Pria AS Buat 'Negara' Sendiri Usai Berhasil Keliling Dunia
CNN Indonesia
Sabtu, 10 Jun 2023 17:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pria asal AS mendirikan negara sendiri, Slowjamastan, setelah mengaku kehabisan destinasi wisata karena telah mengelilingi dunia. (Republic of Slowjamastan Ministry of Communications)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pria asal San Diego, Amerika Serikat Randy Williams berniat membangun 'negara' baru setelah menghabiskan hidupnya dengan mencoba mengunjungi setiap negara di dunia yang secara sah diakui PBB.
Randy Williams memutuskan membeli sebidang tanah gersang seluas 11,07 hektar di padang pasir California untuk membangun "negara" baru yang dinamai sesuai dengan acara radionya, yakni Slowjamastan.
"Saya kehabisan negara, jadi saya menciptakan negara saya sendiri," kata Randy Williams seperti diberitakan CNN pada Kamis (8/6).
Mengenakan setelan jas dan kacamata hitam terbaiknya, Williams secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan "negara"-nya dari AS pada pukul 12.26 siang setempat pada 1 Desember 2021.
Pemisahan diri dari AS itu ia juga siarkan langsung dari "kantor" pemerintahan terbuka di Dublandia, ibu kota Republik Slowjamastan.
Dua tahun berlalu, Republik ini juga memiliki semua ciri khas negara-bangsa yang masih muda, seperti menerbitkan paspor, mengibarkan benderanya, mencetak mata uang yang disebut dengan ruble, dan memiliki lagu kebangsaan yang dimainkan pada acara-acara kenegaraan.
Semua ciri khas tersebut dijalankan meskipun Williams telah mengeluarkan lebih dari beberapa undang-undang yang aneh, seperti melarang penggunaan sepatu Crocs.
Republik Slowjamastan bahkan mengklaim sudah memiliki lebih dari 500 warga negara yang terdaftar, sementara 4.500 lainnya dikatakan telah disetujui secara bersyarat atau sedang mengantre untuk mendapatkan kewarganegaraan.
Kini, setelah Williams menyelesaikan target seumur hidupnya untuk mengunjungi setiap negara di dunia, ia mengundang para wisatawan untuk mengunjungi Republik Slowjamastan. Sebab, ia berencana menciptakan "bangsa mikro" terkemuka di dunia.
"Ketika saya tidak siaran, saya mungkin bepergian ke negara yang belum pernah didengar orang," kata Williams kepada CNN tidak lama sebelum melakukan perjalanan ke Turkmenistan, negara terakhir dalam daftar 193 negara yang diakui PBB.
"Salah satu alasan saya menciptakan Slowjamastan adalah karena, setelah 193 negara, saya ingin negara ke-194!"
Papan tanda masuk negara Slowjamastan yang didirikan Randy Williams. (Tangkapan layar web slowjamastan.org)
Bernama resmi The United Territories of The Sovereign Nation of The People's Republic of Slowjamastan, "negara" yang dideklarasikan sendiri oleh Williams ini terletak di Rute 78 Negara Bagian California, sekitar dua setengah jam berkendara ke arah barat laut San Diego.
Sebidang tanah kecil itu tidak lebih dari gurun. Namun, Williams telah mendirikan tanda "Selamat Datang di Slowjamastan" yang sangat besar di tepi jalan raya.
Dia juga membangun pos pengawasan perbatasan dan mengibarkan bendera Slowjamastan yang berwarna-warni di atas kantor kementeriannya, yang saat ini terbuka untuk umum.
Williams terinspirasi menciptakan negaranya sendiri setelah mengunjungi berbagai bangsa mikro, wilayah yang dideklarasikan sendiri dan sering kali dipimpin para pemimpin yang eksentrik, dalam perjalanan keliling dunianya.
Pada Agustus 2021, Williams mengunjungi Republik Molossia, sebuah negara mikro seluas 11,3 hektar di Nevada yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Amerika Serikat pada 1998, di mana ia diberi tur pribadi oleh "Yang Mulia Presiden Kevin Baugh."
Dia belajar tentang "perang" yang sedang berlangsung di Republik Molossia dengan Jerman Timur yang sekarang sudah tidak ada lagi, termasuk mata uang lokalnya (valora) memiliki adonan kue chocolate chip, bukan emas, dan mendapatkan stempel paspor dan fotonya diambil di "perbatasan" dengan AS.
Lanjut ke sebelah...
Ketika kembali ke San Diego, Williams segera mulai menyusun rencana besar untuk bangsa mikronya sendiri. Hingga Oktober 2021, ia membeli sebidang tanah seharga US$19.000 atau sekitar Rp282 juta dan mendeklarasikan kemerdekaan Slowjamastan pada Desember 2021.
"Kami adalah kediktatoran hampir sepanjang waktu," kata Williams, saat menjelaskan sistem "pemerintahan" Republiknya.
"Kadang-kadang, kami mengadakan upacara pemungutan suara dan referendum khusus. Baru-baru ini, saya mengizinkan warga negara ini untuk memilih apa yang seharusnya menjadi buah, olahraga, dan bahkan nama hewan nasional kami."
Di negara buatannya sendiri, Williams melarang penggunaan sepatu Crocs, rap bergumam, dan orang-orang yang meletakkan kaki mereka di atas dashboard mobil.
Warga dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan dan posisi kabinet melalui situs web Slowjamastan, dan terbukti sangat populer, dengan tumpukan aplikasi yang jumlahnya mencapai ribuan.
Kini, ia juga membuka perbatasannya untuk turis. Williams mengatakan kegiatan paling populer yang bisa dilakukan di negaranya adalah berswafoto di depan papan nama Slowjamastan, mengunjungi Independence Square, dan mencari rakun Slowjamastan yang sulit ditemukan, hewan nasionalnya.
Rencana besar Williams berikutnya adalah mengumpulkan dana untuk membangun sungai, peternakan armadillo, tempat makan Mongolian BBQ sepuasnya dan, tentu saja, patung atau monumen raksasa Pemimpin Besar yang adalah dirinya sendiri.
"Kami juga menyelenggarakan beberapa kegiatan sepanjang tahun, termasuk kesempatan mendapatkan stempel paspor Slowjamastani, ikut serta dalam peringatan negara bagian baru, dan bahkan bertemu dengan sultan."
Dia menyewa "penjaga perbatasan" dan mengelilingi dirinya dengan "keamanan" ketika dia mengadakan acara di Republik Slowjamastan dan memberlakukan daftar larangan yang harus diikuti oleh semua warga negara dan pengunjung untuk menghindari "pengasingan."
Randy Williams, pendiri Slowjamastan. (Tangkapan layar web slowjamastan.org)
Williams mengatakan sedang berusaha menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. Dia juga telah mendapatkan cap paspor Slowjamastan dari 16 negara yang berbeda dalam perjalanannya baru-baru ini, termasuk Afrika Selatan, Selandia Baru, Vanuatu, dan Amerika Serikat.
Dia menjelaskan bahwa Slowjamastan secara teknis memenuhi kriteria negara-bangsa yang berdaulat seperti yang didefinisikan oleh Konvensi Montevideo 1933, yang biasanya disebut sebagai definisi terbaik dari sebuah negara.
Konvensi Montevideo mengharuskan sebuah negara untuk memiliki populasi permanen, wilayah yang jelas, pemerintahan dan kapasitas untuk menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain. Semua prasyarat yang menurut Williams telah dipenuhi oleh Republik Slowjamastan.
Tahap selanjutnya adalah harus mendapatkan pengakuan atas pemisahan diri mikronya dari AS, meskipun hal itu mungkin sedikit mengada-ada bahkan bagi Williams.
"Saya sedikit frustrasi untuk mengakui bahwa, meskipun telah mengirim email dan DM kepada Presiden Biden di Facebook, Twitter, Instagram, dan MySpace, pesan-pesan kami tidak terbaca," jelas Williams.
"Mungkin pesan-pesan itu tersangkut di folder spam-nya. Kami akan meneruskannya."
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pria asal San Diego, Amerika Serikat Randy Williams berniat membangun 'negara' baru setelah menghabiskan hidupnya dengan mencoba mengunjungi setiap negara di dunia yang secara sah diakui PBB.
Randy Williams memutuskan membeli sebidang tanah gersang seluas 11,07 hektar di padang pasir California untuk membangun "negara" baru yang dinamai sesuai dengan acara radionya, yakni Slowjamastan.
"Saya kehabisan negara, jadi saya menciptakan negara saya sendiri," kata Randy Williams seperti diberitakan CNN pada Kamis (8/6).
Mengenakan setelan jas dan kacamata hitam terbaiknya, Williams secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan "negara"-nya dari AS pada pukul 12.26 siang setempat pada 1 Desember 2021.
Pemisahan diri dari AS itu ia juga siarkan langsung dari "kantor" pemerintahan terbuka di Dublandia, ibu kota Republik Slowjamastan.
Dua tahun berlalu, Republik ini juga memiliki semua ciri khas negara-bangsa yang masih muda, seperti menerbitkan paspor, mengibarkan benderanya, mencetak mata uang yang disebut dengan ruble, dan memiliki lagu kebangsaan yang dimainkan pada acara-acara kenegaraan.
Semua ciri khas tersebut dijalankan meskipun Williams telah mengeluarkan lebih dari beberapa undang-undang yang aneh, seperti melarang penggunaan sepatu Crocs.
Republik Slowjamastan bahkan mengklaim sudah memiliki lebih dari 500 warga negara yang terdaftar, sementara 4.500 lainnya dikatakan telah disetujui secara bersyarat atau sedang mengantre untuk mendapatkan kewarganegaraan.
Kini, setelah Williams menyelesaikan target seumur hidupnya untuk mengunjungi setiap negara di dunia, ia mengundang para wisatawan untuk mengunjungi Republik Slowjamastan. Sebab, ia berencana menciptakan "bangsa mikro" terkemuka di dunia.
"Ketika saya tidak siaran, saya mungkin bepergian ke negara yang belum pernah didengar orang," kata Williams kepada CNN tidak lama sebelum melakukan perjalanan ke Turkmenistan, negara terakhir dalam daftar 193 negara yang diakui PBB.
"Salah satu alasan saya menciptakan Slowjamastan adalah karena, setelah 193 negara, saya ingin negara ke-194!"
Papan tanda masuk negara Slowjamastan yang didirikan Randy Williams. (Tangkapan layar web slowjamastan.org)
Bernama resmi The United Territories of The Sovereign Nation of The People's Republic of Slowjamastan, "negara" yang dideklarasikan sendiri oleh Williams ini terletak di Rute 78 Negara Bagian California, sekitar dua setengah jam berkendara ke arah barat laut San Diego.
Sebidang tanah kecil itu tidak lebih dari gurun. Namun, Williams telah mendirikan tanda "Selamat Datang di Slowjamastan" yang sangat besar di tepi jalan raya.
Dia juga membangun pos pengawasan perbatasan dan mengibarkan bendera Slowjamastan yang berwarna-warni di atas kantor kementeriannya, yang saat ini terbuka untuk umum.
Williams terinspirasi menciptakan negaranya sendiri setelah mengunjungi berbagai bangsa mikro, wilayah yang dideklarasikan sendiri dan sering kali dipimpin para pemimpin yang eksentrik, dalam perjalanan keliling dunianya.
Pada Agustus 2021, Williams mengunjungi Republik Molossia, sebuah negara mikro seluas 11,3 hektar di Nevada yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Amerika Serikat pada 1998, di mana ia diberi tur pribadi oleh "Yang Mulia Presiden Kevin Baugh."
Dia belajar tentang "perang" yang sedang berlangsung di Republik Molossia dengan Jerman Timur yang sekarang sudah tidak ada lagi, termasuk mata uang lokalnya (valora) memiliki adonan kue chocolate chip, bukan emas, dan mendapatkan stempel paspor dan fotonya diambil di "perbatasan" dengan AS.
Pria asal AS mendirikan negara sendiri, Slowjamastan, setelah mengaku kehabisan destinasi wisata karena telah mengelilingi dunia. (Tangkapan layar web slowjamastan.org)
Ketika kembali ke San Diego, Williams segera mulai menyusun rencana besar untuk bangsa mikronya sendiri. Hingga Oktober 2021, ia membeli sebidang tanah seharga US$19.000 atau sekitar Rp282 juta dan mendeklarasikan kemerdekaan Slowjamastan pada Desember 2021.
"Kami adalah kediktatoran hampir sepanjang waktu," kata Williams, saat menjelaskan sistem "pemerintahan" Republiknya.
"Kadang-kadang, kami mengadakan upacara pemungutan suara dan referendum khusus. Baru-baru ini, saya mengizinkan warga negara ini untuk memilih apa yang seharusnya menjadi buah, olahraga, dan bahkan nama hewan nasional kami."
Di negara buatannya sendiri, Williams melarang penggunaan sepatu Crocs, rap bergumam, dan orang-orang yang meletakkan kaki mereka di atas dashboard mobil.
Warga dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan dan posisi kabinet melalui situs web Slowjamastan, dan terbukti sangat populer, dengan tumpukan aplikasi yang jumlahnya mencapai ribuan.
Kini, ia juga membuka perbatasannya untuk turis. Williams mengatakan kegiatan paling populer yang bisa dilakukan di negaranya adalah berswafoto di depan papan nama Slowjamastan, mengunjungi Independence Square, dan mencari rakun Slowjamastan yang sulit ditemukan, hewan nasionalnya.
Rencana besar Williams berikutnya adalah mengumpulkan dana untuk membangun sungai, peternakan armadillo, tempat makan Mongolian BBQ sepuasnya dan, tentu saja, patung atau monumen raksasa Pemimpin Besar yang adalah dirinya sendiri.
"Kami juga menyelenggarakan beberapa kegiatan sepanjang tahun, termasuk kesempatan mendapatkan stempel paspor Slowjamastani, ikut serta dalam peringatan negara bagian baru, dan bahkan bertemu dengan sultan."
Dia menyewa "penjaga perbatasan" dan mengelilingi dirinya dengan "keamanan" ketika dia mengadakan acara di Republik Slowjamastan dan memberlakukan daftar larangan yang harus diikuti oleh semua warga negara dan pengunjung untuk menghindari "pengasingan."
Randy Williams, pendiri Slowjamastan. (Tangkapan layar web slowjamastan.org)
Williams mengatakan sedang berusaha menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. Dia juga telah mendapatkan cap paspor Slowjamastan dari 16 negara yang berbeda dalam perjalanannya baru-baru ini, termasuk Afrika Selatan, Selandia Baru, Vanuatu, dan Amerika Serikat.
Dia menjelaskan bahwa Slowjamastan secara teknis memenuhi kriteria negara-bangsa yang berdaulat seperti yang didefinisikan oleh Konvensi Montevideo 1933, yang biasanya disebut sebagai definisi terbaik dari sebuah negara.
Konvensi Montevideo mengharuskan sebuah negara untuk memiliki populasi permanen, wilayah yang jelas, pemerintahan dan kapasitas untuk menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain. Semua prasyarat yang menurut Williams telah dipenuhi oleh Republik Slowjamastan.
Tahap selanjutnya adalah harus mendapatkan pengakuan atas pemisahan diri mikronya dari AS, meskipun hal itu mungkin sedikit mengada-ada bahkan bagi Williams.
"Saya sedikit frustrasi untuk mengakui bahwa, meskipun telah mengirim email dan DM kepada Presiden Biden di Facebook, Twitter, Instagram, dan MySpace, pesan-pesan kami tidak terbaca," jelas Williams.
"Mungkin pesan-pesan itu tersangkut di folder spam-nya. Kami akan meneruskannya."