9 Makanan Tertua di Dunia, Berusia Sampai Ribuan Tahun
CNN Indonesia
Sabtu, 18 Mar 2023 14:49 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kebanyakan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari merupakan resep turun-temurun dari nenek moyang yang umurnya bisa puluhan, bahkan ratusan tahun. Ilustrasi. (Splitshire).
Jakarta, CNN Indonesia --
Kebanyakan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari merupakan resep turun-temurun dari nenek moyang yang umurnya bisa puluhan, bahkan ratusan tahun.
Namun, penggalian yang dilakukan arkeolog kerap kali menemukan makanan, bukan resep tentu saja, yang usianya ratusan bahkan ribuan tahun.
Makanan-makanan ini pun sukses menyabet daftar makanan tertua di dunia. Tentu saja, ini adalah makanan nyata yang bisa ditemukan lewat penggalian dan identifikasi yang dilakukan para arkeolog.
Tempat penemuannya pun bermacam-macam. Ada yang terkubur di antara bebatuan di goa, di dalam tanah, ada juga yang terkubur di dasar samudera.
Berikut ini daftar makanan tertua yang ditemukan di berbagai tempat di dunia:
1. Kuburan keju Mesir
Sekitar 2013 hingga 2014 para arkeolog mencoba menggali makan Firaun Ptahmes. Tapi dalam prosesnya mereka justru menemukan hal tak terduga. Menukil History Hit, para arkeolog justru menemukan keju yang disimpan dalam toples.
Keju tersebut diperkirakan berumur 3.200 tahun dan menjadikannya keju tertua di dunia. Pengujian menunjukkan bahwa keju kemungkinan dibuat dari susu domba atau kambing. Menariknya, para ilmuan tak pernah menemukan bukti produksi keju di Mesir kuno.
Dari hasil tes juga ditemukan, keju tersebut mengandung jejak bakteri yang akan menyebabkan brucellosis. Penyakit yang berasal dari konsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi.
Sup dan kaldu jadi makanan yang telah banyak dikonsumsi sejak lama. Di Tiongkok kuno, sup tulang digunakan untuk memperbaiki pencernaan dan memperbaiki ginjal.
Pada 2010, penggalian sebuah makam di dekat Xian mengungkap sebuah pot yang masih berisi sup tulang dari lebih dari 2.400 tahun yang lalu. Para ahli percaya bahwa makam itu adalah seorang pejuang atau anggota kelas pemilik tanah.
3. Coklat penobatan Edward VII
Untuk menandai penobatan Edward VII pada tanggal 26 Juni 1902, beberapa barang peringatan dibuat termasuk mug, piring, dan koin. Kaleng coklat juga dibagikan kepada publik termasuk yang dibuat di St Andrews.
Seorang siswi, Martha Grieg, diberi salah satu kaleng tersebut. Hebatnya, dia tidak makan cokelat apa pun. Sebaliknya, kaleng, dengan coklat di dalamnya, diturunkan dari 2 generasi keluarganya. Cucu perempuan Martha dengan murah hati menyumbangkan coklat ke St Andrews Preservation Trust pada 2008.
Saus salad jadi salah satu makanan 'mewah' bagi para pecinta sayuran. Hebatnya makanan ini telah ada sejak lama. Hal ini diketahui setelah saus salad ditemukan dalam sebuah kapal karam di Laut Aegea pada 2004.
Sebuah toples saus salad yang berasal dari 350 SM ditemukan. Pengujian dilakukan pada toples tersebut. Hasilnya terungkap campuran minyak zaitun dan oregano ada di dalamnya.
Resep ini masih digunakan sampai sekarang, telah diwariskan dari generasi ke generasi di Yunani, karena menambahkan ramuan seperti oregano atau timi ke minyak zaitun tidak hanya menambah rasa tetapi juga mempertahankannya.
Pada 2010, penyelam menemukan 168 botol sampanye di antara bangkai kapal di dasar Laut Baltik. Sampanye berusia lebih dari 170 tahun, menjadikannya sampanye tertua yang dapat diminum di dunia.
Sampanye telah diawetkan dalam keadaan hampir sempurna sehingga dapat dicicipi dan diminum, dan itu memberikan bukti penting bagaimana sampanye dan alkohol dibuat pada abad ke-19.
Mereka yang mencicipi sampanye mengatakan bahwa rasanya sangat manis, mungkin karena mengandung 140 gram gula per liter, dibandingkan dengan 6-8 gram (kadang tidak sama sekali) di sampanye modern.
Bersambung ke halaman berikutnya...
6. Fruit cake dari Antartika
Jenis cake yang kerap jadi idola pecinta makanan manis adalah fruit cake. Menariknya, makanan ini juga masuk daftar makanan yang ditemukan dengan usia yang fantastis.
Menukil Mental Floss, penjelajah Inggris Robert Falcon Scott diyakini membawa fruit cake selama Ekspedisi Antartika Inggris 1910 hingga 1913. Kue milik Scott ini ditemukan kembali 100 tahun kemudian.
Saat itu, kue buah adalah makanan yang populer di Inggris, dan iklim yang dingin mungkin menyebabkan apresiasi ekstra karena kandungan lemak dan gulanya yang tinggi. Sedihnya, Scott tidak pernah mendapat kesempatan untuk menikmati suguhan manis itu.
Dia meninggal karena kelaparan dan paparan ketika mencoba untuk menjadi orang pertama yang mencapai Kutub Selatan pada 1912. Adapun kue berusia seabad, itu dalam "kondisi sangat baik" di dalam kaleng berkarat ketika ditemukan oleh Antarctic Heritage Trust di 2017 selama penggalian gubuk bersejarah Cape Adare yang pernah digunakan Scott untuk berlindung.
Ada lusinan, jika bukan ratusan, varietas mi di China. Namun sebelum kemunculan bihun atau mi, salah satu jenis pertama yang pernah didokumentasikan di negara ini adalah semangkuk mi jewawut berusia 4000 tahun. Mi ini ditemukan di situs arkeologi Lajia di sepanjang Sungai Kuning atau Yellow River.
Dipercayai bahwa gempa bumi dan banjir berikutnya menyebabkan seorang pengunjung yang malang meninggalkan makanannya. Membiarkan mangkuknya terbalik di tanah selama ribuan tahun.
Mi tipis dan panjang itu ditemukan di bawah 10 kaki sedimen. Temuan ini juga menunjukkan bahwa mi berasal dari Asia, bukan Eropa.
"Data kami menunjukkan bahwa mi mungkin awalnya dibuat dari spesies rumput peliharaan asli China," kata Profesor Houyuan Lu. "Ini sangat kontras dengan mi China modern atau pasta Italia yang sebagian besar terbuat dari gandum," lanjutnya.
8. Proto pita
Pada Juli 2018, di perapian batu di Gurun Hitam Yordania, para arkeolog menemukan sepotong roti tertua yang pernah ditemukan. Roti pipih berusia 14.400 tahun itu tampak seperti pita, kecuali dibuat dari sereal liar yang mirip dengan barley, einkorn, dan oat.
Umbi dari tanaman air adalah bahan utama makanan ini. Yang disebut bisa memberi roti tersebut tekstur berpasir dan rasa asin.
Berkat penemuan mikrofosil jagung dan analisis tongkol, sekam, jumbai, dan batang jagung kuno yang ditemukan di Peru saat ini, Anda tahu bahwa makanan ringan ini telah menjadi kesenangan, bahkan favorit selama ribuan tahun, jauh sebelum industri film berkembang pesat.
Orang-orang di tempat yang sekarang disebut Peru makan popcorn dan makanan berbahan dasar jagung lainnya hingga 6.700 tahun yang lalu, dan para arkeolog percaya itu mungkin dianggap sebagai makanan lezat dalam budaya mereka.
10. Dendeng sapi
Berbagai jenis daging kering dan diawetkan telah dinikmati di seluruh dunia sepanjang sejarah, dari Mesir kuno, Roma hingga kerajaan Inka. Mungkin tidak mengherankan, peradaban Tiongkok awal juga memiliki versi camilan mereka sendiri.
Sama seperti penemuan sup tulang, dendeng sapi berusia 2.000 tahun digali dari sebuah makam di desa Wanli selama proyek penggalian yang dimulai pada tahun 2009. Selama ribuan tahun, dendeng itu berubah menjadi hijau tua yang kurang menggugah selera.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kebanyakan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari merupakan resep turun-temurun dari nenek moyang yang umurnya bisa puluhan, bahkan ratusan tahun.
Namun, penggalian yang dilakukan arkeolog kerap kali menemukan makanan, bukan resep tentu saja, yang usianya ratusan bahkan ribuan tahun.
Makanan-makanan ini pun sukses menyabet daftar makanan tertua di dunia. Tentu saja, ini adalah makanan nyata yang bisa ditemukan lewat penggalian dan identifikasi yang dilakukan para arkeolog.
Tempat penemuannya pun bermacam-macam. Ada yang terkubur di antara bebatuan di goa, di dalam tanah, ada juga yang terkubur di dasar samudera.
Berikut ini daftar makanan tertua yang ditemukan di berbagai tempat di dunia:
1. Kuburan keju Mesir
Sekitar 2013 hingga 2014 para arkeolog mencoba menggali makan Firaun Ptahmes. Tapi dalam prosesnya mereka justru menemukan hal tak terduga. Menukil History Hit, para arkeolog justru menemukan keju yang disimpan dalam toples.
Keju tersebut diperkirakan berumur 3.200 tahun dan menjadikannya keju tertua di dunia. Pengujian menunjukkan bahwa keju kemungkinan dibuat dari susu domba atau kambing. Menariknya, para ilmuan tak pernah menemukan bukti produksi keju di Mesir kuno.
Dari hasil tes juga ditemukan, keju tersebut mengandung jejak bakteri yang akan menyebabkan brucellosis. Penyakit yang berasal dari konsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi.
Sup dan kaldu jadi makanan yang telah banyak dikonsumsi sejak lama. Di Tiongkok kuno, sup tulang digunakan untuk memperbaiki pencernaan dan memperbaiki ginjal.
Pada 2010, penggalian sebuah makam di dekat Xian mengungkap sebuah pot yang masih berisi sup tulang dari lebih dari 2.400 tahun yang lalu. Para ahli percaya bahwa makam itu adalah seorang pejuang atau anggota kelas pemilik tanah.
3. Coklat penobatan Edward VII
Untuk menandai penobatan Edward VII pada tanggal 26 Juni 1902, beberapa barang peringatan dibuat termasuk mug, piring, dan koin. Kaleng coklat juga dibagikan kepada publik termasuk yang dibuat di St Andrews.
Seorang siswi, Martha Grieg, diberi salah satu kaleng tersebut. Hebatnya, dia tidak makan cokelat apa pun. Sebaliknya, kaleng, dengan coklat di dalamnya, diturunkan dari 2 generasi keluarganya. Cucu perempuan Martha dengan murah hati menyumbangkan coklat ke St Andrews Preservation Trust pada 2008.
Saus salad jadi salah satu makanan 'mewah' bagi para pecinta sayuran. Hebatnya makanan ini telah ada sejak lama. Hal ini diketahui setelah saus salad ditemukan dalam sebuah kapal karam di Laut Aegea pada 2004.
Sebuah toples saus salad yang berasal dari 350 SM ditemukan. Pengujian dilakukan pada toples tersebut. Hasilnya terungkap campuran minyak zaitun dan oregano ada di dalamnya.
Resep ini masih digunakan sampai sekarang, telah diwariskan dari generasi ke generasi di Yunani, karena menambahkan ramuan seperti oregano atau timi ke minyak zaitun tidak hanya menambah rasa tetapi juga mempertahankannya.
Pada 2010, penyelam menemukan 168 botol sampanye di antara bangkai kapal di dasar Laut Baltik. Sampanye berusia lebih dari 170 tahun, menjadikannya sampanye tertua yang dapat diminum di dunia.
Sampanye telah diawetkan dalam keadaan hampir sempurna sehingga dapat dicicipi dan diminum, dan itu memberikan bukti penting bagaimana sampanye dan alkohol dibuat pada abad ke-19.
Mereka yang mencicipi sampanye mengatakan bahwa rasanya sangat manis, mungkin karena mengandung 140 gram gula per liter, dibandingkan dengan 6-8 gram (kadang tidak sama sekali) di sampanye modern.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Fruit Cake hingga Dendeng Sapi
Kebanyakan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari merupakan resep turun-temurun dari nenek moyang yang umurnya bisa puluhan, bahkan ratusan tahun. Ilustrasi. (K2-Kaji/Pixabay).
6. Fruit cake dari Antartika
Jenis cake yang kerap jadi idola pecinta makanan manis adalah fruit cake. Menariknya, makanan ini juga masuk daftar makanan yang ditemukan dengan usia yang fantastis.
Menukil Mental Floss, penjelajah Inggris Robert Falcon Scott diyakini membawa fruit cake selama Ekspedisi Antartika Inggris 1910 hingga 1913. Kue milik Scott ini ditemukan kembali 100 tahun kemudian.
Saat itu, kue buah adalah makanan yang populer di Inggris, dan iklim yang dingin mungkin menyebabkan apresiasi ekstra karena kandungan lemak dan gulanya yang tinggi. Sedihnya, Scott tidak pernah mendapat kesempatan untuk menikmati suguhan manis itu.
Dia meninggal karena kelaparan dan paparan ketika mencoba untuk menjadi orang pertama yang mencapai Kutub Selatan pada 1912. Adapun kue berusia seabad, itu dalam "kondisi sangat baik" di dalam kaleng berkarat ketika ditemukan oleh Antarctic Heritage Trust di 2017 selama penggalian gubuk bersejarah Cape Adare yang pernah digunakan Scott untuk berlindung.
Ada lusinan, jika bukan ratusan, varietas mi di China. Namun sebelum kemunculan bihun atau mi, salah satu jenis pertama yang pernah didokumentasikan di negara ini adalah semangkuk mi jewawut berusia 4000 tahun. Mi ini ditemukan di situs arkeologi Lajia di sepanjang Sungai Kuning atau Yellow River.
Dipercayai bahwa gempa bumi dan banjir berikutnya menyebabkan seorang pengunjung yang malang meninggalkan makanannya. Membiarkan mangkuknya terbalik di tanah selama ribuan tahun.
Mi tipis dan panjang itu ditemukan di bawah 10 kaki sedimen. Temuan ini juga menunjukkan bahwa mi berasal dari Asia, bukan Eropa.
"Data kami menunjukkan bahwa mi mungkin awalnya dibuat dari spesies rumput peliharaan asli China," kata Profesor Houyuan Lu. "Ini sangat kontras dengan mi China modern atau pasta Italia yang sebagian besar terbuat dari gandum," lanjutnya.
8. Proto pita
Pada Juli 2018, di perapian batu di Gurun Hitam Yordania, para arkeolog menemukan sepotong roti tertua yang pernah ditemukan. Roti pipih berusia 14.400 tahun itu tampak seperti pita, kecuali dibuat dari sereal liar yang mirip dengan barley, einkorn, dan oat.
Umbi dari tanaman air adalah bahan utama makanan ini. Yang disebut bisa memberi roti tersebut tekstur berpasir dan rasa asin.
Berkat penemuan mikrofosil jagung dan analisis tongkol, sekam, jumbai, dan batang jagung kuno yang ditemukan di Peru saat ini, Anda tahu bahwa makanan ringan ini telah menjadi kesenangan, bahkan favorit selama ribuan tahun, jauh sebelum industri film berkembang pesat.
Orang-orang di tempat yang sekarang disebut Peru makan popcorn dan makanan berbahan dasar jagung lainnya hingga 6.700 tahun yang lalu, dan para arkeolog percaya itu mungkin dianggap sebagai makanan lezat dalam budaya mereka.
10. Dendeng sapi
Berbagai jenis daging kering dan diawetkan telah dinikmati di seluruh dunia sepanjang sejarah, dari Mesir kuno, Roma hingga kerajaan Inka. Mungkin tidak mengherankan, peradaban Tiongkok awal juga memiliki versi camilan mereka sendiri.
Sama seperti penemuan sup tulang, dendeng sapi berusia 2.000 tahun digali dari sebuah makam di desa Wanli selama proyek penggalian yang dimulai pada tahun 2009. Selama ribuan tahun, dendeng itu berubah menjadi hijau tua yang kurang menggugah selera.