Jakarta, CNN Indonesia -- Ada beberapa aturan tak tertulis saat bepergian, sebagian besarnya berkaitan dengan etika. Ketika berada dalam perjalanan di transportasi umum bahkan sampai menginap di hotel, semuanya memiliki etika masing-masing.
Salah satu yang perlu menjadi perhatian untuk tamu hotel mengenai cara berpakaian ketika sarapan di hotel. Saat sarapan di rumah, mungkin kamu terbiasa memakai piyama atau jubah mandi serta sandal.
Namun, itu tentu saja hal yang berbeda apabila diterapkan di tempat seperti restoran hotel. Bayangkan jika kamu merupakan pengunjung hotel lain yang datang untuk mengambil sarapan dan melihat beberapa orang hanya mengenakan piyama atau jubah mandi. Itu bukan sesuatu yang elok untuk dilihat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Restoran hotel biasanya berada dekat dengan kolam renang, sehingga beberapa orang mungkin berpikir bahwa memakai sandal dan jubah mandi adalah sebuah hal yang efisien jika mereka ingin berenang setelah sarapan atau sebaliknya.
Melansir dari Loyalty a Lobby, sebuah unggahan foto yang menunjukkan beberapa tamu hotel mengenakan jubah mandi (bathrobe) dan sandal pernah viral pada masanya.
Apa yang dilakukan orang dalam foto itu mengundang kritikan dari warganet. Beberapa wisatawan mengatakan bahwa hal seperti itu tidak dapat diterima dan norak, sementara yang lainnya tidak peduli selama pelakunya tidak bau, melansir Delicious.
Meski begitu, kejadian serupa bukanlah yang pertama kali, dan selalu ada perdebatan jika hal yang sama terulang kembali. Menanggapi hal tersebut, pakar etiket William Hanson berkata, "Mengenakan piyama saat sarapan adalah puncak dari kecerobohan."
"Meskipun hotel menganjurkan Anda untuk bersantai dan menganggap seperti 'berada di rumah', ada batasannya dan ini biasanya berkaitan dengan area pribadi (kamar atau suite Anda) dan bukan area publik atau komunal," lanjutnya.
Menurut William, datang dengan pakaian yang tidak pantas merupakan sesuatu hal yang kurang menunjukkan rasa hormat, bahkan ia menyebut hal itu sebagai "Itu adalah perilaku yang sangat berkelas satu bintang".
Ada Etika Berpakaian Ketika Sarapan di Hotel
Ilustrasi restoran hotel. (Dok. ASTON)
Selain alasan kesopanan, larangan mengenakan jubah mandi atau piyama dan sandal ketika sarapan di hotel juga berkaitan dengan kebersihan.
Menurut pakar perhotelan Jacob Tomsky, bagian terkotor dari kamar hotel adalah karpet. Maka dari itu, sebaiknya sandal hotel hanya digunakan di dalam kamar, sementara sandal pribadi atau sepatu digunakan ketika hendak keluar kamar.
Kemungkinan yang akan terjadi jika sandal hotel dipakai ke luar kamar adalah sandal akan membawa kotoran dari luar ke dalam kamar hotel.
"Bagian paling kotor dari kamar hotel adalah karpetnya. Memang selalu divakum, tetapi nyaris tak pernah dicuci lebih mendalam, karena ada orang yang selalu menginap di kamar," ujar Jacob, seperti dilansir news.com.au.
Oleh karena itu, mulai sekarang siapkanlah pakaianmu yang pantas serta pakailah sandal atau sepatu pribadi ketika hendak keluar dari kamar hotel atau pergi sarapan ke restoran hotel. Selain menunjukkan sikap hormat, itu juga akan menjagamu dari risiko terkontaminasi sandal yang kotor akibat dipakai di luar ruangan.