Bukan Sekadar Hadir, Ini 5 Manfaat Orang Tua di Momen Penting Anak
Orang tua datang melihat pentas, duduk di pinggir lapangan saat pertandingan, menemani hari pertama sekolah, atau berada di samping anak ketika hasil yang didapat tidak sesuai harapan ternyata punya banyak manfaat.
Bagi anak, kehadiran tersebut bukan sekadar soal ada yang menonton. Kehadiran orang tua dapat menjadi sumber rasa aman sekaligus dukungan ketika anak menghadapi pengalaman baru, tantangan, maupun kegagalan.
Sejumlah penelitian menunjukkan, keterlibatan orang tua berkaitan dengan perkembangan psikologis, sosial, hingga ketangguhan anak dalam menghadapi kesulitan.
1. Memberi anak rasa aman
Salah satu manfaat kehadiran orang tua adalah memberikan psychological security atau rasa aman secara psikologis.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology menemukan hubungan positif antara kehadiran ayah dan resillience atau ketangguhan anak. Hubungan tersebut sebagian dijelaskan oleh rasa aman secara psikologis dan pengalaman anak menghadapi kegagalan dalam belajar.
Artinya, ketika anak tahu ada orang tua yang dapat diandalkan, ia memiliki tempat untuk kembali ketika menghadapi sesuatu yang membuatnya takut, gugup, atau kecewa.
2. Membantu anak lebih tangguh menghadapi kegagalan
Kehadiran orang tua juga dapat berarti ketika anak tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Cara orang tua memandang kegagalan berkaitan dengan academic resilience anak. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan turut memperkuat hubungan tersebut, terutama melalui keterlibatan emosional.
Dukungan orang tua dapat membantu anak melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, bukan tanda bahwa dirinya tidak mampu.
3. Mendukung perkembangan sosial dan emosional
Keterlibatan orang tua juga berkaitan dengan penyesuaian akademik, keterlibatan dan motivasi belajar, serta penyesuaian sosial dan emosional anak.
Interaksi tersebut dapat membantu anak menjalani kehidupan sekolah, membangun hubungan dengan orang lain, sekaligus menghadapi berbagai situasi yang muncul dalam kesehariannya.
4. Membuat anak menikmati proses, bukan hanya hasil
Dalam kegiatan kompetitif seperti olahraga, dukungan orang tua turut memengaruhi pengalaman anak.
Mengutip penelitian dari Journal of Sport Science, pujian dan pemahaman berkaitan dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah pada kelompok tertentu. Sebaliknya, perilaku yang terlalu direktif dan tekanan dari orang tua berkaitan dengan kecemasan yang lebih tinggi.
Artinya, kehadiran orang tua akan lebih berarti ketika anak merasa didukung, bukan sedang diawasi atau dituntut untuk selalu tampil sempurna.
5. Menjadi tempat anak kembali sebelum berani melangkah
Dalam teori attachment, orang tua atau pengasuh yang responsif dapat menjadi secure base, yakni tempat anak memperoleh rasa aman sebelum kembali mengeksplorasi lingkungan.
Konsep ini membantu menjelaskan pentingnya kehadiran orang tua dalam berbagai momen, mulai dari hari pertama sekolah, tampil di panggung, mengikuti pertandingan, menerima penghargaan, hingga menghadapi kegagalan.
Ketika anak melihat orang tuanya hadir dan memberikan dukungan, pesan yang diterima bukan sekadar 'Ayah atau Ibu datang menonton', tetapi juga bahwa ada seseorang yang mendukungnya ketika menghadapi pengalaman tersebut.
Yang penting bukan hanya seberapa sering orang tua hadir, tetapi bagaimana perasaan anak ketika orang tua berada di sana.
(anm/asr)