David Beckham Cerita Hidup dengan OCD, Kenali Gejalanya dengan Tepat
CNN Indonesia
Selasa, 02 Mei 2023 09:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
OCD yang dialami David Beckham membuatnya kelelahan karena kerap membersihkan rumah di malam hari. (AFP/KARIM JAAFAR)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesepak bola David Beckham baru-baru ini mengaku hidup dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Kondisi ini membuatnya selalu berusaha membersihkan rumah saat seluruh anggota keluarganya tidur di malam hari.
Untuk mengetahui lebih lanjut, kenali beberapa gejala OCD seperti yang dialami David Beckham. Perlu diketahui, tak semua OCD membuat pengidapnya jadi getol bersih-bersih.
Mengutip The Guardian, Beckham membahas pengalamannya hidup dengan OCD dalam sebuah serial dokumenter Netflix yang akan dirilis beberapa waktu mendatang. Dokumenter itu akan mengisahkan kehidupan pribadi dan karier seorang David Beckham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam salah satu adegan, Beckham menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan dan menata rumahnya.
"Saat seorang orang tidur, saya berkeliling, membersihkan lilin, mengatur lampu, memastikan semua tempat rapi. Saya benci bangun dan turun [ke ruangan] di pagi hari lalu ada cangkir dan piring [tergeletak]," ujar atlet berusia 47 tahun ini.
Tak cuma itu, Beckham juga mengaku kelelahan dengan kegiatan bersih-bersih rumah di malam hari ini.
Gejala OCD seperti yang dialami David Beckham
OCD seperti yang dialami David Beckham adalah kondisi mental yang membuat pengidapnya memiliki pikiran dan dorongan berulang yang tak bisa dikontrol (obsesif), serta munculnya perilaku kompulsif.
Di tengah masyarakat awam, OCD kerap dikaitkan dengan kesukaan seseorang terhadap kebersihan. Siapa pun yang terobsesi pada kebersihan bakal serta merta dipandang sebagai OCD.
Padahal, faktanya OCD tak sekadar tergila-gila pada kebersihan.
"Kondisi seperti ini [OCD] sebenarnya bukan hanya berkaitan dengan kebersihan saja, tapi dengan gejala lain misal menghitung berulang, mengecek berulang," ujar dokter spesialis kesehatan jiwa di RS EMC Alam Sutera Andri, dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Mengutip Mayo Clinic, seseorang disebut mengidap OCD jika kebiasaan berulang yang dilakukannya telah dirasa mengganggu hingga menimbulkan kecemasan.
Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai gejala OCD seperti yang dialami David Beckham di halaman selanjutnya.
Gejala obsesi
Obsesi sendiri adalah pikiran, desakan, atau gambaran berulang yang bisa menyebabkan kecemasan. Obsesi biasanya berlangsung dalam beberapa hal seperti berikut:
- takut terkontaminasi atau kotor, - ragu atau sulit menoleransi ketidakpastian, - membutuhkan sesuatu yang teratur dan simetris, - pikiran agresif tentang kehilangan kendali dan melukai diri sendiri.
Berikut contoh dan tanda obsesi:
- takut terkontaminasi dengan menyentuh benda yang disentuh orang lain, - ragu telah mengunci pintu atau mematikan kompor, - stres saat sesuatu berjalan tidak teratur, - pikiran tentang tindakan tidak pantas di depan umum, - gambaran seksual yang tidak menyenangkan, - menghindari situasi yang dapat memicu obsesi, seperti berjabat tangan.
Kompulsi adalah perilaku berulang yang dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan terkait obsesi di atas.
Seperti obsesi, kompulsi biasanya berlangsung dengan beberapa hal seperti membersihkan, memeriksa berulang, perhitungan, membuat keteraturan, menjalani rutinitas yang ketat, serta menuntut kepastian.
Berikut contoh dan tanda kompulsi:
- mencuci tangan sampai kulit jadi rusak, - memeriksa pintu berulang kali untuk memastikan terkunci dengan baik, - memeriksa kompor berulang kali untuk memastikan telah dimatikan dengan baik, - menghitung dalam pola tertentu, - mengulangi doa, kata, atau frase tertentu, - mengatur barang-barang menghadap ke arah yang sama.
Namun, perlu dicatat bahwa gejala OCD seperti yang dialami David Beckham ini akan hadir bervariasi dengan tingkat keparahan yang berbeda. Jenis obsesi dan kompulsi yang dialmi juga bisa berubah seiring waktu berjalan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesepak bola David Beckham baru-baru ini mengaku hidup dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Kondisi ini membuatnya selalu berusaha membersihkan rumah saat seluruh anggota keluarganya tidur di malam hari.
Untuk mengetahui lebih lanjut, kenali beberapa gejala OCD seperti yang dialami David Beckham. Perlu diketahui, tak semua OCD membuat pengidapnya jadi getol bersih-bersih.
Mengutip The Guardian, Beckham membahas pengalamannya hidup dengan OCD dalam sebuah serial dokumenter Netflix yang akan dirilis beberapa waktu mendatang. Dokumenter itu akan mengisahkan kehidupan pribadi dan karier seorang David Beckham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam salah satu adegan, Beckham menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan dan menata rumahnya.
"Saat seorang orang tidur, saya berkeliling, membersihkan lilin, mengatur lampu, memastikan semua tempat rapi. Saya benci bangun dan turun [ke ruangan] di pagi hari lalu ada cangkir dan piring [tergeletak]," ujar atlet berusia 47 tahun ini.
Tak cuma itu, Beckham juga mengaku kelelahan dengan kegiatan bersih-bersih rumah di malam hari ini.
Gejala OCD seperti yang dialami David Beckham
OCD seperti yang dialami David Beckham adalah kondisi mental yang membuat pengidapnya memiliki pikiran dan dorongan berulang yang tak bisa dikontrol (obsesif), serta munculnya perilaku kompulsif.
Di tengah masyarakat awam, OCD kerap dikaitkan dengan kesukaan seseorang terhadap kebersihan. Siapa pun yang terobsesi pada kebersihan bakal serta merta dipandang sebagai OCD.
Padahal, faktanya OCD tak sekadar tergila-gila pada kebersihan.
"Kondisi seperti ini [OCD] sebenarnya bukan hanya berkaitan dengan kebersihan saja, tapi dengan gejala lain misal menghitung berulang, mengecek berulang," ujar dokter spesialis kesehatan jiwa di RS EMC Alam Sutera Andri, dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Mengutip Mayo Clinic, seseorang disebut mengidap OCD jika kebiasaan berulang yang dilakukannya telah dirasa mengganggu hingga menimbulkan kecemasan.
Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai gejala OCD seperti yang dialami David Beckham di halaman selanjutnya.
Gejala OCD
Ilustrasi. Gejala OCD seperti yang dialami David Beckham tak cuma sekadar bersih-bersih. (iStockphoto)
Gejala obsesi
Obsesi sendiri adalah pikiran, desakan, atau gambaran berulang yang bisa menyebabkan kecemasan. Obsesi biasanya berlangsung dalam beberapa hal seperti berikut:
- takut terkontaminasi atau kotor, - ragu atau sulit menoleransi ketidakpastian, - membutuhkan sesuatu yang teratur dan simetris, - pikiran agresif tentang kehilangan kendali dan melukai diri sendiri.
Berikut contoh dan tanda obsesi:
- takut terkontaminasi dengan menyentuh benda yang disentuh orang lain, - ragu telah mengunci pintu atau mematikan kompor, - stres saat sesuatu berjalan tidak teratur, - pikiran tentang tindakan tidak pantas di depan umum, - gambaran seksual yang tidak menyenangkan, - menghindari situasi yang dapat memicu obsesi, seperti berjabat tangan.
Kompulsi adalah perilaku berulang yang dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan terkait obsesi di atas.
Seperti obsesi, kompulsi biasanya berlangsung dengan beberapa hal seperti membersihkan, memeriksa berulang, perhitungan, membuat keteraturan, menjalani rutinitas yang ketat, serta menuntut kepastian.
Berikut contoh dan tanda kompulsi:
- mencuci tangan sampai kulit jadi rusak, - memeriksa pintu berulang kali untuk memastikan terkunci dengan baik, - memeriksa kompor berulang kali untuk memastikan telah dimatikan dengan baik, - menghitung dalam pola tertentu, - mengulangi doa, kata, atau frase tertentu, - mengatur barang-barang menghadap ke arah yang sama.
Namun, perlu dicatat bahwa gejala OCD seperti yang dialami David Beckham ini akan hadir bervariasi dengan tingkat keparahan yang berbeda. Jenis obsesi dan kompulsi yang dialmi juga bisa berubah seiring waktu berjalan.