Kalau cuaca sedang panas, memang paling pas minum minuman berkarbonasi seperti soda. Rasanya yang manis dan sensasi gelembungnya bisa bikin ketagihan.
Tapi, apakah aman kalau minum soda setiap hari?
Minum soda sebaiknya tidak setiap hari. Bukan rahasia lagi kalau terlalu sering mengonsumsi soda atau soft drink tidak baik untuk kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, kamu pasti tentu penasaran mengapa meminumnya tidak boleh setiap hari. Selain itu, apa yang akan terjadi pada tubuh kita kalau konsumsi soda dilakukan secara rutin?
Berikut ini akan dibahas berbagai efek minum soda yang perlu kamu ketahui agar bisa mengambil keputusan bijak dalam mengonsumsinya.
Hal paling utama yang perlu kamu perhatikan pada soda yaitu kandungan gulanya yang tinggi. Mengutip Medicine Net, satu kaleng soda biasa bisa mengandung hingga 39 gram (g) gula.
Adapun batas aman asupan gula harian dari American Heart Association (AHA), yaitu kurang dari 25 g untuk perempuan dan 36 g untuk laki-laki.
Memang, kalau mengacu pada Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, batas aman konsumsi gula, yaitu tidak lebih dari 50 g. Meski 39 g belum melewati batas tersebut, kamu harus ingat sumber asupan gula juga bisa berasal dari makanan, tidak hanya dari minuman.
Jadi, konsumsi soda setiap hari jelas bisa membuat kamu kelebihan gula. Berikut ini beberapa efek minum soda setiap hari yang perlu kamu waspadai.
![]() |
Minuman berkarbonasi dengan gula tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Tubuh kemudian memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula tersebut.
Pola naik turun gula darah yang tidak stabil ini dapat menyebabkan kelelahan dan perubahan suasana hati. Lebih parah lagi, risiko prediabetes, diabetes tipe 2, serta penyakit jantung bisa meningkat.
Lama-kelamaan, kerusakan mikro pada pembuluh darah pun bisa terjadi. Hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan kardiovaskular.
Kandungan gula yang berlebihan dalam minuman bersoda juga bisa menaikkan kadar trigliserida (lemak darah), sekaligus menurunkan kadar kolesterol baik atau HDL.
Mengutip Eating Well, studi pada 2020 menunjukkan, orang dewasa yang sering minum soda memiliki risiko 98 persen lebih tinggi mengalami kadar HDL rendah dan 53 persen lebih tinggi terkena trigliserida tinggi.
Jangan heran perutmu jadi tambah buncit kalau minum soda setiap hari. Soalnya, fruktosa yang terkandung dalam gula minuman soda sangat berperan dalam penumpukan lemak.
Penumpukan lemak terjadi terutama di sekitar perut dan organ dalam, yaitu lemak visceral. Lemak ini berbahaya karena meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Menukil Healthline, sebuah penelitian yang dilakukan selama 10 minggu menunjukkan, konsumsi minuman manis dengan fruktosa secara signifikan meningkatkan lemak perut dibandingkan dengan glukosa.
![]() |
Bicara soal glukosa, senyawa ini bisa dimetabolisme oleh seluruh sel tubuh. Sedangkan fruktosa hanya bisa diolah oleh hati. Fruktosa inilah yang ada dalam minuman soda.
Konsumsi fruktosa berlebihan membuat hati kewalahan dan mengubahnya menjadi lemak. Sebagian lemak ini dilepaskan sebagai trigliserida dalam darah, sebagian lagi menumpuk di hati.
Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkoholik.
Soda mengandung asam fosfat dan asam karbonat yang membuat area mulut menjadi sangat asam. Kondisi ini membuat gigi rentan terhadap kerusakan dan berlubang.
Ditambah lagi, gula dalam soda menjadi makanan bagi bakteri jahat di mulut yang mempercepat proses pembusukan gigi.
Kombinasi asam dan gula ini membuat minuman berkarbonasi sangat berbahaya bagi kesehatan gigi jika dikonsumsi berlebihan.
Jadi, bolehkah minum soda setiap hari? Kamu sangat dianjurkan untuk membatasi konsumsinya. Jika bisa, tidak diminum setiap hari dan kurangi porsinya dari waktu ke waktu.
Jika perlu, beralihlah ke jenis minuman lain yang lebih sehat. Ada banyak alternatif yang lebih sehat, seperti air putih, jus buah alami, atau teh tanpa gula.