Kembali ke Fitrah dengan Bertobat, Niscaya Dosa Besar Terhapus
Hati-hati dengan dosa kecil. Jika dilakukan terus-menerus atau berkelanjutan, dosa kecil akan bergulir menjadi dosa besar.
Bahkan memiliki niat untuk melanggengkan maksiat pun sudah terhitung sebagai dosa. Namun dosa besar bisa terhapus dengan melakukan tobat.
"Niat seseorang di dalam maksiat itu juga menjadi maksiat. Jadi, niatnya saja untuk melanggengkan itu, itu sudah maksiat," ucap ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia, Sabtu (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :![]() Kultum Kemuliaan Ramadan Pentingnya Manusia Menyayangi Sesama, Tak Saling Melanggar Hak |
Dosa kecil yang dilakukan terus-menerus akan membuat seseorang menjadi orang fasik. Hal ini berbeda dengan orang 'adil yang dijelaskan Ma'ruf sebagai orang yang tidak melakukan dosa besar dan tidak pula melanggengkan dosa kecil.
Di sisi lain, dosa besar bisa terhapus apabila kita istigfar dan bertobat. Bertobat itu sendiri bisa menghapus bekas kesalahan, sekalipun kesalahan yang dilakukan itu besar.
Tentu, untuk bertobat ada syarat-syarat tertentu. Kita harus menghentikan tindakan maksiat, menyesal, kemudian melakukan hal-hal yang lebih baik sesuai perintah Allah SWT.
"Mereka itulah orang-orang yang oleh Allah diganti kejelekannya menjadi kebaikan. Jadi, orang bertobat itu orang yang berhenti, menyesal, kemudian dia tidak mengulangi lagi, dan melakukan amal saleh," tutur Ma'ruf.
Ma'ruf menjelaskan, tobat itu artinya kembali ke fitrah. Hal ini karena pada dasarnya manusia itu baik. Semua orang terlahir dalam keadaan suci, hingga akhirnya di dalam kehidupan duniawi mengalami sejumlah pembelokan dan tidak menjalankan perintah Allah SWT.
"Ketika dia menjalankan perintah Allah, itu dianggap taubat, kembali kepada kesucian dan kemurniannya. Kalau dia kembali, diampuni dosanya dan diganti keburukannya dengan kebaikan-kebaikan," kata Ma'ruf.
Orang-orang yang bertobat, jika ia melakukan perbuatan yang buruk atau menzalimi dirinya sendiri, ia akan langsung ingat kepada Allah kemudian tidak melanjutkan perbuatannya.
Jenis orang yang baik, lanjut Ma'ruf, tidak akan melakukan dosa kecil secara terus-menerus. Mereka akan selalu ingat kepada Allah kemudian meluruskan perbuatannya.
(rti)[Gambas:Video CNN]
