Cacing pita dapat hidup di dalam usus dan melekatkan diri pada dinding usus.
Ada beberapa jenis cacing pita, salah satunya adalah T. asiatica yang banyak ditemukan di Indonesia. Cacing ini biasanya masuk melalui konsumsi daging sapi atau babi yang belum matang.
Cacing pita juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui air terkontaminasi yang tak sengaja dikonsumsi.
Gejalanya bisa berupa nafsu makan menurun, berat badan menurun, pusing, sakit perut, terlihat ada cacing di feses.
Simak jenis cacing lainnya dan cara masuknya ke dalam tubuh di halaman berikutnya..
2. Cacing tambang
Cacing tambah dapat hidup di usus halus. Cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Misalnya, saat berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.
Gejalanya sendiri bisa berupa masalah pencernaan. Komplikasi yang lebih serius bisa terjadi akibat cacing tambang seperti kehilangan protein dan anemia.
Cacing ini bisa menyerang paru-paru, usus, hati, dan bagian tubuh lainnya. Cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan mentah atau setengah matang yang terkontaminasi seperti ikan dan kepiting.
Kebanyakan orang yang terinfeksi cacing pipih tidak akan memperlihatkan gejala. Namun, infeksi biasanya bisa berlangsung lama hingga memicu gejala dan komplikasi yang parah.
4. Cacing kremi
Hidup di usus besar dan rektum manusia, cacing kremi pada dasarnya relatif tidak berbahaya. Cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan benda atau orang yang terkontaminasi.
Mandi secara teratur membantu membuang telur cacing ke saluran pembungan.
Cacing kremi biasanya hanya akan memicu gejala ringan, misalnya rasa gatal dan tidak nyaman di sekitar anus. Namun, gejala ini biasanya bisa mengganggu tidur.
Cacing gelang atau Ascaris merupakan salah satu jenis cacing parasit paling umu di dunia.
Cacing ini hidup di tanah yang terkontaminasi. Cacing dapat masuk ke dalam tubuh saat seseorang menelan telur cacing pada buah atau sayuran sebelum dicuci dan dimasak.
Infeksi cacing gelang bisa memicu rasa tidak nyaman pada perut, batuk, dan mengi. Dalam kasus yang lebih parah, cacing gelang bisa memicu penyumbatan usus dan hati.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada jenis cacing yang bisa hidup di dalam tubuh manusia. Cacing ini bahkan bisa menggerogoti tubuh manusia.
Tapi, bagaimana kita bisa mengetahuinya? Bagaimana ciri-ciri ada cacing parasit di dalam tubuh?
Beberapa jenis cacing yang kerap ditemukan di dalam tubuh di antaranya cacing pita, cacing tambang, cacing pipih, Ascaris, dan Trichinella.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cacingan dapat menyebabkan banyak gejala. Beberapa di antaranya umumnya terlihat seperti gejala penyakit usus pada umumnya.
Ciri-ciri ada cacing di dalam tubuh
Gejala cacingan dapat berbeda pada setiap individu. Hal ini biasanya bergantung pada jenis cacing yang masuk ke dalam tubuh.
Cacing pita dapat hidup di dalam usus dan melekatkan diri pada dinding usus.
Ada beberapa jenis cacing pita, salah satunya adalah T. asiatica yang banyak ditemukan di Indonesia. Cacing ini biasanya masuk melalui konsumsi daging sapi atau babi yang belum matang.
Cacing pita juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui air terkontaminasi yang tak sengaja dikonsumsi.
Gejalanya bisa berupa nafsu makan menurun, berat badan menurun, pusing, sakit perut, terlihat ada cacing di feses.
Simak jenis cacing lainnya dan cara masuknya ke dalam tubuh di halaman berikutnya..
Ciri-ciri Ada Cacing di dalam Tubuh
Ilustrasi. Sakit perut jadi salah satu ciri-ciri ada cacing di dalam tubuh. (istockphoto/bernie_photo)
2. Cacing tambang
Cacing tambah dapat hidup di usus halus. Cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Misalnya, saat berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.
Gejalanya sendiri bisa berupa masalah pencernaan. Komplikasi yang lebih serius bisa terjadi akibat cacing tambang seperti kehilangan protein dan anemia.
Cacing ini bisa menyerang paru-paru, usus, hati, dan bagian tubuh lainnya. Cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan mentah atau setengah matang yang terkontaminasi seperti ikan dan kepiting.
Kebanyakan orang yang terinfeksi cacing pipih tidak akan memperlihatkan gejala. Namun, infeksi biasanya bisa berlangsung lama hingga memicu gejala dan komplikasi yang parah.
4. Cacing kremi
Hidup di usus besar dan rektum manusia, cacing kremi pada dasarnya relatif tidak berbahaya. Cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan benda atau orang yang terkontaminasi.
Mandi secara teratur membantu membuang telur cacing ke saluran pembungan.
Cacing kremi biasanya hanya akan memicu gejala ringan, misalnya rasa gatal dan tidak nyaman di sekitar anus. Namun, gejala ini biasanya bisa mengganggu tidur.
Cacing gelang atau Ascaris merupakan salah satu jenis cacing parasit paling umu di dunia.
Cacing ini hidup di tanah yang terkontaminasi. Cacing dapat masuk ke dalam tubuh saat seseorang menelan telur cacing pada buah atau sayuran sebelum dicuci dan dimasak.
Infeksi cacing gelang bisa memicu rasa tidak nyaman pada perut, batuk, dan mengi. Dalam kasus yang lebih parah, cacing gelang bisa memicu penyumbatan usus dan hati.