiliki situs menyelam dengan kehidupan laut lepas pantai.
Destinasi wisata di Laut Merah akan menjadi rumah bagi 16 resor mewah. Six Senses Southern Dunes, St. Regis Red Sea Resort, dan Nujuma, Ritz-Carlton Reserve akan menjadi tiga resor mewah pertama yang dibuka tahun ini.
Seluruh pengembangan Laut Merah akan menggunakan energi terbarukan, termasuk semua fasilitas, transportasi, hingga seaplanes.
Lima Destinasi Wisata Baru di Arab Saudi
Foto: Tangkapan layar web neom.com
3. Amaala
Lokasi ini terbentang 125 mil ke utara Laut Merah dengan luas 1.500 mil persegi. Amaala terletak di Cagar Alam Pangeran Mohammad bin Salman. Nantinya, destinasi pariwisata ini bertujuan untuk menjadi pusat kesehatan keluarga pertama di dunia.
Dalam fase pertama, bertempat di sekitar marina Triple Bay, Amaala akan dibuka pertengahan 2024. Salah satu daya tarik Amaala adalah program Foster + Parents yang dirancang Red Sea Marine Life, pusat penelitian berbasis konservasi dan menggabungkan pengalaman multidimensi.
Artinya, secara nyata para wisatawan dapat snorkeling dengan spesies langka, berpartisipasi dalam tur lab, dan menjelajahi dunia bawah laut dengan kapal selam.
[Gambas:Photo CNN]
4. Jeddah
Jeddah merupakan gerbang maritim asli menuju Mekkah di sepanjang Laut Merah. Sejak lama, Jeddah telah menjadi tujuan bagi peziarah yang ingin melakukan perjalanan.
Jeddah akan menjadi destinasi masa depan dengan tetap bangga mempertahankan sejarah dan warisannya.
Pusat sejarah kota Al-Balad adalah salah satu tujuan perkotaan paling menarik di negara ini. Ia menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dengan lebih dari 650 bangunan yang berusia 200-300 tahun. Ia pernah menjadi jantung kota, dan sempat rusak dalam beberapa tahun terakhir. Kini, Kementerian Kebudayaan Arab Saudi telah tengah merevitalisasi sejumlah bangunan di kota ini.
5. Diriyah
Terletak di tepi ibu kota Riyadh, Diriyah dan situs Warisan Dunia UNESCO At-Turaif memiliki makna sejarah dan budaya yang sangat penting. Diriyah dianggap sebagai tempat kelahiran kerajaan dan rumah asli keluarga kerajaan Al Saud. Diriyah merupakan tempat berdirinya negara Saudi pada 1727.
Sekarang tempat ini akan menjadi destinasi wisata internasional. At-Turaif juga memiliki desa kuliner yaitu Bujairi Terrace yang menjadi rumah bagi lebih dari 20 restoran ternama. Mereka termasuk nama besar internasional seperti Hakkasan dan Long Chim. Sementara untuk merek lokal ada Maiz dan Takya yang menyajikan masakan Saudi kelas atas.