Kisah-kisah Kain Adrie Basuki, Tobatenun, dan Sejauh Mata Memandang
CNN Indonesia
Kamis, 26 Okt 2023 16:31 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Koleksi desainer Adrie Basuki dipamerkan dalam pertujukan "Kisah Kain" di Jakarta Fashion Week 2024. (Jakarta Fashion Week / Dandy Hendrata)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selembar kain, sejuta kisah. Dewi's Luxe Market menggelar pertunjukan bertajuk "Kisah Kain" dengan menggandeng desainer Adrie Basuki, Tobatenun dan Sejauh Mata Memandang di ajang Jakarta Fashion Week 2024.
Dewi's Luxe Market, pasar mode premium besutan majalah Dewi, menyediakan area belanja dengan produk-produk dari jenama premium dan terkurasi di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.
Sebanyak tiga jenama di antaranya memamerkan karya busana mereka dalam pertunjukan bertajuk "Kisah Kain". Mereka adalah Adrie Basuki, Tobatenun, dan Sejauh Mata Memandang. Ketiganya mengusung kisah kain berbeda, tetapi tetap dalam satu napas, yakni mode berkelanjutan (sustainability fashion).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adrie Basuki - Garden of Joy
Adrie Basuki menghadirkan koleksi bernuansa cerah ceria bertema "Garden of Joy". Pemenang Lomba Perancang Mode 2021 ini setia dengan eksplorasi wastra Nusantara, termasuk potongan-potongan kain tak terpakai (perca). Dalam koleksinya kali ini, ia memakai kain batik cap.
Adrie mampu menyatukan potongan kain dari motif berbeda dalam satu look. Untungnya, busana tak terlihat terlalu berlebihan karena masih menggunakan potongan kain dalam satu tone warna.
Warna-warni ini dituangkan dalam siluet sleeveless blouse, skort (skirt and short), rok, tunik, blouse, celana panjang, dress, dan kebaya. Tampilan busana kian manis dengan detail pom-pom buatan tangan.
Perca marmer yang jadi signature design-nya dihadirkan dalam bentuk tas. Perca marmer dibuat dari perca yang dicacah, ditekan (press), dan quilting. Perca marmer jauh lebih tebal dan agak keras dibanding kain biasa sehingga lebih sering dijadikan detail busana.
Secara keseluruhan, koleksi mampu menghadirkan kesan ceria, terutama cerianya dunia anak-anak. Look busana terbilang manis dan menggemaskan.
Kesan muda dan segar di sini terasa seperti dunia anak-anak. Makin kentara saat iringan instrumen lagu anak "Tik Tik Tik Bunyi Hujan" yang diaransemen ulang diputar.
Di luar itu, ada pula look busana yang terkesan dewasa tanpa meninggalkan kesan ceria dan segar.
Tobatenun - Masa Rani
Setelah warna-warni ceria dan menggemaskan, kemudian giliran jenama Tobatenun dengan koleksi bertajuk "Masa Rani: A Season of Bounty". Dalam bahasa Karo, masa rani berarti masa panen.
Koleksi ingin bercerita tentang masa panen Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan masyarakat Puak Karo. Karo sendiri dikenal sebagai wilayah penghasil padi, buah-buahan, dan bunga-bunga.
Warna-warna yang dihadirkan lebih ke warna pastel berkat pewarna alami. Ada pun warna fir green dan sun kissed coral yang 'kalem'.
Sementara siluet-siluet yang dihadirkan terbilang modern seperti long dress, rok, rok asimetris, coat, blus, cropped top, outer, celana, serta kemeja.
Simak ulasan selengkapnya di halaman berikutnya..
Kebanyakan koleksi menggunakan block color. Namun, ada terselip look dengan motif-motif geometris yang khas.
Penggunaan warna alam memang mengandung konsekuensi tampilan warna yang kurang cerah dan 'bold'. Kendati demikian, suasana gembira akan masa panen dilukiskan dalam styling yang menarik. Look dengan obi, selendang bermotif, aksesori, cukup memanjakan mata.
Satu look yang menarik adalah coat dari potongan kain yang dianyam. Look ini mengingatkan akan koleksi "Kayu & Kosmos" tahun lalu.
Sejauh Mata Memandang - Tarum
Sejauh Mata Memandang (SMM) sepertinya semakin asyik dengan eksplorasinya akan kain. Tahun lalu, jenama ini mengolah limbah kain jadi benang yang dijadikan material koleksi "Baur".
Tahun ini, benang-benang serupa ditenun tangan (handwoven) menjadi kain denim untuk koleksi bertajuk "Tarum".
Pendiri dan Direktur Kreatif SMM Chitra Subyakto menuturkan, selama ini denim punya predikat material yang tidak ramah lingkungan. Namun, kunjungannya ke kolaborator SMM di Pekalongan mengubah pandangan Chitra soal denim.
"Ngobrol dengan Pak Mugi [mitra penenun SMM]. Dia bilang 'Kita bisa lho bikin tenun tipe denim'. Pakai air banyak ya? Ternyata tidak. Pemakaian air jauh lebih minimal," ujar Chitra dalam exclusive media gathering jelang pertunjukan di RUF, Pondok Indah Mall, Selasa (24/10).
Nama 'Tarum' sendiri merupakan nama tumbuhan penghasil warna indigo (Indigofera tinctoria) yang mendominasi warna koleksi. Selain warna kebiruan, koleksi juga menghadirkan warna cokelat kemerahan yang dihasilkan dari kayu secang.
Koleksi Sejauh Mata Memandang dalam pertunjukkan "Kisah Kain" di Jakarta Fashion Week 2024. (Jakarta Fashion Week / Dandy Hendrata)
"Tarum" menghadirkan siluet-siluet seperti atasan berkancing, vest bersiluet kebaya tanpa lengan, bralette, rok, celana pendek, dan outer. Material denim membuat tampilan lebih maskulin dan tegas.
Mungkin demi membuatnya lebih 'lembut', SMM menyematkan padanan berupa lace, kemeja katun, dan blouse dari material eyelet.
Motif mini, geometris khas SMM memang tidak ditemukan pada koleksi denim ini. Tetapi SMM tidak melupakan detail ayam yang tertuang pada bordir dan patchwork.
Rasanya SMM tidak perlu setengah-setengah dalam menghadirkan hal baru. Bakal lebih baik jika denim tetap menjadi denim dengan karakternya yang keras dan tegas, tanpa perlu dibuat tampil lembut.
Justru, ini jadi tantangan baru buat SMM ketika harus menyesuaikan diri dengan karakter kain.
Eksplorasi demi eksplorasi terus dilakukan dan penikmat mode terus menantikan inovasi apa lagi yang bakal SMM lakukan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Selembar kain, sejuta kisah. Dewi's Luxe Market menggelar pertunjukan bertajuk "Kisah Kain" dengan menggandeng desainer Adrie Basuki, Tobatenun dan Sejauh Mata Memandang di ajang Jakarta Fashion Week 2024.
Dewi's Luxe Market, pasar mode premium besutan majalah Dewi, menyediakan area belanja dengan produk-produk dari jenama premium dan terkurasi di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.
Sebanyak tiga jenama di antaranya memamerkan karya busana mereka dalam pertunjukan bertajuk "Kisah Kain". Mereka adalah Adrie Basuki, Tobatenun, dan Sejauh Mata Memandang. Ketiganya mengusung kisah kain berbeda, tetapi tetap dalam satu napas, yakni mode berkelanjutan (sustainability fashion).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adrie Basuki - Garden of Joy
Adrie Basuki menghadirkan koleksi bernuansa cerah ceria bertema "Garden of Joy". Pemenang Lomba Perancang Mode 2021 ini setia dengan eksplorasi wastra Nusantara, termasuk potongan-potongan kain tak terpakai (perca). Dalam koleksinya kali ini, ia memakai kain batik cap.
Adrie mampu menyatukan potongan kain dari motif berbeda dalam satu look. Untungnya, busana tak terlihat terlalu berlebihan karena masih menggunakan potongan kain dalam satu tone warna.
Warna-warni ini dituangkan dalam siluet sleeveless blouse, skort (skirt and short), rok, tunik, blouse, celana panjang, dress, dan kebaya. Tampilan busana kian manis dengan detail pom-pom buatan tangan.
Perca marmer yang jadi signature design-nya dihadirkan dalam bentuk tas. Perca marmer dibuat dari perca yang dicacah, ditekan (press), dan quilting. Perca marmer jauh lebih tebal dan agak keras dibanding kain biasa sehingga lebih sering dijadikan detail busana.
Secara keseluruhan, koleksi mampu menghadirkan kesan ceria, terutama cerianya dunia anak-anak. Look busana terbilang manis dan menggemaskan.
Kesan muda dan segar di sini terasa seperti dunia anak-anak. Makin kentara saat iringan instrumen lagu anak "Tik Tik Tik Bunyi Hujan" yang diaransemen ulang diputar.
Di luar itu, ada pula look busana yang terkesan dewasa tanpa meninggalkan kesan ceria dan segar.
Tobatenun - Masa Rani
Setelah warna-warni ceria dan menggemaskan, kemudian giliran jenama Tobatenun dengan koleksi bertajuk "Masa Rani: A Season of Bounty". Dalam bahasa Karo, masa rani berarti masa panen.
Koleksi ingin bercerita tentang masa panen Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan masyarakat Puak Karo. Karo sendiri dikenal sebagai wilayah penghasil padi, buah-buahan, dan bunga-bunga.
Warna-warna yang dihadirkan lebih ke warna pastel berkat pewarna alami. Ada pun warna fir green dan sun kissed coral yang 'kalem'.
Sementara siluet-siluet yang dihadirkan terbilang modern seperti long dress, rok, rok asimetris, coat, blus, cropped top, outer, celana, serta kemeja.
Simak ulasan selengkapnya di halaman berikutnya..
Kisah-kisah Kain Adrie Basuki, Tobatenun, dan Sejauh Mata Memandang
Koleksi Tobatenung dipamerkan dalam pertunjukkan "Kisah Kain" di Jakarta Fashion Week 2024. (Jakarta Fashion Week / Dandy Hendrata)
Kebanyakan koleksi menggunakan block color. Namun, ada terselip look dengan motif-motif geometris yang khas.
Penggunaan warna alam memang mengandung konsekuensi tampilan warna yang kurang cerah dan 'bold'. Kendati demikian, suasana gembira akan masa panen dilukiskan dalam styling yang menarik. Look dengan obi, selendang bermotif, aksesori, cukup memanjakan mata.
Satu look yang menarik adalah coat dari potongan kain yang dianyam. Look ini mengingatkan akan koleksi "Kayu & Kosmos" tahun lalu.
Sejauh Mata Memandang - Tarum
Sejauh Mata Memandang (SMM) sepertinya semakin asyik dengan eksplorasinya akan kain. Tahun lalu, jenama ini mengolah limbah kain jadi benang yang dijadikan material koleksi "Baur".
Tahun ini, benang-benang serupa ditenun tangan (handwoven) menjadi kain denim untuk koleksi bertajuk "Tarum".
Pendiri dan Direktur Kreatif SMM Chitra Subyakto menuturkan, selama ini denim punya predikat material yang tidak ramah lingkungan. Namun, kunjungannya ke kolaborator SMM di Pekalongan mengubah pandangan Chitra soal denim.
"Ngobrol dengan Pak Mugi [mitra penenun SMM]. Dia bilang 'Kita bisa lho bikin tenun tipe denim'. Pakai air banyak ya? Ternyata tidak. Pemakaian air jauh lebih minimal," ujar Chitra dalam exclusive media gathering jelang pertunjukan di RUF, Pondok Indah Mall, Selasa (24/10).
Nama 'Tarum' sendiri merupakan nama tumbuhan penghasil warna indigo (Indigofera tinctoria) yang mendominasi warna koleksi. Selain warna kebiruan, koleksi juga menghadirkan warna cokelat kemerahan yang dihasilkan dari kayu secang.
Koleksi Sejauh Mata Memandang dalam pertunjukkan "Kisah Kain" di Jakarta Fashion Week 2024. (Jakarta Fashion Week / Dandy Hendrata)
"Tarum" menghadirkan siluet-siluet seperti atasan berkancing, vest bersiluet kebaya tanpa lengan, bralette, rok, celana pendek, dan outer. Material denim membuat tampilan lebih maskulin dan tegas.
Mungkin demi membuatnya lebih 'lembut', SMM menyematkan padanan berupa lace, kemeja katun, dan blouse dari material eyelet.
Motif mini, geometris khas SMM memang tidak ditemukan pada koleksi denim ini. Tetapi SMM tidak melupakan detail ayam yang tertuang pada bordir dan patchwork.
Rasanya SMM tidak perlu setengah-setengah dalam menghadirkan hal baru. Bakal lebih baik jika denim tetap menjadi denim dengan karakternya yang keras dan tegas, tanpa perlu dibuat tampil lembut.
Justru, ini jadi tantangan baru buat SMM ketika harus menyesuaikan diri dengan karakter kain.
Eksplorasi demi eksplorasi terus dilakukan dan penikmat mode terus menantikan inovasi apa lagi yang bakal SMM lakukan.