'Situs Ziarah' Fans BTS di Korea Akan Dibongkar Usai Diprotes HYBE
Menanggapi tindakan ini, beberapa otoritas lokal menyatakan ketidakpuasannya, dengan alasan bahwa pembuatan patung dan mural dengan biaya publik demi kepentingan penggemar yang mencari lokasi sampul album dan video musik BTS bertujuan untuk kepentingan publik.
Namun, perlunya mengambil 'langkah-langkah berprinsip' tidak dapat diabaikan, karena tanpa intervensi HYBE, terdapat risiko otoritas lokal memanfaatkan hak kekayaan intelektual BTS seenaknya.
Pejabat HYBE pun mengklarifikasi tujuan tindakan tersebut untuk melindungan hak kekayaan intelektual seniman, mengingat tantangan pengelolaan yang sedang berlangsung di Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak memberikan izin untuk jalan, patung, dan mural yang menggunakan nama seniman kami dan hak kekayaan intelektual oleh lembaga pemerintah, pemerintah daerah, dan lembaga publik," ujar pejabat HYBE.
Jika Kota Samcheok melanjutkan penghapusan patung BTS minggu ini, ada potensi patung di lokasi lain akan dibongkar secara berurutan di masa mendatang. Seorang pejabat setempat dari daerah yang memiliki tempat wisata terkait BTS menyatakan keinginannya untuk terus berdiskusi dengan syarat pengelolaan yang berkelanjutan, mengingat eratnya hubungan dengan pariwisata lokal, termasuk daya tarik wisatawan mancanegara.
Namun, di sisi lain kebanyakan netizen Korea setuju dengan HYBE dalam menghapus instalasi terkait BTS tersebut. Netizen-netizen di Korea mempertanyakan mengapa instalasi itu yang dibangun tidak izin lebih dulu kepada HYBE.
Tidak sedikit juga netizen yang berpikir bahwa kota-kota yang memasang instalasi terkait BTS sudah dapat izin dari HYBE, namun ternyata yang terjadi sebaliknya.
(wiw)[Gambas:Video CNN]
Patung dan mural yang terkait dengan boy band BTS bakal menghilang secara bertahap di Korea Selatan. Hal ini disebabkan HYBE, perusahaan manajemen BTS, telah mengeluarkan surat resmi yang menuntut patung dan mural terkait BTS dihapus atau dibongkar dari berbagai lokasi.
Alasannya, patung dan mural terkait BTS dinilai sebagai pelanggaran hak intelektual. Seperti dilansir TenAsia, Senin (8/1), Kota Samcheok menghapus tempat wisata zona foto BTS yang populer dan rambu panduan bertuliskan BTS di Pantai Maengbang pada 5 Januari lalu.
Keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas surat resmi dari HYBE yang dikirimkan ke Kota Samcheok pada 21 Desember 2023, yang meminta penghapusan semua patung yang berhubungan dengan BTS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HYBE berpendapat bahwa patung di Pantai Maengbang melanggar hak kekayaan intelektual (HAKI) BTS. Meskipun Kota Samcheok mencoba bernegosiasi dengan HYBE, dilaporkan bahwa upaya itu akhirnya gagal, yang mengakibatkan penghapusan objek wisata populer tersebut.
Banyak lokasi di Korea Selatan, termasuk pantai, konstruksi pemecah gelombang, halte bus, dan stasiun darurat, telah mendapatkan ketenaran sebagai lokasi syuting untuk lagu-lagu hits atau video musik BTS.
Lokasi-lokasi itu kemudian mendapat julukan "situs ziarah" di kalangan penggemar BTS dan merupakan lokasi yang wajib dikunjungi oleh para penggemar boyband beranggotakan tujuh orang ini.
Misalnya, Pantai Maengbang di Kota Samcheok menjadi terkenal sebagai lokasi syuting lagu hits BTS "Butter". Lokasi lain, seperti Mercusuar Merah di Yeongdeok, Gyeongbuk, dikenal sebagai 'Mercusuar BTS' dan menarik wisatawan.
Mural BTS di Desa Budaya Gamcheon Busan dan jalan mural yang didedikasikan untuk V dan Suga di Daegu semakin berkontribusi terhadap popularitas daerah tersebut.
Namun demikian, HYBE telah mendesak penghapusan patung-patung yang berhubungan dengan BTS dari tempat-tempat yang menyimpan kenangan BTS, dengan alasan merek dagang dan hak penggunaan foto yang terkait dengan lokasi tersebut.
Seorang pejabat dari suatu wilayah mengungkapkan kepada TenAsia bahwa HYBE mengirimkan dokumen resmi yang meminta penghapusan, dengan alasan potensi masalah hukum akibat pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Seperti dikutip dari allkpop, pejabat itu menambahkan bahwa upaya untuk bernegosiasi dengan HYBE tidak berhasil, sehingga menyebabkan penghapusan tidak dapat dihindari.
Selama Ini Tempat-tempat Wisata dengan Instalasi BTS Belum Meminta Izin
Boyband asal Korea Selatan, BTS. (dok. Big Hit via Twitter)
Menanggapi tindakan ini, beberapa otoritas lokal menyatakan ketidakpuasannya, dengan alasan bahwa pembuatan patung dan mural dengan biaya publik demi kepentingan penggemar yang mencari lokasi sampul album dan video musik BTS bertujuan untuk kepentingan publik.
Namun, perlunya mengambil 'langkah-langkah berprinsip' tidak dapat diabaikan, karena tanpa intervensi HYBE, terdapat risiko otoritas lokal memanfaatkan hak kekayaan intelektual BTS seenaknya.
Pejabat HYBE pun mengklarifikasi tujuan tindakan tersebut untuk melindungan hak kekayaan intelektual seniman, mengingat tantangan pengelolaan yang sedang berlangsung di Korea Selatan.
"Kami tidak memberikan izin untuk jalan, patung, dan mural yang menggunakan nama seniman kami dan hak kekayaan intelektual oleh lembaga pemerintah, pemerintah daerah, dan lembaga publik," ujar pejabat HYBE.
Jika Kota Samcheok melanjutkan penghapusan patung BTS minggu ini, ada potensi patung di lokasi lain akan dibongkar secara berurutan di masa mendatang. Seorang pejabat setempat dari daerah yang memiliki tempat wisata terkait BTS menyatakan keinginannya untuk terus berdiskusi dengan syarat pengelolaan yang berkelanjutan, mengingat eratnya hubungan dengan pariwisata lokal, termasuk daya tarik wisatawan mancanegara.
Namun, di sisi lain kebanyakan netizen Korea setuju dengan HYBE dalam menghapus instalasi terkait BTS tersebut. Netizen-netizen di Korea mempertanyakan mengapa instalasi itu yang dibangun tidak izin lebih dulu kepada HYBE.
Tidak sedikit juga netizen yang berpikir bahwa kota-kota yang memasang instalasi terkait BTS sudah dapat izin dari HYBE, namun ternyata yang terjadi sebaliknya.