Hati-hati, 9 Menu Sarapan Enak Ini Bikin Kamu Lesu Jelang Siang

CNN Indonesia
Minggu, 30 Nov 2025 19:35 WIB
Ilustrasi. Jangan asal pilih menu sarapan. Menu sarapan berikut memang enak tapi bikin lesu jelang siang. (Freepik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sepadat apa pun aktivitas Anda, sebaiknya jangan melewatkan sarapan. Namun jangan asal pilih menu. Bukan bikin berenergi, deret menu sarapan berikut justru bikin badan lesu jelang siang.

Sarapan memainkan peran penting dalam asupan harian. Menu sarapan idealnya mengandung nutrisi seimbang yang terdiri dari protein, serat, dan lemak sehat.

Protein membantu tetap kenyang tanpa lonjakan gula darah dan jadi bahan bakar otak. Serat akan memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sedangkan lemak sehat memberikan pelepasan energi yang stabil dan mencegah gula darah turun drastis.

Menu sarapan dengan kombinasi nutrisi seimbang memastikan Anda tetap bertenaga sampai jam makan siang.

"Usahakan makan dalam satu hingga dua jam setelah bangun tidur untuk mendukung metabolisme dan tingkat energi sepanjang hari," kata ahli diet Jordan Hill melansir dari Real Simple.

Beberapa ahli menyarankan untuk tidak memasukkan makanan berikut ke dalam menu sarapan untuk mencegah tubuh lesu dan lemah jelang siang.

1. Smoothie

Secara teori, smoothie memang penuh nutrisi untuk memulai hari. Namun tanpa nutrisi penting, smoothie hanya memberikan rasa kenyang sesaat lalu lapar lagi.

"Saya sarankan untuk memasukkan buah, sayur, kacang-kacangan atau biji-bijian, dan sumber protein terkonsentrasi dari bubuk, tahu, atau susu," jelas ahli diet pengobatan fungsional Kaytee Hadley.

2. Yogurt dengan perisa

Yogurt dengan perisa memang praktis disantap. Namun yogurt tipe ini diam-diam tinggi kandungan gula tambahan. Sarapan tinggi gula memicu lonjakan kadar gula darah, lalu merosot tajam diikuti penurunan energi di pertengahan pagi.

Sebaiknya ganti yogurt berperisa dengan yogurt tawar lalu tambahkan biji chia, beri, dan sedikit selai kacang.

3. Kopi dengan krimer

Mengganti gula dengan krimer untuk kopi kadang bukan keputusan bijak. Pasalnya, beberapa jenis krimer mengandung gula sehingga minuman kopi Anda bisa bikin kadar gula darah melonjak. Setelahnya, kadar gula darah turun drastis dan mengakibatkan tubuh lemas.

4. Pancake

Pancake umumnya terbuat dari tepung terigu putih olahan dan disiram sirup gula. Menu sarapan ini jelas tinggi gula, tanpa serat dan protein.

Setelah kenaikan kadar gula darah, diikuti oleh pelepasan insulin yang membuat gula darah turun dengan cepat. Anda pun merasa lesu, gampang tersinggung, dan ingin segera mencari camilan lain.

5. Oatmeal instan

Ilustrasi. Menu sarapan berupa oatmeal instan biasanya tinggi kandungan gula tambahan. (robynmac/thinkstockphotos.com)

Oatmeal dinilai sebagai sarapan sehat kaya serat. Namun cek lagi oatmeal yang dikonsumsi terutama oatmeal instan. Biasanya oatmeal instan banyak mengandung gula tambahan dengan sedikit sekali serat dan protein.

Biasanya menu sarapan ini menghasilkan energi jangka pendek. Anda bakal merasa lapar setelah 1-2 jam.

6. Roti putih

Sarapan roti tawar putih atau jenis roti putih lain sebenarnya merupakan sarapan yang minim nutrisi. Roti dengan cepat terurai jadi gula.

"Idealnya, sebagian besar makanan berbasis biji-bijian yang dikonsumsi haruslah biji-bijian utuh," kata Amy Davis, konsultan gizi.

7. Sereal sarapan bergula

Sereal sarapan instan cenderung rendah protein dan serat serta tinggi gula tambahan. Tanpa protein atau serat yang cukup, sereal sarapan ini dapat memberikan lonjakan energi tapi langsung diikuti penurunan energi.

8. Donat

Menu sarapan berupa kopi biasanya dilengkapi dengan camilan berupa kue atau pastry seperti, croissant, donat, atau muffin. Jenis makanan ini mengandung tepung olahan, gula, minyak atau mentega tinggi lemak jenuh.

"Gula dan lemak jenuh dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, membuat seseorang merasa lesu dan lelah," kata Hill.

9. Sosis

Daging olahan seperti sosis dan bacon kerap mengandung banyak natrium dan lemak jenuh. Hill berkata kandungan lemak tinggi dapat menunda pencernaan dan penyerapan makanan. Tubuh pun lesu dan lemas.

"Natrium khususnya, jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, dapat berdampak negatif pada tekanan darah seiring waktu atau menyebabkan retensi air dan merasa kembung," imbuh Hill.

(els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK