6 Cara Buat Anak Mau Bereskan Mainan Tanpa Paksaan, Tak Perlu Teriak
Tak selalu mudah membuat anak mau membereskan mainan. Banyak anak merasa aktivitas ini membosankan, padahal bagi orang tua, rumah yang berantakan bisa terlihat mengganggu.
Anak-anak yang masih berusia dini juga belum selalu memahami bahayanya membiarkan mainan tergeletak di lantai. Oleh karena itu, anak perlu dibimbing dengan cara yang lembut dan konsisten.
Ada banyak cara membuat anak mau membereskan mainannya tanpa dipaksa, jadi Anda pun tak perlu marah-marah atau teriak. Ini dia beberapa di antaranya:
1. Tetap tenang dan beri konsekuensi logis
Saat anak tidak mau membereskan mainan, orang tua harus tetap tenang. Teriakan justru sering membuat anak makin menolak karena merasa tertekan. Tips dari Harvard Health Publishing, berikan konsekuensi yang logis dan relevan terhadap anak.
Misalnya, jika mainan belum dibereskan, Anda bisa menegaskan anak tidak bisa memainkannya lagi sampai besok. Cara ini membuat anak memahami hubungan antara tindakan dan akibatnya.
2. Beri instruksi yang spesifik
Anak kecil mudah bingung jika diminta melakukan terlalu banyak hal sekaligus. Ketimbang berkata, "Ayo bereskan semuanya," lebih baik beri satu perintah sederhana seperti, "Tolong masukkan mobil-mobilan ke kotaknya."
Setelah selesai, berikan instruksi spesifik untuk mainan lain. Instruksi yang jelas membuat proses membereskan mainan terasa lebih mudah dipahami. Dengan begitu, anak tidak merasa kewalahan sejak awal.
3. Beri waktu untuk merespons
Anak butuh waktu lebih lama untuk memproses perintah dibanding orang dewasa. Setelah memberi instruksi, tunggu beberapa detik sebelum mengulang.
Jangan langsung mengomel atau mengulang perintah berkali-kali karena itu bisa membuat anak jadi defensif. Kalau perlu, ulangi sekali dengan nada netral dan sebutkan konsekuensi yang mungkin terjadi.
4. Pujilah perilaku yang Anda inginkan
Pujian yang spesifik jauh lebih efektif ketimbang sekadar berkata, "Bagus." Cobalah mengatakan, "Hebat, kamu sudah memasukkan mobil-mobilan ke kotaknya!" Dengan begitu, anak tahu perilaku mana yang diapresiasi.
Pujian juga bisa disertai senyuman, tos, atau tepukan lembut di bahu. Saat anak merasa dihargai, mereka akan lebih semangat mengulangi kebiasaan baik tersebut.
5. Sediakan 'rumah' untuk setiap mainan
Agar anak lebih mudah membereskan mainan, setiap benda perlu punya tempat yang jelas. Tips dari laman Momizen, gunakan kotak terbuka, keranjang, atau rak rendah yang mudah dijangkau anak. Hindari wadah yang terlalu berat atau sulit dibuka karena bisa membuat anak malas.
Untuk anak yang belum bisa membaca, tempel gambar pada setiap kotak, misalnya gambar mobil untuk mobil-mobilan atau gambar boneka untuk boneka. Cara ini memudahkan anak menyimpan mainan sesuai kategorinya.
6. Ubah membereskan mainan jadi permainan
Anak biasanya lebih mudah diajak melakukan sesuatu jika suasananya menyenangkan. Anda bisa memutar lagu ceria lalu menantang anak, "Ayo, siapa cepat memasukkan mobil-mobilan ke kotak sebelum lagu habis?"
Cara lain, bisa juga memakai timer dan mengajak anak mengalahkan rekor beres-beres mainan kemarin. Dengan cara ini, membereskan mainan tidak lagi terasa seperti hukuman, tetapi aktivitas seru.
Itu dia beberapa cara membuat anak mau membereskan mainannya tanpa dipaksa. Namun perlu dicatat, setiap anak punya karakter dan kemampuan yang berbeda, jadi jangan berharap hasilnya langsung sempurna.
Anak usia tiga tahun, misalnya, belum tentu bisa merapikan mainan dengan rapi seperti orang dewasa. Yang terpenting, Anda melatih kebiasaan, bukan menuntut hasil yang sempurna. Jika dilakukan dengan sabar, kebiasaan baik ini bisa tumbuh tanpa perlu paksaan ataupun teriakan.
(rti)