Apakah Minum Kopi Bisa Melindungi Diri dari Depresi? Ini Kata Ahli

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 03:00 WIB
Kopi adalah minuman yang mengandung kafein dan antioksidan yang baik untuk kesehatan. Apakah minum kopi bisa melindungi diri dari depresi?
Ilustrasi. Kopi adalah minuman yang mengandung kafein dan antioksidan yang baik untuk kesehatan. Apakah minum kopi bisa melindungi diri dari depresi? (Padurariu Alexandru)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kopi adalah minuman yang mengandung kafein dan antioksidan seperti flavanoid, polifenol, dan asam klorogenat. Kopi juga mengandung mineral, vitamin, trigonelin, sukrosa, serta diterpen.

Kandungannya yang kaya manfaat tersebut membuat kopi baik dikonsumsi sehari-hari. Lantas, apakah minum kopi bisa melindungi diri dari depresi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini ada banyak obat untuk mengatasi depresi, tetapi tidak semua obat tersebut efektif untuk semua orang. Kafein dalam kopi disebut dapat melindungi diri dari depresi, tapi apakah ini benar?

Untuk menjawabnya, berikut penjelasannya yang dirangkum dari laman Medical News Today.

Apa minum kopi bisa melindungi diri dari depresi?

Kafein memblokir reseptor adenosin sehingga dapat mengurangi adenosin. Dengan meminum kopi secara teratur dapat melindungi dari depresi. Namun, hal ini disebut dengan paradoks kopi.

Para peneliti sedang menyelidiki cara mengatasi paradoks ini, yakni dengan mengurangi kafein sebelum perawatan, sambil tetap mendapatkan efek perlindungan dari kopi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 5,7 persen dari seluruh orang dewasa, sekitar 332 juta orang di seluruh dunia, mengalami depresi.

Bagi banyak orang, obat resep standar dapat meredakan gejala. Namun, bagi mereka yang tidak merespons pengobatan rutin, diperlukan pengobatan lain.

Kenapa kafein menjadi paradoks kopi untuk depresi?

Kafein adalah obat psikoaktif yang paling umum dikonsumsi di dunia, dan merupakan antagonis reseptor adenosin. Dapatkah kafein menghambat pengobatan ketamin?

Menurut Ma-Li Wong, MD, PhD, Psikiater, Genomic Press, New York, ketamin dan terapi elektrokonvulsif (ECT) digunakan ketika obat antidepresan standar tidak efektif digunakan.

"Kafein memblokir reseptor adenosin dan penelitian menunjukkan hal ini sebenarnya dapat mengganggu efek antidepresan ketamin dan ECT-setidaknya pada hewan percobaan, dan kemungkinan juga pada manusia," kata Wong.

Para peneliti menemukan bahwa efek antidepresan disebabkan oleh pemicu lonjakan adenosin, yakni molekul pemberi sinyal dalam tubuh manusia yang melakukan banyak fungsi penting.

Mulai dari melebarkan pembuluh darah, mengatur sistem saraf simpatik, mengurangi tekanan darah dan detak jantung, serta mengatur suasana hati.

Dalam studi mereka, yang dipublikasikan di NatureTrusted Source, para peneliti menggunakan model tikus untuk mengidentifikasi pensinyalan adenosin sebagai jalur utama yang mendasari efek antidepresan ketamin dan ECT.

Konsumsi kopi secara teratur telah terbukti, dalam studi epidemiologi, dapat mengurangi risiko depresi hingga 25 persen. Namun, bagi mereka yang mengalami depresi yang resistan terhadap pengobatan, dapatkah hal itu mengurangi efikasi pengobatan?

Pada pengguna kafein rutin, reseptor adenosin mengalami peningkatan regulasi, yang berarti lebih banyak reseptor yang bekerja pada satu waktu. Hal ini dapat menjelaskan mengapa konsumsi kopi secara teratur terbukti mengurangi risiko depresi dalam beberapa penelitian.

Namun, meski konsumsi kopi secara rutin mungkin bermanfaat, mengonsumsi kafein beberapa jam sebelum perawatan ketamin atau ECT dapat mengurangi efeknya. Itulah mengapa disebut paradoks kopi.

(juh)


[Gambas:Video CNN]