5 Efek Samping Makan Sayur Pakis yang Perlu Diwaspadai
Kalau Anda suka makan sayuran hijau, pasti sudah tidak asing dengan tanaman pakis. Olahan daun pakis muda salah satunya sayur pakis memang digemari. Namun hati-hati sebab ada sederet efek samping makan sayur pakis yang perlu diwaspadai.
Seperti pedang bermata dua, daun pakis memiliki banyak manfaat sekaligus ada efek samping yang perlu kamu waspadai juga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip WebMD, daun pakis bisa melindungi tubuh dari kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Tanaman ini juga cocok dipakai diet, karena rendah kalori, lemak, dan kolesterol.
Efek samping makan sayur pakis
Meski banyak manfaat, sayangnya sayur pakis juga memiliki sejumlah efek samping. Pun tidak semua jenis daun pakis aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, cara pengolahan yang salah juga bisa membuat sayur pakis jadi bahaya untuk dikonsumsi. Apa saja efek samping sayur pakis? Merangkum dari berbagai sumber, ini dia daftarnya.
1. Risiko keracunan
Salah satu efek samping makan sayur pakis yang paling penting untuk diperhatikan yaitu, risiko keracunan. Pakis muda memang mengandung zat alami yang belum sepenuhnya diketahui. Komponen pada daun pakis dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi dalam keadaan kurang matang.
Mengutip buku Sayuran Pakis, Tanaman Langka Enak Dikonsumsi serta Manfaat Tumbuhan Paku dan Tumbuhan Lumut (2024) karya Imas Hanifah Nurhasanah dan Nisa Amelia Hamidah, ada beberapa jenis pakis yang dikenal beracun.
Jenis-jenis tersebut, yaitu pakis pakis (Pteridium aquilinum), pakis jantan (Dryopteris filix-mas), dan pakis pedang barat (Polystichum munitum).
2. Gangguan pencernaan
Ilustrasi. Tak hanya diolah jadi menu berkuah seperti sayur, daun pakis muda juga bisa diolah jadi urap. Menu ini memang menggoda tapi Anda tetap perlu berhati-hati sebab salah satu efek samping makan olahan pakis adalah gangguan pencernaan. (Natasha Riyandani) |
Satu lagi bahaya daun pakis jika tidak dimasak hingga matang yaitu, gangguan pencernaan. Mengonsumsi pakis mentah dapat menyebabkan diare, mual, muntah, kram perut, dan sakit kepala.
Hal ini terjadi karena sayur pakis mentah kemungkinan mengandung bakteri atau mikroba yang berbahaya. Gejala gangguan pencernaan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam, tetapi bisa bertahan hingga tiga hari.
Untuk mengurangi risiko ini, cucilah pakis dengan bersih dan masak hingga matang sempurna. Sebaiknya, ganti air rebusan sekali sebelum disajikan sebagai tindakan pencegahan ekstra.
3. Penyakit beriberi
Pakis mengandung enzim thiaminase yang dapat menghancurkan vitamin B1 (tiamin) dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beriberi, yang memengaruhi sistem saraf dan kardiovaskular.
Oleh karena itu, konsumsi sayur pakis sebaiknya dibatasi dalam jumlah kecil agar tidak menyebabkan defisiensi vitamin B1.
4. Reaksi alergi
Meskipun jarang terjadi, beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi setelah makan sayur pakis. Gejala alergi yang mungkin muncul meliputi gatal-gatal, pembengkakan, atau ketidaknyamanan pada perut.
Kalau Anda baru pertama kali mencoba makan sayur pakis, ada baiknya melakukan uji tempel pada kulit terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.
5. Iritasi kulit
Meski tidak dimakan, daun pakis juga bisa berisiko jika kontak langsung dengan kulit. Beberapa jenis pakis memiliki duri atau rambut tajam pada pelepahnya yang bisa menggores atau mengiritasi kulit saat diproses.
Untuk menghindari bahaya pakis ini, selalu masak pakis secara menyeluruh, baik dengan cara direbus, dikukus, atau ditumis. Memasak juga membantu menetralisasi zat-zat yang bisa menyebabkan iritasi.
(rea/els)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Tak hanya diolah jadi menu berkuah seperti sayur, daun pakis muda juga bisa diolah jadi urap. Menu ini memang menggoda tapi Anda tetap perlu berhati-hati sebab salah satu efek samping makan olahan pakis adalah gangguan pencernaan. (Natasha Riyandani)