Ini 5 Manfaat Sinar Matahari untuk Kesehatan, Bisa Bantu Atasi Depresi
Paparan sinar matahari terutama di pagi hari, yakni sebelum matahari bersinar terang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Salah satu manfaat sinar matahari adalah dapat membantu mengatasi depresi. Paparan sinar matahari bisa meningkatkan kadar serotonin di otak yang membantu meringankan gejala depresi.
Selain itu, sinar matahari juga dapat membantu tubuh memproduksi nutrisi yang penting untuk tulang dan sistem kekebalan tubuh.
Manfaat sinar matahari
Lalu, apa saja manfaat terpapar sinar matahari? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut berbagai manfaat sinar matahari untuk kesehatan.
1. Meringankan gejala depresi
Dikutip dari laman WebMD, sinar matahari membantu meningkatkan zat kimia di otak yang disebut serotonin.
Serotonin dikaitkan dengan peningkatan suasana hati dan membantu seseorang merasa tenang dan fokus. Jika tubuh kekurangan paparan sinar matahari, kadar serotonin bisa menurun.
Paparan sinar matahari juga dapat bermanfaat bagi mereka yang mengalami jenis depresi berat lainnya dan gangguan disforik pramenstruasi.
Gangguan yang berhubungan dengan kecemasan dan serangan panik juga telah dikaitkan dengan perubahan musim dan berkurangnya paparan sinar matahari.
2. Menguatkan tulang
Manfaat sinar matahari untuk kesehatan lainnya adalah dapat menguatkan tulang. Dikutip dari Healthline, paparan sinar matahari dapat membuat kulit memproduksi vitamin D.
Vitamin D yang dihasilkan oleh sinar matahari berperan besar dalam kesehatan tulang. Kadar vitamin D yang rendah dikaitkan dengan rakhitis pada anak dan penyakit pengeroposan tulang seperti osteoporosis dan osteomalasia.
3. Mengatasi kondisi kulit tertentu
Sinar matahari dapat membantu mengatasi kondisi kulit tertentu. Para ahli kesehatan merekomendasikan paparan sinar matahari untuk mengatasi psoriasis, eksim, penyakit kuning, dan jerawat.
4. Mencegah kanker
Paparan sinar matahari dalam jumlah yang sedang dapat mencegah kanker tertentu. Namun, perlu diperhatikan bahwa sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit.
Menurut studi yang dilakukan pada 2008, orang yang tinggal di daerah dengan jam siang hari lebih sedikit lebih mungkin terkena kanker tertentu dibandingkan mereka yang tinggal di daerah dengan lebih banyak sinar matahari di siang hari.
Paparan sinar matahari dalam jumlah yang sedang dapat mencegah kanker usus besar, limfoma Hodgkin, kanker ovarium, kanker pankreas, dan kanker prostat.
5. Membuat tidur lebih nyenyak
Sinar matahari pagi dapat membantu tubuh untuk tidur lebih nyenyak di malam hari, terutama bagi orang tua. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, mata kurang mampu menyerap cahaya dan mengalami kesulitan tidur.
Studi pada lansia memperlihatkan bahwa paparan sinar matahari langsung antara pukul 8-10 pagi dalam lima hari dapat meningkatkan kualitas tidur.
Waktu berjemur yang disarankan
Para peneliti menyarankan agar tubuh mendapatkan paparan sinar matahari selama 5-15 menit pada lengan, tangan, dan wajah dalam 2-3 kali seminggu.
Sinar matahari harus menembus kulit untuk memproduksi vitamin D, jadi gunakan tabir surya dan mengenakan topi atau pelindung kepala lainnya.
Penggunaan tabir surya penting terutama bagi orang dengan warna kulit lebih terang yang biasanya lebih mudah terbakar sinar matahari dibandingkan mereka yang memiliki warna kulit lebih gelap.
(juh)