Banyak Korban, Kenapa Masyarakat Masih Percaya Dukun Pengganda Uang?
CNN Indonesia
Kamis, 06 Apr 2023 18:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mbah Slamet, dukun pengganda uang yang beroperasi di Banjarnegara ditangkap aparat kepolisian karena terlibat kasus pembunuhan ( CNN Indonesia/Adi Maulana)
Ingin kaya dengan cara instan
Hal yang menjadi persoalan saat ini adalah keyakinan membabi buta terhadap dukun pengganda uang. Padahal sudah jelas, tak ada satupun dukun yang mengaku bisa menggandakan uang itu, benar-benar bisa melakukan hal tersebut.
Melihat fenomena ini, menurut Devie ada alasan yang jelas kenapa masyarakat masih banyak yang percaya dengan dukun pengganda uang. Hampir semua dari mereka yang akhirnya berinvestasi, tertarik memperkaya diri dengan cara mudah, instan, dan super cepat.
"Bukan karena masyarakat kita terbelakang, tapi yang jadi benang merah ini, semuanya terobsesi untuk memiliki uang banyak, bukan karena terdesak, tapi memang tergiur," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, korban dukun pengganda uang ini juga beragam. Bukan hanya dari kalangan menengah ke bawah, banyak juga korban yang justru berasal dari keluarga kaya, terdidik, dengan pengetahuan yang cukup luas.
"Sekali lagi, ya karena mereka tergiur, jadi tidak bisa dipukul rata bahwa korban biasanya orang miskin, orang dari daerah, tidak. Karena banyak juga yang kaya, dari kota besar, kota maju, yang ikut-ikutan," katanya.
Dukun pengganda uang tidak akan hilang begitu saja. Istilahnya, jika tertangkap satu, maka yang lain akan bermunculan Kembali. Untuk menghindarinya, tak ada jalan lain selain memperkuat diri.
Ingatlah bahwa tak ada cara instan apapun untuk memperbanyak uang yang Anda miliki. Meyakinkan diri bahwa iming-iming uang bisa digandakan adalah hal yang tidak mungkin terjadi.
"Harus sadar, itu kuncinya bahwa tak ada uang yang dihasilkan dengan cara mudah. Ingat, ini bukan kasus yang pertama, banyak kasusnya yang berujung kriminal," katanya.
Mbah Slamet, dukun pengganda uang yang beroperasi di Banjarnegara ditangkap aparat kepolisian karena terlibat kasus pembunuhan. Total korban yang telah dia bunuh sejak 2020 lalu ada 10 orang.
Korbannya pun berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Lampung dan wilayah lain di Indonesia.
Mbah Slamet memang tak melawan saat ditangkap aparat. Namun, dia mengaku hampir tak mengingat identitas para korban yang telah dia bunuh. Hal yang pasti adalah para korban ini merupakan 'pasien' yang mempercayakan uang mereka untuk digandakan oleh Mbah Slamet.
Fenomena musiman dukun pengganda uang
Fenomena dukun pengganda uang yang berakhir menjadi kasus kriminalitas, entah itu pembunuhan atau sekadar penipuan sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Kasus-kasus serupa sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.
Kasus pertama yang dilaporkan terkait dukun palsu ini terjadi pada 1980-an. Menariknya, meskipun terbukti selalu palsu, tapi para dukun ini selalu memiliki 'penggemarnya' sendiri.
Ada saja orang yang percaya dan rela menginvestasikan uang mereka. Agar beranak-pinak dalam waktu cepat.
Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengatakan kepercayaan terhadap klenik atau supranatural bisa dibilang hal yang biasa di masyarakat. Bukan hanya di Indonesia, keyakinan akan hal-hal yang astral, klenik, atau supranatural ini juga diyakini oleh masyarakat di berbagai penjuru dunia.
Bahkan, hampir 25 persen orang Amerika Serikat meyakini tentang hal-hal yang berbau supranatural, termasuk perdukunan. Maka, tak heran jika hal ini juga masih kental di masyarakat Indonesia.
"Kenyataanya, ini tak hanya di kita, tak hanya di Indonesia, tapi di berbagai negara di dunia, termasuk Amerika banyak yang masih percaya dengan klenik," kata Devie saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (5/4).
Banyak orang ingin kaya dengan instan.. baca di halaman selanjutnya
Ingin kaya dengan cara instan
Ilustrasi. Kasus dukun penggandaan uang yang berakhir jadi investasi bodong bukan pertama kali terjadi di Indonesia. (CNN Indonesia/Adi Maulana)
Ingin kaya dengan cara instan
Hal yang menjadi persoalan saat ini adalah keyakinan membabi buta terhadap dukun pengganda uang. Padahal sudah jelas, tak ada satupun dukun yang mengaku bisa menggandakan uang itu, benar-benar bisa melakukan hal tersebut.
Melihat fenomena ini, menurut Devie ada alasan yang jelas kenapa masyarakat masih banyak yang percaya dengan dukun pengganda uang. Hampir semua dari mereka yang akhirnya berinvestasi, tertarik memperkaya diri dengan cara mudah, instan, dan super cepat.
"Bukan karena masyarakat kita terbelakang, tapi yang jadi benang merah ini, semuanya terobsesi untuk memiliki uang banyak, bukan karena terdesak, tapi memang tergiur," kata dia.
Bahkan, korban dukun pengganda uang ini juga beragam. Bukan hanya dari kalangan menengah ke bawah, banyak juga korban yang justru berasal dari keluarga kaya, terdidik, dengan pengetahuan yang cukup luas.
"Sekali lagi, ya karena mereka tergiur, jadi tidak bisa dipukul rata bahwa korban biasanya orang miskin, orang dari daerah, tidak. Karena banyak juga yang kaya, dari kota besar, kota maju, yang ikut-ikutan," katanya.
Dukun pengganda uang tidak akan hilang begitu saja. Istilahnya, jika tertangkap satu, maka yang lain akan bermunculan Kembali. Untuk menghindarinya, tak ada jalan lain selain memperkuat diri.
Ingatlah bahwa tak ada cara instan apapun untuk memperbanyak uang yang Anda miliki. Meyakinkan diri bahwa iming-iming uang bisa digandakan adalah hal yang tidak mungkin terjadi.
"Harus sadar, itu kuncinya bahwa tak ada uang yang dihasilkan dengan cara mudah. Ingat, ini bukan kasus yang pertama, banyak kasusnya yang berujung kriminal," katanya.