Jakarta, CNN Indonesia -- Drama The Glory yang tengah naik daun cukup menyita perhatian. Bukan cuma kisah balas dendam Moon Dong Eun yang diperankan Song Hye-Kyo, cerita tentang ayah-anak yang menderita buta warna parsial juga cukup menarik.
Salah satu tokoh antagonis di drama tersebut, Jeon Jae-joon mengalami buta warna parsial yang menurun pada anaknya, Ha Ye Seol. Dalam drama itu juga ada satu adegan dimana Jae-Joon menggunakan obat tetes mata glaukoma.
Lantas, apakah ada hubungan antara glaukoma dengan buta warna? Dan benarkah buta warna bisa diwariskan ke anak?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip American Academy Of Ophthalmology, buta warna adalah kondisi saat seseorang tidak dapat melihat warna dengan cara normal. Buta warna juga dikenal sebagai defisiensi warna.
Buta warna sering terjadi ketika seseorang tidak dapat membedakan warna tertentu. Misalnya tidak bisa membedakan antara hijau, merah, dan terkadang biru.
Apa yang menyebabkan buta warna?
Buta warna biasanya menjadi kondisi yang dialami seseorang sejak lahir. Buta warna juga bisa karena keturunan. Biasanya diturunkan dari ibu ke anak laki-laki.
Pria juga lebih berisiko untuk dilahirkan dengan buta warna daripada wanita, yang jarang memiliki masalah tersebut. Diperkirakan satu dari sepuluh laki-laki memiliki beberapa bentuk kekurangan warna. Buta warna lebih sering terjadi pada pria keturunan Eropa Utara.
Tapi bukan hanya keturunan, beberapa masalah kesehatan juga bisa menyebabkan Anda mengalami buta warna. Berikut beberapa masalah kesehatan yang berpotensi:
- Glaukoma
- Diabetes
- Degenerasi makula
- Penyakit Alzheimer
- Penyakit Parkinson
- Alkoholisme kronik
- Leukemia
- Anemia sel sabit
Obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko terkena buta warna. Obat hidroksiklorokuin (Plaquenil) dapat menyebabkan buta warna. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis.
Mengenal Glaukoma yang Dialami Jeon Jae Joon di The Glory
Foto: istockphoto/Urilux
Lantas apa itu Glaukoma yang dialami Jeon Jae-Joon hingga buta warna?
Mengutip Mayo Clinic, glaukoma adalah kondisi mata yang merusak saraf optik. Saraf optik mengirimkan informasi visual dari mata ke otak dan sangat penting untuk penglihatan yang baik.
Kerusakan saraf optik sering dikaitkan dengan tekanan tinggi di mata. Tapi glaukoma bisa terjadi bahkan dengan tekanan mata normal.
Glaukoma dapat terjadi pada usia berapa pun tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Glaukoma juga jadi salah satu penyebab utama kebutaan bagi orang di atas usia 60 tahun.
Jika glaukoma dikenali sejak dini, kehilangan penglihatan dapat diperlambat atau dicegah. Jika Anda menderita glaukoma, Anda memerlukan perawatan atau pemantauan selama sisa hidup Anda.
Penyebab
Glaukoma berkembang ketika saraf optik rusak. Saat saraf ini berangsur-angsur memburuk, bintik-bintik buta berkembang dalam penglihatan Anda. Untuk alasan yang tidak sepenuhnya dipahami oleh dokter, kerusakan saraf ini biasanya terkait dengan peningkatan tekanan pada mata.
Tekanan mata yang meningkat terjadi akibat penumpukan cairan yang mengalir ke seluruh bagian dalam mata. Cairan ini juga dikenal sebagai aqueous humor.
Biasanya mengalir melalui jaringan yang terletak di sudut pertemuan iris dan kornea. Jaringan ini juga disebut trabecular meshwork. Kornea penting untuk penglihatan karena membiarkan cahaya masuk ke mata. Saat mata mengeluarkan terlalu banyak cairan atau sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, tekanan mata bisa meningkat.
Glaukoma cenderung diturunkan dalam keluarga. Pada beberapa orang, para ilmuwan telah mengidentifikasi gen yang terkait dengan tekanan mata yang tinggi dan kerusakan saraf optik.