Apa Bahayanya Makan Kolang-kaling? Ini Penjelasannya

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 13:10 WIB
Ilustrasi. Beberapa hal bisa membuat konsumsi kolang-kaling jadi berbahaya. (iStockphoto/ROHE Creative Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sering dijadikan manisan atau dicampur di dalam kolak, kolang-kaling tentu sudah tidak asing lagi bagi pencinta kuliner Indonesia.

Makanan ini berasal dari biji buah aren (Arenga pinnata) yang sudah melalui proses pengolahan khusus sebelum dikonsumsi.

Kolang-kaling diketahui memiliki banyak manfaat. Akan tetapi, apakah ada bahaya dari makan kolang-kaling? Ini dia penjelasannya.

Apakah makan kolang-kaling berbahaya?

Sebenarnya, kolang-kaling lebih dikenal memiliki banyak manfaat ketimbang bahayanya. Mulai dari membantu melancarkan buang air besar, memperkuat tulang, menambah produksi kolagen, hingga meredakan nyeri sendi, menjadi khasiat kolang-kaling.

Manfaat tersebut biasanya bisa kamu dapat jika kolang-kaling dikonsumsi tanpa tambahan lain. Masalah muncul saat kolang-kaling disajikan dengan campuran lain, seperti dalam es campur atau kolak.

"Kolang-kalingnya itu enggak apa-apa. Biasanya yang jadi apa-apa itu dari sirupnya, dari gulanya," ucap spesialis gizi klinis Oki Yonatan Oentiono, seperti dikutip dari detikhealth.

Kolang-kaling yang sudah diolah menjadi camilan atau sajian tertentu bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Perut kembung atau gangguan pencernaan lainnya bisa sangat mungkin terjadi.

Lalu, seberapa banyak kita boleh mengonsumsi kolang-kaling dalam satu waktu? Oki mengatakan, tiap orang punya toleransi berbeda.

"Tubuh kita punya batas alami, jadi biasanya tidak akan berlebihan secara alami," ujarnya.

Waspadai kolang-kaling berformalin

Selain masalah gula dan sirup, bahaya makan kolang-kaling juga bisa berasal dari cara pengolahan dan penyimpanannya.

Terkadang, ada saja pedagang yang menambahkan formalin sebagai pengawet agar bisa disimpan lebih lama. Penggunaan formalin pada makanan tentu sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kamu perlu waspada dengan kolang-kaling berformalin. Berikut ini beberapa cara mengenali kolang-kaling berfomalin dari Dinas Kesehatan Gunung Kidul.

1. Warna tidak alami

Kolang-kaling asli berwarna putih transparan dengan sedikit pucat. Jika warnanya putih pekat dan tidak transparan, patut dicurigai makanan ini mengandung formalin.

Formalin juga membuat tekstur kolang-kaling jadi lebih mengilat. Jadi, cek baik-baik kolang-kaling yang sudah kamu beli.

2. Beraroma aneh

Kolang-kaling normal memiliki aroma khas yang sedikit asam. Jika tidak berbau, kemungkinan sudah tercampur formalin.

Pencampuran formalin biasanya akan membuat aroma khas makanan menghilang. Terkadang, pencampuran bisa menimbulkan bau tak sedap.

3. Tekstur terlalu kenyal

Kolang-kaling memang memiliki tekstur yang cukup kenyal. Tentu kita ingin membeli yang kenyal agar mudah digigit.

Sayangnya, kolang-kaling yang terlampau kenyal kemungkinan besar mengandung formalin dan patut kamu waspadai.

4. Tahan lama di suhu ruang

Tujuan utama pedagang nakal menambahkan formalin adalah agar lebih tahan lama ketika disimpan. Ini jadi ciri utama yang perlu diperhatikan.

Kolang-kaling asli akan cepat rusak jika dibiarkan di suhu ruang selama satu atau dua hari. Jika tetap awet, besar kemungkinan mengandung formalin.

5. Tidak dihinggapi lalat

Lalat biasanya suka hinggap pada makanan segar. Jika kolang-kaling bebas dari lalat sama sekali, bisa jadi karena formalin menghilangkan bau alami sehingga lalat enggan mendekat.

Bahaya makan kolang-kaling sebenarnya lebih banyak berasal dari cara penyajian dan pengawetan yang tidak tepat, seperti penggunaan gula berlebihan serta formalin.

Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, kolang-kaling justru memberikan manfaat kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk selalu memilih kolang-kaling yang segar dan aman.

(rea/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK