Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini umat Kristiani merayakan hari Kenaikan Yesus. Para murid kembali harus berpisah dengan Sang Guru. Namun perpisahan ini bukan tanpa warisan.
Dalam renungan kali ini, Anda diajak untuk menilik kembali pesan dan penghiburan Yesus sebelum ia pergi.
Bacaan I
Kisah Para Rasul 1: 1-11
Hai, Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu, berkat kuasa Roh Kudus, Ia telah memberi perintah kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah penderitaan-Nya selesai, Ia menampakkan diri kepada mereka, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
Pada suatu hari, ketika makan bersama-sama dengan mereka, Yesus melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa yang "telah kamu dengar dari pada-Ku". Sebab, beginilah kata-Nya, "Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ, "Tuhan, pada masa inikah Engkau mau memulihkan Kerajaan bagi Israel?" jawab-Nya, "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
Tetapi, kamu akan menerima kuasa, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi." Sesudah mengatakan demikian, terangkatlah Yesus disaksikan oleh murid-murid-Nya, sampai awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Yesus naik, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri menatap ke langit?
Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Injil
Matius 28: 16-20
Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, kesebelas murid berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Yesus mendekati mereka dan berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan Hari Kenaikan Yesus 18 Mei 2023
Ilustrasi. Hari ini umat Kristiani merayakan hari Kenaikan Yesus. Para murid kembali harus berpisah dengan Sang Guru. Namun perpisahan ini bukan tanpa warisan. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Renungan Hari Kenaikan Yesus 18 Mei 2023
Yesus memang bangkit. Selama 40 hari setelah wafat dan kebangkitan-Nya, Yesus beberapa kali muncul di hadapan para murid. Bahkan Ia memperbolehkan murid-murid-Nya untuk membuktikan bahwa diri-Nya benar-benar hidup, bukan sekadar hantu atau penampakan.
Akan tetapi, kebersamaan Yesus dan para murid harus kembali usai. Tubuh Yesus terangkat ke langit dan meninggalkan murid-murid yang terpaku dan menatap ke atas.
Pun tatapan itu tak berhenti meski Sang Guru telah hilang dari pandangan dan tertutup awan. Beruntung mereka diingatkan oleh orang berpakaian putih.
"Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga."
Pengalaman ditinggalkan tentu bukan pengalaman menyenangkan. Para murid harus mengalaminya bahkan sampai dua kali. Pertama, kala Yesus wafat di salib. Kemudian, saat Yesus naik ke surga yang dikenang umat Kristiani hari ini.
Hanya saja, apa murid-murid lantas fokus pada bagian sedihnya ditinggalkan? Tentunya tidak. Ada pesan Yesus yang jelas mereka dengar jelang kepergian-Nya.
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu."
Pesan-Nya mudah didengar tapi memang berat dijalankan. Anda tentu membayangkan, tidak mungkin membaptis orang sembarangan atau meminta orang untuk percaya pada Yesus begitu saja. Padahal ada satu pesan yang rasanya mudah dicerna yakni "ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu."
Selama bersama Yesus, para murid dibekali banyak hal. Tak sekadar ajaran lisan, tetapi juga langsung praktik. Yesus berkali-kali memberikan contoh perbuatan kasih, perbuatan yang berkenan di hadapan Bapa.
Anda memang tidak sedang mengajarkan orang perbuatan kasih, tapi dengan berbuat kasih, Anda sudah jadi saksi-Nya.
Kemudian ada satu pesan lagi yang tak kalah dahsyat yakni,
"Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman."
Perbuatan kasih tidak lantas membuat orang disukai, didukung atau dipuji. Kadang umat Tuhan harus menghadapi cibiran, dianggap cari muka atau disebut 'demi konten'. Namun apa yang terjadi? Tuhan tetap menyertai bahkan sampai akhir zaman.
Lalu, apa yang Anda takutkan?