Ilustrasi bacaan doa dan susunah tahlil ziarah kubur singkat. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ziarah kubur tak hanya dilakukan dengan mengunjungi makam sanak keluarga dan kerabat. Tapi, ziarah kubur juga perlu dibarengi dengan berbagai doa dan tahlil untuk mendoakan mereka yang sudah tiada.
Untuk lebih jelasnya, berikut bacaan doa tahlil ziarah kubur singkat yang bisa Anda baca nanti.
Ziarah kubur adalah kegiatan yang bertujuan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Sebuah hadis berbicara tentang ziarah kubur berikut ini:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku melarang kalian berziarah kubur, tapi sekarang silakan ziarah kubur."
"Barang siapa yang hendak ziarah kubur silakan, karena ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat." (HR Muslim)
"Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan ditambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu."
Susunan doa dan bacaan tahlil saat ziarah kubur
Ilustrasi. Doa dan susunah tahlil ziarah kubur singkat. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Berikut susunan doa dan bacaan tahlil saat ziarah kubur, mengutip NU Online.
1. Membaca surat Al-Fatihah 2. Membaca Al-Ikhlas 3x 3. Membaca tahlil dan takbir
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Artinya:
"Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar."
4. Membaca surat Al-Falaq 5. Membaca tahlil dan takbir seperti di atas 6. Membaca surat An-Nas 7. Membaca tahlil dan takbir 8. Surat Al-Baqarah ayat 1-5
Lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa in tubdū mā fī anfusikum au tukhfūhu yuḥāsibkum bihillāh(u), fayagfiru limay yasyā'u wa yu'ażżibu may yasyā'(u), wallāhu 'alā kulli syai'in qadīr(un). Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu'minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami'nā wa aṭa'nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u). Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasīnā au akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣran kamā ḥamaltahū 'alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa'fu 'annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal qaumil-kāfirīn(a).
Artinya:
"Milik Allah lah yang apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasyl beriman kepada apa [Al-Qur'an] yang diturunkan kepadanya dan Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin.
Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. [Mereka berkata] 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya'. Mereka juga berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.' Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya.
(Mereka berdoa,) 'Wahai Tuhan kami, jangan lah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, jangan lah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, jangan lah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkan lah kami, ampuni lah kami, dan rahmati lah kami. Engkau lah pelindung kami. Maka, tolong lah kami dalam menghadapi kaum kafir."