8 Hal yang Sebaiknya Jangan Kamu Lakukan Saat Menginap di Hotel
CNN Indonesia
Kamis, 11 Sep 2025 13:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi tamu masuk kamar hotel. (Istockphoto/DragonImages)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama tiga tahun, bekerja di sebuah jaringan hotel populer dan menyaksikan seluk-beluk industri perhotelan seorang mantan staf hotel membagikan pengalamannya.
Pengalaman dia selama bekerja di hotel meliputi tugas di meja depan atau resepsionis hingga sebagai staf kebersihan penginapan.
Dia ingin memberikan pemahaman mendalam tentang apa yang membuat atau merusak pengalaman menginap yang berkesan di hotel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Anda seorang pelancong telah berpengalaman atau seseorang yang baru pertama kali memesan kamar hotel, ada baiknya menyimak kiat dari orang yang pernah bekerja di hotel.
Dia menyarankan sejumlah tips kepada pelancong agar pengalaman menginap di hotel tidak berantakan dan bisa menikmati momen staycation.
Berikut 8 hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Menginap di Hotel, seperti dikutip Business Insider.
1. Memesan Melalui Situs Web Pihak Ketiga
Mungkin ada yang percaya situs web perjalanan pihak ketiga adalah tempat terbaik untuk mendapatkan penawaran kamar hotel yang bagus. Pandangan itu ada baiknya diubah.
Sebab, situs-situs ini biasanya memberikan kontrol yang lebih sedikit kepada pengguna atas pemesanan mereka, hal itu bisa menimbulkan tantangan rumit bagi tamu. Dan sering kali sangat sulit bagi staf hotel untuk membantu.
Terkadang, situs pihak ketiga melakukan overbooking kamar, memaksa tamu untuk mencari akomodasi alternatif. Selain itu, kebijakan modifikasi yang kaku tidak nyaman dan terkadang mengarah pada biaya tersembunyi.
Boleh saja menggunakan situs web ini untuk menemukan pilihan penginapan unik, tetapi sangat disarankan untuk memesan langsung dengan hotel, baik melalui panggilan telepon atau situs web resminya.
2. Membiarkan Gerendel Pintu Tidak Terkunci
Beberapa orang tidak repot-repot menggunakan gerendel (deadbolt) karena mereka merasa kunci biasa sudah cukup aman. Tetapi itu tidak memperhitungkan kesalahan yang mungkin dilakukan oleh karyawan hotel.
Ada kalanya staf hotel secara tidak sengaja masuk ke kamar seseorang dalam posisi yang tidak mengenakkan karena adanya miskomunikasi mengenai apakah kamar mereka kosong atau tidak. Staf juga bisa secara keliru memberikan kunci kepada tamu untuk kamar yang sudah ditempati.
Ini adalah kelalaian dan staf harus selalu meminta maaf atas pelanggaran privasi Anda. Tetapi kenyataannya, kesalahan bisa terjadi. Anda bisa mencoba mendapatkan pengembalian uang atas penginapan hotel Anda, tetapi petugas housekeeping sudah melihat Anda secara pribadi. Oleh karena itu, selalu kunci gerendel pintu Anda.
3. Mengabaikan Aturan Hotel
Jika Anda adalah orang yang wajar dan penuh pertimbangan, kemungkinan besar Anda sudah mematuhi aturan hotel, termasuk tidak membuat kebisingan berlebihan, tidak merokok, dll. Sebagian besar hotel memiliki denda moneter yang signifikan untuk pelanggaran aturan ini, jadi itu bisa merugikan Anda hingga ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah.
Karena hotel kemungkinan besar sudah memiliki informasi kartu kredit Anda, sulit untuk menghentikan mereka menagih Anda. Selain itu, Anda mungkin sudah menandatangani surat pernyataan saat pertama kali check-in, setuju untuk membayar denda itu jika Anda gagal mematuhi aturan.
4. Langsung Beristirahat Tanpa Memeriksa Kamar
Kebanyakan orang mungkin belum menyadari jumlah waktu dan stres yang dapat dihemat dengan melakukan inspeksi cepat terhadap kamar hotel Anda (dan staf hotel). Jangan pernah lupa untuk memeriksa kebersihan kamar, memastikan air panas dan sistem HVAC berfungsi, atau menguji fungsi elektronik apa pun (TV, lampu, jam alarm). Jauh lebih baik untuk mengidentifikasi masalah-masalah ini sesegera mungkin dan meminta staf hotel menyelesaikannya sebelum Anda menempatkan barang-barang Anda.
5. Pilih Menginap di Hotel-Hotel Berbeda dibanding Ikut Program Loyalitas
Alih-alih hanya memesan dengan hotel yang berbeda sepanjang tahun, sangat berharga untuk bergabung dengan program loyalitas.
Hotel bisa saja memberikan anggota program loyalitas menginap gratis hingga kartu hadiah yang jumlahnya cukup banyak. Memiliki keanggotaan juga dapat memberi Anda hak istimewa tertentu, seperti late check-out gratis. Ditambah lagi, staf lebih mungkin memberi Anda peningkatan kamar gratis atau fasilitas lainnya.
6. Mengabaikan Tanda 'Jangan Ganggu' atau Don't Disturb
Menggunakan tanda "Jangan Ganggu" adalah cara yang bagus untuk mencegah staf hotel mengganggu Anda. Tetapi itu bukan hanya untuk privasi, itu juga mengurangi layanan kebersihan yang tidak perlu, yang mendorong keberlanjutan. Selain itu, Anda akan meringankan beban kerja para petugas kebersihan, yang merupakan sesuatu yang bisa Anda banggakan.
7. Memesan Tanpa Memastikan Fasilitas
Kebanyakan orang membaca ulasan hotel, tetapi sejumlah orang yang mengejutkan lupa memeriksa apakah hotel benar-benar memiliki semua fasilitas yang mereka harapkan. Peringkat bintang hotel tidak selalu mencerminkan ulasan dari tamu mereka, melainkan, itu adalah cerminan dari kualitas dan kuantitas fasilitas yang mereka tawarkan.
Sebuah hotel bintang dua kemungkinan tidak memiliki kolam renang, spa, restoran, atau layanan kamar, jadi ingatlah ini saat memilih tempat menginap.
8. Pergi Tanpa Check-Out
Pentingnya prosedur check-out tampaknya telah terlupakan oleh banyak orang. Tujuan dari proses ini sangat jelas, ini memberi sinyal kepada staf hotel bahwa Anda telah pergi, memungkinkan mereka untuk memulai persiapan kamar Anda untuk tamu berikutnya.
Jika tamu tidak repot-repot check-out, staf harus secara fisik mengunjungi setiap kamar untuk memastikan kamar itu kosong.
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama tiga tahun, bekerja di sebuah jaringan hotel populer dan menyaksikan seluk-beluk industri perhotelan seorang mantan staf hotel membagikan pengalamannya.
Pengalaman dia selama bekerja di hotel meliputi tugas di meja depan atau resepsionis hingga sebagai staf kebersihan penginapan.
Dia ingin memberikan pemahaman mendalam tentang apa yang membuat atau merusak pengalaman menginap yang berkesan di hotel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Anda seorang pelancong telah berpengalaman atau seseorang yang baru pertama kali memesan kamar hotel, ada baiknya menyimak kiat dari orang yang pernah bekerja di hotel.
Dia menyarankan sejumlah tips kepada pelancong agar pengalaman menginap di hotel tidak berantakan dan bisa menikmati momen staycation.
Berikut 8 hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Menginap di Hotel, seperti dikutip Business Insider.
1. Memesan Melalui Situs Web Pihak Ketiga
Mungkin ada yang percaya situs web perjalanan pihak ketiga adalah tempat terbaik untuk mendapatkan penawaran kamar hotel yang bagus. Pandangan itu ada baiknya diubah.
Sebab, situs-situs ini biasanya memberikan kontrol yang lebih sedikit kepada pengguna atas pemesanan mereka, hal itu bisa menimbulkan tantangan rumit bagi tamu. Dan sering kali sangat sulit bagi staf hotel untuk membantu.
Terkadang, situs pihak ketiga melakukan overbooking kamar, memaksa tamu untuk mencari akomodasi alternatif. Selain itu, kebijakan modifikasi yang kaku tidak nyaman dan terkadang mengarah pada biaya tersembunyi.
Boleh saja menggunakan situs web ini untuk menemukan pilihan penginapan unik, tetapi sangat disarankan untuk memesan langsung dengan hotel, baik melalui panggilan telepon atau situs web resminya.
2. Membiarkan Gerendel Pintu Tidak Terkunci
Beberapa orang tidak repot-repot menggunakan gerendel (deadbolt) karena mereka merasa kunci biasa sudah cukup aman. Tetapi itu tidak memperhitungkan kesalahan yang mungkin dilakukan oleh karyawan hotel.
Ada kalanya staf hotel secara tidak sengaja masuk ke kamar seseorang dalam posisi yang tidak mengenakkan karena adanya miskomunikasi mengenai apakah kamar mereka kosong atau tidak. Staf juga bisa secara keliru memberikan kunci kepada tamu untuk kamar yang sudah ditempati.
Ini adalah kelalaian dan staf harus selalu meminta maaf atas pelanggaran privasi Anda. Tetapi kenyataannya, kesalahan bisa terjadi. Anda bisa mencoba mendapatkan pengembalian uang atas penginapan hotel Anda, tetapi petugas housekeeping sudah melihat Anda secara pribadi. Oleh karena itu, selalu kunci gerendel pintu Anda.
3. Mengabaikan Aturan Hotel
Jika Anda adalah orang yang wajar dan penuh pertimbangan, kemungkinan besar Anda sudah mematuhi aturan hotel, termasuk tidak membuat kebisingan berlebihan, tidak merokok, dll. Sebagian besar hotel memiliki denda moneter yang signifikan untuk pelanggaran aturan ini, jadi itu bisa merugikan Anda hingga ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah.
Karena hotel kemungkinan besar sudah memiliki informasi kartu kredit Anda, sulit untuk menghentikan mereka menagih Anda. Selain itu, Anda mungkin sudah menandatangani surat pernyataan saat pertama kali check-in, setuju untuk membayar denda itu jika Anda gagal mematuhi aturan.
Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Menginap di Hotel
Ilustrasi kamar hotel. (tom4328/Pixabay)
4. Langsung Beristirahat Tanpa Memeriksa Kamar
Kebanyakan orang mungkin belum menyadari jumlah waktu dan stres yang dapat dihemat dengan melakukan inspeksi cepat terhadap kamar hotel Anda (dan staf hotel). Jangan pernah lupa untuk memeriksa kebersihan kamar, memastikan air panas dan sistem HVAC berfungsi, atau menguji fungsi elektronik apa pun (TV, lampu, jam alarm). Jauh lebih baik untuk mengidentifikasi masalah-masalah ini sesegera mungkin dan meminta staf hotel menyelesaikannya sebelum Anda menempatkan barang-barang Anda.
5. Pilih Menginap di Hotel-Hotel Berbeda dibanding Ikut Program Loyalitas
Alih-alih hanya memesan dengan hotel yang berbeda sepanjang tahun, sangat berharga untuk bergabung dengan program loyalitas.
Hotel bisa saja memberikan anggota program loyalitas menginap gratis hingga kartu hadiah yang jumlahnya cukup banyak. Memiliki keanggotaan juga dapat memberi Anda hak istimewa tertentu, seperti late check-out gratis. Ditambah lagi, staf lebih mungkin memberi Anda peningkatan kamar gratis atau fasilitas lainnya.
6. Mengabaikan Tanda 'Jangan Ganggu' atau Don't Disturb
Menggunakan tanda "Jangan Ganggu" adalah cara yang bagus untuk mencegah staf hotel mengganggu Anda. Tetapi itu bukan hanya untuk privasi, itu juga mengurangi layanan kebersihan yang tidak perlu, yang mendorong keberlanjutan. Selain itu, Anda akan meringankan beban kerja para petugas kebersihan, yang merupakan sesuatu yang bisa Anda banggakan.
7. Memesan Tanpa Memastikan Fasilitas
Kebanyakan orang membaca ulasan hotel, tetapi sejumlah orang yang mengejutkan lupa memeriksa apakah hotel benar-benar memiliki semua fasilitas yang mereka harapkan. Peringkat bintang hotel tidak selalu mencerminkan ulasan dari tamu mereka, melainkan, itu adalah cerminan dari kualitas dan kuantitas fasilitas yang mereka tawarkan.
Sebuah hotel bintang dua kemungkinan tidak memiliki kolam renang, spa, restoran, atau layanan kamar, jadi ingatlah ini saat memilih tempat menginap.
8. Pergi Tanpa Check-Out
Pentingnya prosedur check-out tampaknya telah terlupakan oleh banyak orang. Tujuan dari proses ini sangat jelas, ini memberi sinyal kepada staf hotel bahwa Anda telah pergi, memungkinkan mereka untuk memulai persiapan kamar Anda untuk tamu berikutnya.
Jika tamu tidak repot-repot check-out, staf harus secara fisik mengunjungi setiap kamar untuk memastikan kamar itu kosong.