A to Z: Gondongan, Penyakit yang Bikin Leher Bengkak Berhari-Hari
CNN Indonesia
Selasa, 24 Okt 2023 20:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Akhir-akhir ini banyak orangtua mengeluhkan penyakit gondongan yang dialami anak mereka. Apa itu penyakit gondongan dan bagaimana mencegahnya?( iStockphoto/Henadzi Pechan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Akhir-akhir ini banyak orangtua mengeluhkan penyakit gondongan yang dialami anak mereka.
Awalnya, anak-anak ini mengalami demam yang cukup tinggi. Selang beberapa hari setelah demam agak turun, bagian leher mereka membengkak dan menjadi gondongan.
Apa sebenarnya penyakit gondongan, apakah ini menular dan berbahaya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal penyakit gondongan
Gondongan, beguk atau mumps adalah pembengkakan yang terjadi pada kelenjar parotitis atau kelenjar air liur. Secara medis gondongan juga dikenal dengan sebutan penyakit parotitis.
Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Hermina, Angga Wirahmadi menyebut gondongan bisa menular. Makanya, ketika ada anak yang terkena gondongan, biasanya anak-anak lain di lingkungan yang sama juga akan mengalami penyakit ini.
"Ini jenis penyakit akibat infeksi virus, dan tentu saja bisa menular," kata Angga saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/10).
Virus ini menyerang kelenjar yang memproduksi air liur. Saat pertama kali menginfeksi, virus akan menyebabkan penderitanya demam. Lalu, setelah beberapa hari akan terjadi pembengkakan di area kelenjar air liur, tempat virus pertama kali menginfeksi.
Kebanyakan, gondongan dialami oleh anak-anak. Meskipun begitu, orang dewasa tetap bisa terserang penyakit ini.
Penyebab gondongan
Menurut Angga, gondongan bisa muncul akibat infeksi virus paramyxoviruses. Virus ini merupakan keluarga dari virus RNA yang bisa menyebabkan campak, gondong, hingga gangguan pernafasan.
Virus ini bisa menyebar melalui droplet atau air liur. Ketika seseorang yang tengah mengalami gondongan bersin atau batuk, air liurnya yang menyiprat bisa membawa virus dan menyebar ke orang di sekitarnya.
Virus tersebut kemudian masuk ke saluran pernapasan melalui hidung, mulut, atau tenggorokan. Virus akan masuk ke kelenjar parotis hingga menyebabkan leher dekat telinga bengkak selama beberapa hari.
"Biasanya bisa terjadi 5-14 hari, tergantung imunitas tubuh dalam melawan virus," kata Angga.
Gondongan umumnya menyerang anak-anak. Tapi orang tua atau orang dewasa juga bisa mengalami gondongan.
Mereka yang tengah menangani pasien gondongan juga berisiko tertular penyakit ini. Sebab virus bisa menular melalui droplet hingga alat makan yang digunakan bersama.
"Makanya ketika ada saudara atau anak yang terkena gondongan perlu hati-hati. Selalu gunakan masker dan hindari menggunakan alat makan yang sama sebelum disterilkan," kata Angga.
Gejala
Angga menyebut, gejala utama gondongan atau mumps adalah bengkak di area leher dekat telinga. Ukuran bisa bermacam-macam tergantung tingkat keparahan dan daya tahan tubuh pasien.
"Bengkak juga tidak langsung muncul, dia adalah gejala terakhir setelah muncul gejala lain," kata Angga.
Berikut beberapa gejala lain yang muncul sebelum bengkak gondongan terjadi:
- demam - sakit kepala - otot terasa nyeri - lemas dan tidak bertenaga - nafsu makan menurun - jika paparan virus termasuk parah, pasien bisa mengalami gangguan pendengaran.
Biasanya beberapa orang tua akan memberikan blau untuk mengobati bengkak akibat gondongan. Tapi menurut Angga metode ini tidak memberikan dampak apapun terhadap gondongan.
Gondongan kata dia, sebenarnya merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri. Jadi jika tidak diobati pun, gondongan akan sembuh dengan sendirinya.
"Seperti penyakit virus pada umumnya, penyakit gondongan ini merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Tapi memang bisa cukup lama sembuhnya kalau dibiarkan begini," kata dia.
Oleh karena itu, Angga menyarankan agar orang tua bisa melakukan beberapa cara berikut saat anak terpapar virus penyebab gondongan:
- Perbanyak minum air putih - istirahat yang cukup - konsumsi makanan yang agak lunak, misalnya bubur - Kompres dingin area yang bengkak akibat gondongan
"Bisa juga memberikan obat demam jika panas tubuhnya tidak kunjung turun," kata Angga.
Sementara itu, untuk mencegah agar tidak tertular penyakit ini bisa melakukan beberapa hal mulai dari konsumsi makan sehat setiap hari.
Tetap bergerak , tidur yang cukup, mengisolasi anak yang sakit gondongan agar tidak menularkan ke anak lain, serta memberikan vaksinasi measles, mumps and rubella (MMR).
"Makanya sangat penting melakukan vaksinasi sejak kecil. Sebab ini bisa melindungi tubuh dari virus-virus penyebab penyakit menular," kata dia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Akhir-akhir ini banyak orangtua mengeluhkan penyakit gondongan yang dialami anak mereka.
Awalnya, anak-anak ini mengalami demam yang cukup tinggi. Selang beberapa hari setelah demam agak turun, bagian leher mereka membengkak dan menjadi gondongan.
Apa sebenarnya penyakit gondongan, apakah ini menular dan berbahaya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal penyakit gondongan
Gondongan, beguk atau mumps adalah pembengkakan yang terjadi pada kelenjar parotitis atau kelenjar air liur. Secara medis gondongan juga dikenal dengan sebutan penyakit parotitis.
Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Hermina, Angga Wirahmadi menyebut gondongan bisa menular. Makanya, ketika ada anak yang terkena gondongan, biasanya anak-anak lain di lingkungan yang sama juga akan mengalami penyakit ini.
"Ini jenis penyakit akibat infeksi virus, dan tentu saja bisa menular," kata Angga saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/10).
Virus ini menyerang kelenjar yang memproduksi air liur. Saat pertama kali menginfeksi, virus akan menyebabkan penderitanya demam. Lalu, setelah beberapa hari akan terjadi pembengkakan di area kelenjar air liur, tempat virus pertama kali menginfeksi.
Kebanyakan, gondongan dialami oleh anak-anak. Meskipun begitu, orang dewasa tetap bisa terserang penyakit ini.
Penyebab gondongan
Menurut Angga, gondongan bisa muncul akibat infeksi virus paramyxoviruses. Virus ini merupakan keluarga dari virus RNA yang bisa menyebabkan campak, gondong, hingga gangguan pernafasan.
Virus ini bisa menyebar melalui droplet atau air liur. Ketika seseorang yang tengah mengalami gondongan bersin atau batuk, air liurnya yang menyiprat bisa membawa virus dan menyebar ke orang di sekitarnya.
Virus tersebut kemudian masuk ke saluran pernapasan melalui hidung, mulut, atau tenggorokan. Virus akan masuk ke kelenjar parotis hingga menyebabkan leher dekat telinga bengkak selama beberapa hari.
"Biasanya bisa terjadi 5-14 hari, tergantung imunitas tubuh dalam melawan virus," kata Angga.
Gondongan umumnya menyerang anak-anak. Tapi orang tua atau orang dewasa juga bisa mengalami gondongan.
Mereka yang tengah menangani pasien gondongan juga berisiko tertular penyakit ini. Sebab virus bisa menular melalui droplet hingga alat makan yang digunakan bersama.
"Makanya ketika ada saudara atau anak yang terkena gondongan perlu hati-hati. Selalu gunakan masker dan hindari menggunakan alat makan yang sama sebelum disterilkan," kata Angga.
Gejala Gondongan
Foto: iStock/bymuratdeniz
Gejala
Angga menyebut, gejala utama gondongan atau mumps adalah bengkak di area leher dekat telinga. Ukuran bisa bermacam-macam tergantung tingkat keparahan dan daya tahan tubuh pasien.
"Bengkak juga tidak langsung muncul, dia adalah gejala terakhir setelah muncul gejala lain," kata Angga.
Berikut beberapa gejala lain yang muncul sebelum bengkak gondongan terjadi:
- demam - sakit kepala - otot terasa nyeri - lemas dan tidak bertenaga - nafsu makan menurun - jika paparan virus termasuk parah, pasien bisa mengalami gangguan pendengaran.
Biasanya beberapa orang tua akan memberikan blau untuk mengobati bengkak akibat gondongan. Tapi menurut Angga metode ini tidak memberikan dampak apapun terhadap gondongan.
Gondongan kata dia, sebenarnya merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri. Jadi jika tidak diobati pun, gondongan akan sembuh dengan sendirinya.
"Seperti penyakit virus pada umumnya, penyakit gondongan ini merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Tapi memang bisa cukup lama sembuhnya kalau dibiarkan begini," kata dia.
Oleh karena itu, Angga menyarankan agar orang tua bisa melakukan beberapa cara berikut saat anak terpapar virus penyebab gondongan:
- Perbanyak minum air putih - istirahat yang cukup - konsumsi makanan yang agak lunak, misalnya bubur - Kompres dingin area yang bengkak akibat gondongan
"Bisa juga memberikan obat demam jika panas tubuhnya tidak kunjung turun," kata Angga.
Sementara itu, untuk mencegah agar tidak tertular penyakit ini bisa melakukan beberapa hal mulai dari konsumsi makan sehat setiap hari.
Tetap bergerak , tidur yang cukup, mengisolasi anak yang sakit gondongan agar tidak menularkan ke anak lain, serta memberikan vaksinasi measles, mumps and rubella (MMR).
"Makanya sangat penting melakukan vaksinasi sejak kecil. Sebab ini bisa melindungi tubuh dari virus-virus penyebab penyakit menular," kata dia.