Kebersihan Air di Pesawat Mulai Banyak Dipertanyakan

CNN Indonesia
Jumat, 04 Jul 2025 06:15 WIB
Kebersihan Air di Pesawat Mulai Banyak Dipertanyakan
Ilustrasi toilet pesawat. (iStockphoto/VVF)

"Ketika pesawat yang datang terlambat, maskapai ingin mengejar waktu, dan pembersihan seringkali dikorbankan. Ketika maskapai menghadapi kesulitan keuangan, pembersihan mendalam adalah salah satu hal pertama yang dipangkas," beber Leff.

Kamar mandi pesawat bisa sangat kotor karena pemakaian penumpang dan bisa menjadi "sangat menjijikkan" selama penerbangan. Leff mencatat, maskapai yang berbeda memiliki pendekatan yang berbeda, dan pembersihan akan bervariasi di seluruh kabin dan kelas layanan.

"Saya tidak akan mengatakan itu tidak aman, per se, hanya menjijikkan," kata Leff. "Jangan masuk [toilet] dengan kaki telanjang. Bawa hand sanitizer Anda sendiri. Dan pertimbangkan untuk membersihkan permukaan yang akan Anda sentuh jika Anda mau, hanya karena tahu bahwa ini belum dibersihkan untuk Anda," sambungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Analis medis senior Fox News, Dr. Marc Siegel, juga mengonfirmasi betapa "kotornya" kamar mandi pesawat, termasuk airnya, seperti yang telah ditunjukkan berbagai penelitian.

"Meja baki adalah permukaan umum yang bisa tertutup bakteri dan virus," ia memperingatkan. "Dan meskipun filter HEPA di atas kepala efektif, mereka tidak benar-benar berfungsi sampai pesawat berada di udara dan sistem filtrasi sepenuhnya aktif. Dan [mereka] tidak mencegah orang di sebelah Anda batuk pada Anda," tambahnya.

Sebelum dan selama penerbangan, sang dokter menyarankan untuk tetap terhidrasi dengan baik, yang dapat membantu melawan infeksi dengan menjaga selaput hidung tetap lembap. Ia juga mendorong penggunaan sanitizer, tisu basah, atau gel untuk mendisinfeksi permukaan dan tangan.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Bepergian dengan ratusan orang dalam satu waktu bisa menjadi pintu gerbang berbagai penyakit. Berbagai permukaan di pesawat, seperti tempat penyimpanan barang di atas kepala, meja baki, kartu instruksi keselamatan, dan penutup kursi, adalah beberapa sumber kuman terbesar, menurut pengakuan pramugari.

Bahkan air di kamar mandi pesawat pun berpotensi menimbulkan risiko, memicu pertanyaan tentang seberapa bersih air untuk mencuci tangan di penerbangan.

Pramugari dan travel blogger Josephine Remo, yang berbasis di Portugal, menyarankan penumpang untuk selalu menggunakan hand sanitizer setelah menyimpan bagasi, menyentuh apa pun di kantung kursi di depannya, dan saat keluar dari kamar mandi. Kamar mandi, khususnya, bisa sangat kotor. Meskipun toiletnya rutin dibersihkan, kunci dan gagang pintu mungkin tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian menunjukkan, air di kamar mandi pesawat dapat mengandung banyak kontaminan. Kontaminan ini bisa ditemukan pada air wastafel kamar mandi dan air minum, serta kopi, teh, dan es yang disajikan di pesawat.

Sebuah studi tahun 2019 oleh Hunter College NYC Food Policy Center mengonfirmasi bahwa beberapa maskapai berpotensi menyediakan air minum yang tidak sehat bagi penumpang.

Dari 11 maskapai besar dan 12 maskapai regional yang diteliti, 15 maskapai menerima Skor Kesehatan Air Dalam Pesawat (Onboard Water Health Score) 2 atau lebih rendah dari skala 5.

Regulasi dan Praktik Kebersihan Maskapai

Aturan Air Minum Pesawat (Aircraft Drinking Water Rule/ADWR) pemerintah federal AS mewajibkan maskapai menyediakan air minum yang aman bagi penumpang dan awak. Maskapai juga diwajibkan untuk menguji air dari bakteri dan E. coli, serta mendisinfeksi dan membilas tangki air pesawat empat kali setahun.

"Sebagai alternatif, maskapai dapat memilih untuk mendisinfeksi dan membilas setahun sekali, namun kemudian harus melakukan pengujian bulanan," catat para peneliti, seperti dilansir Fox News.

Studi Air Maskapai 2019 juga menemukan bahwa Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), salah satu lembaga federal yang bertanggung jawab memastikan air minum pesawat aman, terbilang jarang menjatuhkan sanksi perdata kepada maskapai yang melanggar ADWR.

Kurangnya Kebersihan Antar Penerbangan

Pakar perjalanan dan penulis ViewFromTheWing.com, Gary Leff, menegaskan bahwa "sangat sedikit pembersihan" yang terjadi di antara sebagian besar penerbangan domestik.

"Pesawat tidak berada di darat terlalu lama, maskapai hanya menghasilkan uang ketika pesawat mereka mengudara," kata pakar yang berbasis di Austin, Texas tersebut.

"Dan kru kebersihan seringkali harus naik ke pesawat dan merapikan, sementara penumpang sedang turun," tambahnya.

Bagaimana Proses Pembersihan Pesawat?

Ilustrasi toilet pesawat. (iStockphoto/undefined undefined)

"Ketika pesawat yang datang terlambat, maskapai ingin mengejar waktu, dan pembersihan seringkali dikorbankan. Ketika maskapai menghadapi kesulitan keuangan, pembersihan mendalam adalah salah satu hal pertama yang dipangkas," beber Leff.

Kamar mandi pesawat bisa sangat kotor karena pemakaian penumpang dan bisa menjadi "sangat menjijikkan" selama penerbangan. Leff mencatat, maskapai yang berbeda memiliki pendekatan yang berbeda, dan pembersihan akan bervariasi di seluruh kabin dan kelas layanan.

"Saya tidak akan mengatakan itu tidak aman, per se, hanya menjijikkan," kata Leff. "Jangan masuk [toilet] dengan kaki telanjang. Bawa hand sanitizer Anda sendiri. Dan pertimbangkan untuk membersihkan permukaan yang akan Anda sentuh jika Anda mau, hanya karena tahu bahwa ini belum dibersihkan untuk Anda," sambungnya.

Analis medis senior Fox News, Dr. Marc Siegel, juga mengonfirmasi betapa "kotornya" kamar mandi pesawat, termasuk airnya, seperti yang telah ditunjukkan berbagai penelitian.

"Meja baki adalah permukaan umum yang bisa tertutup bakteri dan virus," ia memperingatkan. "Dan meskipun filter HEPA di atas kepala efektif, mereka tidak benar-benar berfungsi sampai pesawat berada di udara dan sistem filtrasi sepenuhnya aktif. Dan [mereka] tidak mencegah orang di sebelah Anda batuk pada Anda," tambahnya.

Sebelum dan selama penerbangan, sang dokter menyarankan untuk tetap terhidrasi dengan baik, yang dapat membantu melawan infeksi dengan menjaga selaput hidung tetap lembap. Ia juga mendorong penggunaan sanitizer, tisu basah, atau gel untuk mendisinfeksi permukaan dan tangan.


HALAMAN:
1 2