Evolusi Louis Vuitton dalam Debut Koleksi Pharrell Williams
Fandi Stuerz | CNN Indonesia
Rabu, 21 Jun 2023 09:33 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pharrell Williams pamerkan debut karyanya bersama Louis Vuitton. (AP/Christophe Ena)
Paris, CNN Indonesia --
Musisi dan desainer Pharrell Williams menggelar debutnya bersama Louis Vuitton untuk koleksi Spring/Summer 2024 di Pont Neuf, Paris, Prancis, Selasa (20/6) malam.
Pertunjukan dibuka dengan latar belakang jembatan Pont Neuf yang megah, yang terkenal dengan keindahan dan makna sejarahnya. Tak lupa juga pendar cahaya Menara Eiffel dari kejauhan.
Untuk mencapai Pont Neuf, pengunjung diharuskan menaiki perahu dari Promenade Edouard Glissant. Moda transportasi unik ini menjadi pembuka sebuah pengalaman luar biasa bagi para tamu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam koleksi perdananya, Williams membawa sensibilitasnya akan fesyen dan estetika yang kuat.
Koleksi ini dibuka dengan sebuah setelan berwarna hijau pistachio dengan celana sepanjang lutut, lengkap dengan dasi bermotif damier dan sepatu bot. Motif dari koleksi ini merupakan perpaduan dari pola damier dan monogram khas Louis Vuitton, bersama dengan kamuflase berpiksel dalam nuansa hijau.
Penggabungan desain ini menambahkan keunggulan kontemporer dan urban pada estetika klasik Louis Vuitton, yang mencerminkan visi artistik modern dari seorang Pharrell Williams.
Jaket shearling berwarna hijau dipadankan dengan celana kulot cokelat tua. Trench coat berwarna merah berbahan kulit epi, varsity jacket biru berbahan kulit buaya, hingga sandal rumah berbahan bulu menjadi elemen-elemen terpisah yang bersama-sama membangun sebuah koleksi yang diibaratkan puzzle.
"Banyak segi, layaknya sifat dan keberadaan manusia", terang Williams pada CNNIndonesia.com seusai show.
Siluet yang ditampilkan dalam koleksi ini beragam, mulai dari setelan jas formal hingga streetwear yang tampak rileks. Setiap ansambel mencerminkan perpaduan mode kelas atas dan gaya yang sedikit eksentrik, menangkap esensi dari visi artistik Williams.
Trunks, koper yang menjadi simbol klasik Louis Vuitton, hadir dalam berbagai bentuk dan warna sepanjang pertunjukan. Williams tampaknya paham betul bahwa item klasik satu ini jadi bagian yang esensial dari Louis Vuitton.
Pharrell Williams pamerkan debut karyanya bersama Louis Vuitton. (AP/Christophe Ena)
Dua mobil cart bahkan digunakan untuk menampilkan trunk di atas runway, yang menarik perhatian penonton dan menekankan signifikansinya dalam koleksi.
Tak cuma menghadirkan koleksi yang sangat khas, Williams juga memboyong sederet teman dan kolaborator kelas dunia dalam pertunjukan koleksi ini.
Barisan depan dihiasi dengan sederet bintang. Beyoncé, Jay-Z, Kim Kardashian, Jared Leto, Lewis Hamilton, Kelly Rowland, Zendaya, dan tampak memeriahkan debut Williams tersebut.
Tak lupa juga sosok ternama dalam dunia fesyen seperti Nigo, desainer label Kenzo yang juga menjadi kolaborator dalam koleksi ini, serta sejumlah nama lainnya.
Simak ulasan selengkapnya di halaman berikutnya..
Williams dan timnya bekerja secara kolaboratin dengan 55 departemen berbeda, mulai dari perajin kulit hingga pembuat koper untuk menghidupkan koleksi ini. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen mereka terhadap craftsmanship dan perhatian terhadap detail.
Salah satu aspek penting dari koleksi ini adalah sejarah yang ada di baliknya. Williams adalah orang kulit hitam kedua yang memimpin Louis Vuitton Men setelah Virgil Abloh.
"Semangatnya [Virgil Abloh] masih ada di sini, dan sekarang saya di sini. Itu tidak menghilangkan apa pun dari masa lalu. Ini adalah sebuah perkembangan," ujar Williams dalam mengenang Virgil Abloh.
Sejarah Williams dengan rumah mode Louis Vuitton dimulai pada tahun 2000-an, dengan kolaborasinya bersama Marc Jacobs dalam menciptakan kacamata. Williams juga menjadi komposer untuk musik di show ini.
Kala itu, Williams menggandeng grup paduan suara yang menjadikan show ini begitu kompleks, multisensori, dan nyaris religius.
Dan seolah belum lengkap kini, Williams naik ke panggung usai show bersama Jay-Z untuk sebuah penampilan yang energik. Keduanya membawakan nomor-nomor lagu hit seperti "GiveIt Me", "Frontin", dan beberapa lainnya yang berhasil membuat penonton bersorak.
Secara keseluruhan, debut Williams dalam Louis Vuitton Men ini merupakan pertunjukan seni, keahlian, dan signifikansi multi-kultur yang menakjubkan.
Visi unik Williams dikombinasikan dengan dukungan para ahli atelier Louis Vuitton menghasilkan koleksi perpaduan tradisi dan kontemporer.
Pertunjukan ini tidak hanya mengukir sejarah, tetapi juga menandai momen evolusi dan inklusivitas dalam industri mode.
Paris, CNN Indonesia --
Musisi dan desainer Pharrell Williams menggelar debutnya bersama Louis Vuitton untuk koleksi Spring/Summer 2024 di Pont Neuf, Paris, Prancis, Selasa (20/6) malam.
Pertunjukan dibuka dengan latar belakang jembatan Pont Neuf yang megah, yang terkenal dengan keindahan dan makna sejarahnya. Tak lupa juga pendar cahaya Menara Eiffel dari kejauhan.
Untuk mencapai Pont Neuf, pengunjung diharuskan menaiki perahu dari Promenade Edouard Glissant. Moda transportasi unik ini menjadi pembuka sebuah pengalaman luar biasa bagi para tamu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam koleksi perdananya, Williams membawa sensibilitasnya akan fesyen dan estetika yang kuat.
Koleksi ini dibuka dengan sebuah setelan berwarna hijau pistachio dengan celana sepanjang lutut, lengkap dengan dasi bermotif damier dan sepatu bot. Motif dari koleksi ini merupakan perpaduan dari pola damier dan monogram khas Louis Vuitton, bersama dengan kamuflase berpiksel dalam nuansa hijau.
Penggabungan desain ini menambahkan keunggulan kontemporer dan urban pada estetika klasik Louis Vuitton, yang mencerminkan visi artistik modern dari seorang Pharrell Williams.
Jaket shearling berwarna hijau dipadankan dengan celana kulot cokelat tua. Trench coat berwarna merah berbahan kulit epi, varsity jacket biru berbahan kulit buaya, hingga sandal rumah berbahan bulu menjadi elemen-elemen terpisah yang bersama-sama membangun sebuah koleksi yang diibaratkan puzzle.
"Banyak segi, layaknya sifat dan keberadaan manusia", terang Williams pada CNNIndonesia.com seusai show.
Siluet yang ditampilkan dalam koleksi ini beragam, mulai dari setelan jas formal hingga streetwear yang tampak rileks. Setiap ansambel mencerminkan perpaduan mode kelas atas dan gaya yang sedikit eksentrik, menangkap esensi dari visi artistik Williams.
Trunks, koper yang menjadi simbol klasik Louis Vuitton, hadir dalam berbagai bentuk dan warna sepanjang pertunjukan. Williams tampaknya paham betul bahwa item klasik satu ini jadi bagian yang esensial dari Louis Vuitton.
Pharrell Williams pamerkan debut karyanya bersama Louis Vuitton. (AP/Christophe Ena)
Dua mobil cart bahkan digunakan untuk menampilkan trunk di atas runway, yang menarik perhatian penonton dan menekankan signifikansinya dalam koleksi.
Tak cuma menghadirkan koleksi yang sangat khas, Williams juga memboyong sederet teman dan kolaborator kelas dunia dalam pertunjukan koleksi ini.
Barisan depan dihiasi dengan sederet bintang. Beyoncé, Jay-Z, Kim Kardashian, Jared Leto, Lewis Hamilton, Kelly Rowland, Zendaya, dan tampak memeriahkan debut Williams tersebut.
Tak lupa juga sosok ternama dalam dunia fesyen seperti Nigo, desainer label Kenzo yang juga menjadi kolaborator dalam koleksi ini, serta sejumlah nama lainnya.
Simak ulasan selengkapnya di halaman berikutnya..
Evolusi Louis Vuitton
Pharrell Williams pamerkan debut karyanya bersama Louis Vuitton. (AP/Christophe Ena)
Williams dan timnya bekerja secara kolaboratin dengan 55 departemen berbeda, mulai dari perajin kulit hingga pembuat koper untuk menghidupkan koleksi ini. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen mereka terhadap craftsmanship dan perhatian terhadap detail.
Salah satu aspek penting dari koleksi ini adalah sejarah yang ada di baliknya. Williams adalah orang kulit hitam kedua yang memimpin Louis Vuitton Men setelah Virgil Abloh.
"Semangatnya [Virgil Abloh] masih ada di sini, dan sekarang saya di sini. Itu tidak menghilangkan apa pun dari masa lalu. Ini adalah sebuah perkembangan," ujar Williams dalam mengenang Virgil Abloh.
Sejarah Williams dengan rumah mode Louis Vuitton dimulai pada tahun 2000-an, dengan kolaborasinya bersama Marc Jacobs dalam menciptakan kacamata. Williams juga menjadi komposer untuk musik di show ini.
Kala itu, Williams menggandeng grup paduan suara yang menjadikan show ini begitu kompleks, multisensori, dan nyaris religius.
Dan seolah belum lengkap kini, Williams naik ke panggung usai show bersama Jay-Z untuk sebuah penampilan yang energik. Keduanya membawakan nomor-nomor lagu hit seperti "GiveIt Me", "Frontin", dan beberapa lainnya yang berhasil membuat penonton bersorak.
Secara keseluruhan, debut Williams dalam Louis Vuitton Men ini merupakan pertunjukan seni, keahlian, dan signifikansi multi-kultur yang menakjubkan.
Visi unik Williams dikombinasikan dengan dukungan para ahli atelier Louis Vuitton menghasilkan koleksi perpaduan tradisi dan kontemporer.
Pertunjukan ini tidak hanya mengukir sejarah, tetapi juga menandai momen evolusi dan inklusivitas dalam industri mode.