Jakarta, CNN Indonesia -- Meal preparation atau meal prep perlu dilakukan saat Ramadhan. Meal prep akan menghemat banyak waktu dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Secara umum, meal prep adalah konsep menyiapkan hidangan lebih awal. Dilansir dari Healthline, meal prep termasuk menyiapkan masakan matang yang bisa dihangatkan kapan pun, memasak satu hidangan dalam porsi besar dan disimpan sesuai takaran porsi (batch cooking), menyiapkan makanan per porsi dan disimpan di kulkas atau menyiapkan bahan siap olah (ready to cook ingredients).
Meal prep bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk Ramadhan. Konsep ini akan memangkas waktu menyiapkan menu berbuka dan sahur, hemat biaya serta mengurangi membuang makanan sisa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa tips meal prep Ramadhan
1. Cek stok bahan makanan
Mulai dengan cek stok bahan makanan di rumah. Menyambut Ramadhan bukan berarti Anda harus langsung belanja bahan kebutuhan selama sebulan. Cek stok terlebih dahulu untuk menghindari membeli bahan pangan berlebihan.
Bahan pangan yang layak dimiliki di rumah antara lain, beras, telur, juga aneka bumbu dapur. Untuk sayuran, buah juga bahan pangan yang tidak bisa disimpan terlalu lama bisa direncanakan tiap minggu.
2. Rencanakan menu
Anda tidak harus merencanakan menu harian selama Ramadhan penuh alias selama 30 hari. Seperti dilansir dari Mirchi Tales, cukup siapkan petunjuk sederhana berdasar apa yang sehari-hari dilakukan.
Apa yang biasanya disantap untuk sarapan? Menu-menu sarapan bisa dijadikan menu sahur atau sedikit lakukan modifikasi. Sarapan biasanya hanya roti dengan selai. Kemudian berikan bahan tambahan misal, roti isi dengan telur dan potongan selada plus tomat dan segelas susu.
Kemudian untuk tajil misal, segelas air putih dan kurma lalu diikuti makan malam setelah sembahyang.
Setelah tahu patokannya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti, apa Anda akan memisahkan menu sahur dan berbuka? Berapa jumlah anggota keluarga Anda? Berapa lama bisa menyiapkan makanan melihat jam kerja dan mobilitas sehari-hari? Apa Anda akan mengagendakan buka puasa di luar rumah?
Siap-siap Puasa, Ini Tips Meal Prep Praktis dan Antiribet
Foto: iStockphoto/fizkes
3. Mencoba menu baru
Biasanya Ramadhan jadi momen menu-menu sahur dan berbuka bertebaran di media sosial. Sah-sah saja untuk mencoba menu baru. Namun tetap dampingi dengan menu yang sehari-hari disantap keluarga.
Anda juga bisa memadukan masakan sendiri dengan menu siap santap yang dibeli dari restoran.
4. Buat daftar belanja
Semakin detail menu-menu yang akan disantap selama Ramadhan, semakin mudah menentukan daftar bahan yang musti dibeli.
Belanja untuk keperluan selama Ramadhan bisa dilakukan seminggu sekali apalagi jika bahan-bahan yang dibeli kebanyakan bahan-bahan segar seperti sayur, daging, dan buah.
Sementara membuat daftar belanja, Anda perlu memperhatikan ruang penyimpanan yang dimiliki. Bahan makanan biasanya akan diletakkan dalam wadah dan diletakkan di kulkas, freezer atau di area penyimpanan lain di luar kulkas. Bahan pangan yang dibeli harus bisa muat dalam ruang penyimpanan.
5. Waktu menyiapkan makanan
Selama Ramadhan, hanya ada dua sesi bersantap yakni sahur dan buka puasa. Keduanya punya waktu persiapan cukup berbeda di mana waktu persiapan menu sahur lebih sempit ketimbang buka puasa.
Anda perlu mempertimbangkan menu sahur yang praktis misalnya, makanan yang sudah diolah dan tinggal dipanaskan. Kemudian untuk buka puasa, Anda bisa memasak bahan-bahan yang sudah disiapkan di awal minggu.