Jakarta, CNN Indonesia -- Perayaan Pentakosta merupakan perayaan turunnya Roh Kudus atas para rasul. Roh Kudus juga turun atas umat Tuhan dan memungkinkan umat-Nya menebar ajaran cinta kasih dalam sikap, perkataan dan perbuatan.
Simak bacaan pertama hingga bacaan Injil untuk semakin memahami maksud Tuhan dalam hidup.
Bacaan I
Kisah Para Rasul 2: 1-11
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene.
Pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Injil
Yohanes 20: 19-23
Ketika Hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan Hari Raya Pentakosta, 28 Mei 2023
Foto: iStockphoto/thanasus
Renungan Hari Raya Pentakosta, 28 Mei 2023
Hari ini umat Katolik merayakan hari raya Pentakosta. Roh Kudus turun atas para rasul. Dikisahkan dalam bacaan pertama, orang-orang yang mendengar ajaran para rasul, menangkap ajaran itu sesuai bahasa yang mereka pahami.
"Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?"
Dalam kehidupan sehari-hari, pasti Anda cukup heran dengan orang asing yang bisa berbincang dalam bahasa Indonesia. Tak sekadar bahasa Indonesia baku, tapi ada yang sampai bisa bahasa gaul dan akrab di telinga.
Rasa heran ini kadang bercampur kagum sebab bukan hal mudah mempelajari bahasa lain, terlebih tak ada penutur bahasa Indonesia di tempat asal mereka.
Barangkali ini yang dirasakan masyarakat waktu para rasul mengajar dan ajaran tersebut bisa dipahami dengan bahasa setempat. Roh Kudus-lah yang membuat semua itu mungkin. Ingat, tentu para rasul tidak sempat les bahasa seperti zaman sekarang.
Lantas, apa relevansinya di masa sekarang?
Anda hidup di tengah lingkungan yang heterogen. Tidak semua orang beragama Katolik dan tidak semua orang meyakini Kristus sebagai penyelamat dunia. Namun menerangkan iman kepercayaan dan jadi saksi Kristus tidak harus dengan ceramah, khotbah di sela obrolan santai.
Cermin tindakan, sikap dan perkataan Anda adalah kekuatan untuk jadi saksi Kristus dan menebarkan ajaran cinta kasih seperti yang sudah dicontohkan Yesus.
Perbuatan kasih, misal, tidak mengenal bahasa. Orang akan merasakan kehangatan saat Anda mendengarkan dan berusaha memahami keluh kesahnya tanpa menghakimi.
Anda sulit berkomunikasi dengan bahasa asing, tapi masih mau berusaha membantu orang yang kesulitan menemukan suatu lokasi. Hal ini juga cermin cinta kasih.
Perayaan Pentakosta yang didahului dengan Novena Roh Kudus akan memantapkan perjalanan Anda dalam menebar ajaran-Nya. Roh Kudus akan menuntun dan jadi simbol penyertaan Yesus.
Anda tentu ingat sebelum kenaikan-Nya, Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai sampai akhir zaman. Dia tidak main-main dengan janji-Nya.
Oleh karenanya, mohon pada Tuhan agar Roh Kudus juga memimpin jalan, menyertai dan menjauhkan dari pikiran atau niat buruk.