Drama Penerbangan 2 Jam Berubah Jadi 23 Jam, Penumpang Frustrasi
CNN Indonesia
Sabtu, 07 Jun 2025 21:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi pesawat maskapai EasyJet. (Tobias Schwarz / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Lebih dari 150 penumpang EasyJet akhirnya tiba di Bandara John Lennon Liverpool setelah terlambat nyaris satu hari usai mengalami penerbangan yang melelahkan.
Pesawat yang terbang dari Mallorca, Spanyol terpaksa dialihkan ke Bordeaux, Prancis karena adanya keadaan darurat medis. Lalu, ada juga kendala lain seperti kru penerbangan yang tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Penerbangan itu sebagian besar penumpangnya adalah keluarga dengan anak kecil. Penerbangan Mallorca menuju Liverpool biasanya memakan waktu 2 jam 20 menit, namun saat itu berubah menjadi 23 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan maskapai EasyJet 3362 dari Mallorca menuju Liverpool awalnya berjalan normal pada Selasa (3/6) sebelum tengah malam, tapi tak lama setelah pesawat melewati titik tengah perjalanan menuju Liverpool, pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan karena kekhawatiran terhadap kesehatan seorang penumpang pria di dalamnya.
Laporan menyebutkan ada kekhawatiran bahwa penumpang tersebut menderita stroke. Saat itu, pesawat baru saja mendekati Nantes di Prancis barat. Namun, alih-alih mendarat di bandara kota tersebut, jet berbalik arah dan terbang kembali sejauh 150 mil ke Bordeaux, tempat pesawat mendarat dengan selamat setengah jam kemudian.
Petugas medis segera mendatangi pesawat. Untungnya, penumpang tersebut dapat berjalan keluar dari pesawat. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit setempat dan belakangan dinyatakan layak untuk terbang kembali.
Biasanya, pesawat akan mengisi bahan bakar dan melanjutkan perjalanan. Namun, diperkirakan bahwa tidak ada bahan bakar yang tersedia karena waktu sudah larut malam. Dengan jam terbang kru yang sudah mencapai batas aman yang diizinkan, penerbangan tersebut tidak dapat dilanjutkan dari Bordeaux.
"Kapten mengumumkan bahwa jam kerja kru telah habis dan karena tidak ada bahan bakar yang tersedia, semua orang harus turun dan mengambil kembali bagasi, lalu menunggu staf darat dengan instruksi akomodasi hotel," kata salah satu penumpang, Edward Watkins, seperti dilansir Independent, Jumat (6/6).
Para penumpang mengatakan mereka menunggu satu jam agar perwakilan EasyJet muncul. Namun, pihak maskapai membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa staf EasyJet sudah hadir sejak penumpang tiba.
"Perwakilan itu memberi tahu kami bahwa sebuah hotel telah disiapkan 50 menit jauhnya dan akan disediakan bus. Akhirnya, satu bus tiba, tidak ada lagi yang datang. Perwakilan EasyJet kemudian mengatakan penumpang bisa naik taksi dan mengklaim biaya kembali dari EasyJet, di mana tarif taksi minimal 160 euro," beber Watkins.
"Mereka yang berhasil sampai di hotel mendapati bahwa kamar tidak cukup untuk semua orang," tambahnya.
Hotel yang dimaksud adalah Relais de Margaux Hotel and Spa yang mewah, di mana tampaknya hanya 53 kamar yang dipesan, jauh di bawah jumlah yang dibutuhkan. Edward Watkins termasuk di antara penumpang yang akhirnya bermalam di bandara. Mereka diberi voucher makanan senilai 27 euro.
Penerbangan Tertunda 23 Jam
Penerbangan baru dijadwalkan pada pukul 18.40 pada hari Rabu (4/6). Para penumpang diberi voucher tambahan senilai 18 euro untuk dibelanjakan di bandara sambil menunggu. Pesawat tersebut, dengan kru baru, akhirnya lepas landas tak lama setelah pukul 21.00 waktu setempat, atau lebih dari dua jam dari jadwal yang baru.
Pesawat tiba di Liverpool sesaat sebelum pukul 22.00, 23 jam setelah perjalanan seharusnya dimulai. Kru penerbangan dari malam sebelumnya ikut bepergian sebagai penumpang, bersama dengan pria yang kondisi kesehatannya menyebabkan pengalihan rute. Pria itu telah dinyatakan aman untuk terbang.
"Penerbangan EZY3362 dari Palma (Mallorca) ke Liverpool pada 3 Juni harus dialihkan ke Bordeaux karena seorang pelanggan membutuhkan bantuan medis mendesak, yang menyebabkan kru mencapai batas jam operasional yang diatur demi keselamatan dan penerbangan pun tertunda semalaman," kata juru bicara EasyJet.
"Keselamatan dan kesejahteraan pelanggan serta kru kami adalah prioritas tertinggi EasyJet dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk meminimalkan dampak pengalihan. Kami selalu berupaya menyediakan akomodasi hotel, makanan, dan transportasi jika diperlukan, dan sementara tim kami di bandara bekerja keras untuk mengaturnya bagi sebagian besar pelanggan, karena ketersediaan yang terbatas, kami juga menyarankan pelanggan yang mencari akomodasi sendiri bahwa mereka akan diganti biayanya," terangnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Lebih dari 150 penumpang EasyJet akhirnya tiba di Bandara John Lennon Liverpool setelah terlambat nyaris satu hari usai mengalami penerbangan yang melelahkan.
Pesawat yang terbang dari Mallorca, Spanyol terpaksa dialihkan ke Bordeaux, Prancis karena adanya keadaan darurat medis. Lalu, ada juga kendala lain seperti kru penerbangan yang tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Penerbangan itu sebagian besar penumpangnya adalah keluarga dengan anak kecil. Penerbangan Mallorca menuju Liverpool biasanya memakan waktu 2 jam 20 menit, namun saat itu berubah menjadi 23 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan maskapai EasyJet 3362 dari Mallorca menuju Liverpool awalnya berjalan normal pada Selasa (3/6) sebelum tengah malam, tapi tak lama setelah pesawat melewati titik tengah perjalanan menuju Liverpool, pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan karena kekhawatiran terhadap kesehatan seorang penumpang pria di dalamnya.
Laporan menyebutkan ada kekhawatiran bahwa penumpang tersebut menderita stroke. Saat itu, pesawat baru saja mendekati Nantes di Prancis barat. Namun, alih-alih mendarat di bandara kota tersebut, jet berbalik arah dan terbang kembali sejauh 150 mil ke Bordeaux, tempat pesawat mendarat dengan selamat setengah jam kemudian.
Petugas medis segera mendatangi pesawat. Untungnya, penumpang tersebut dapat berjalan keluar dari pesawat. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit setempat dan belakangan dinyatakan layak untuk terbang kembali.
Biasanya, pesawat akan mengisi bahan bakar dan melanjutkan perjalanan. Namun, diperkirakan bahwa tidak ada bahan bakar yang tersedia karena waktu sudah larut malam. Dengan jam terbang kru yang sudah mencapai batas aman yang diizinkan, penerbangan tersebut tidak dapat dilanjutkan dari Bordeaux.
"Kapten mengumumkan bahwa jam kerja kru telah habis dan karena tidak ada bahan bakar yang tersedia, semua orang harus turun dan mengambil kembali bagasi, lalu menunggu staf darat dengan instruksi akomodasi hotel," kata salah satu penumpang, Edward Watkins, seperti dilansir Independent, Jumat (6/6).
Para penumpang mengatakan mereka menunggu satu jam agar perwakilan EasyJet muncul. Namun, pihak maskapai membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa staf EasyJet sudah hadir sejak penumpang tiba.
"Perwakilan itu memberi tahu kami bahwa sebuah hotel telah disiapkan 50 menit jauhnya dan akan disediakan bus. Akhirnya, satu bus tiba, tidak ada lagi yang datang. Perwakilan EasyJet kemudian mengatakan penumpang bisa naik taksi dan mengklaim biaya kembali dari EasyJet, di mana tarif taksi minimal 160 euro," beber Watkins.
Maskapai Tak Sediakan Cukup Kamar Hotel untuk Penumpang
Ilustrasi pesawat maskapai EasyJet. (AFP/JOHN MACDOUGALL)
"Mereka yang berhasil sampai di hotel mendapati bahwa kamar tidak cukup untuk semua orang," tambahnya.
Hotel yang dimaksud adalah Relais de Margaux Hotel and Spa yang mewah, di mana tampaknya hanya 53 kamar yang dipesan, jauh di bawah jumlah yang dibutuhkan. Edward Watkins termasuk di antara penumpang yang akhirnya bermalam di bandara. Mereka diberi voucher makanan senilai 27 euro.
Penerbangan Tertunda 23 Jam
Penerbangan baru dijadwalkan pada pukul 18.40 pada hari Rabu (4/6). Para penumpang diberi voucher tambahan senilai 18 euro untuk dibelanjakan di bandara sambil menunggu. Pesawat tersebut, dengan kru baru, akhirnya lepas landas tak lama setelah pukul 21.00 waktu setempat, atau lebih dari dua jam dari jadwal yang baru.
Pesawat tiba di Liverpool sesaat sebelum pukul 22.00, 23 jam setelah perjalanan seharusnya dimulai. Kru penerbangan dari malam sebelumnya ikut bepergian sebagai penumpang, bersama dengan pria yang kondisi kesehatannya menyebabkan pengalihan rute. Pria itu telah dinyatakan aman untuk terbang.
"Penerbangan EZY3362 dari Palma (Mallorca) ke Liverpool pada 3 Juni harus dialihkan ke Bordeaux karena seorang pelanggan membutuhkan bantuan medis mendesak, yang menyebabkan kru mencapai batas jam operasional yang diatur demi keselamatan dan penerbangan pun tertunda semalaman," kata juru bicara EasyJet.
"Keselamatan dan kesejahteraan pelanggan serta kru kami adalah prioritas tertinggi EasyJet dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk meminimalkan dampak pengalihan. Kami selalu berupaya menyediakan akomodasi hotel, makanan, dan transportasi jika diperlukan, dan sementara tim kami di bandara bekerja keras untuk mengaturnya bagi sebagian besar pelanggan, karena ketersediaan yang terbatas, kami juga menyarankan pelanggan yang mencari akomodasi sendiri bahwa mereka akan diganti biayanya," terangnya.