10 Oleh-oleh Khas Bandung yang Tahan Lama di Perjalanan Panjang
6. Bagelen
Bagelen merupakan roti kering berbentuk bundar dengan rasa manis gurih dan tekstur renyah. Penganan ini terinspirasi dari resep Belanda bernama warmbollen, tetapi diolah menjadi versi kering dengan olesan mentega atau buttercream.
Bagelen dipopulerkan oleh toko oleh-oleh Kartika Sari, tetapi kamu bisa mendapatkannya di berbagai toko oleh-oleh lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7. Bolen pisang
Pastry berlapis isi pisang ini berasal dari bahasa Belanda, banana bollen. Bolen pisang sangat terkenal sebagai oleh-oleh khas Bandung.
Teksturnya lembut dan renyah dengan isian pisang yang manis. Bolen pisang bisa bertahan 2-4 hari pada suhu ruangan, sehingga cocok untuk perjalanan yang tidak terlalu panjang.
8. Peuyeum
Makanan khas Bandung ini terbuat dari singkong yang difermentasi. Jika di tempat lain disebut dengan nama tape, di Jawa Barat dikenal dengan nama peuyeum.
Harganya terjangkau dan mudah ditemukan di pasar tradisional ataupun toko oleh-oleh. Satu kilo peuyeum mulai dari Rp20 ribu-an.
Peuyeum bisa bertahan hingga satu minggu jika disimpan di tempat sejuk dan kering. Untuk usia penyimpanan yang lebih lama, masukkan ke dalam kulkas atau freezer.
9. Selai Negro Brand
Di Kota Bandung, ada toko selai legendaris yang buka sejak 1930, namanya Toko Negro Brand di Jalan Veteran Nomor 48. Selai produksi rumahan ini dibuat berdasarkan resep keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ada pilihan rasa cokelat, kacang, nanas, hingga stroberi. Selain untuk olesan roti, banyak pelanggan yang menggunakannya juga sebagai bahan kue. Harganya mulai dari Rp17 ribu untuk kemasan 250 gram.
Toko ini buka pukul 08.00-16.00 WIB. Hari Sabtu buka hingga pukul 13.00 WIB, sedangkan hari Minggu tutup.
10. Cokelat
Cokelat selalu menjadi pilihan oleh-oleh favorit. Cokelat memang mudah didapatkan di mana saja. Namun tiap daerah tentu punya ciri khas tersendiri, tak terkecuali Bandung.
Kalau kamu ingin membawa oleh-oleh cokelat dari Bandung, ada beberapa toko yang populer. Misalnya, Toko Coklat di Jalan Cimanuk Nomor 5, Terve di Jalan Bengawan Nomor 23, atau Dapur Cokelat di Jalan Tikukur Nomor 1.
Dengan berbagai pilihan oleh-oleh khas Bandung yang tahan lama ini, kamu tidak perlu khawatir makanan atau camilan favoritmu akan cepat basi saat perjalanan pulang. Selamat berburu oleh-oleh Bandung!
(rea/asr)[Gambas:Video CNN]
Bandung selalu menjadi destinasi favorit wisatawan lokal, terutama saat libur panjang atau akhir pekan tiba. Selain pesona alam dan suasananya yang sejuk, kawasan Bandung Raya terkenal dengan ragam kulinernya yang menggoda selera.
Banyak pengunjung yang tidak hanya ingin menikmati makanan khas Bandung di tempat, tetapi juga berburu oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Namun, kalau perjalanan pulang cukup jauh, penting untuk memilih oleh-oleh khas Bandung yang tahan lama agar tetap segar dan lezat saat sampai di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh-oleh khas Bandung yang tahan lama
Nah, apa saja oleh-oleh yang cocok untuk dibawa pulang? Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini rekomendasinya.
1. Keripik tempe
Keripik tempe merupakan camilan khas Bandung yang terbuat dari irisan tipis tempe yang digoreng dengan balutan tepung berbumbu gurih dan asin.
Camilan ini sangat mudah ditemukan di berbagai area, seperti Pasar Kosambi, Pasar Baru, dan Cihampelas.
Jika disimpan dalam wadah tertutup rapat, keripik tempe bisa bertahan hingga tiga bulan. Oleh-oleh ini praktis dan tahan lama.
2. Basreng
Basreng atau bakso goreng merupakan camilan khas Sunda yang dibuat dari bakso ikan yang diiris tipis dan digoreng hingga kering.
Biasanya basreng diberi taburan bumbu pedas yang membuat rasanya makin menggigit. Basreng pun sering kali dijual berdasarkan tingkat kepedasannya.
Karena digoreng hingga benar-benar kering, basreng bisa bertahan berbulan-bulan jika disimpan dalam wadah kedap udara.
3. Gurilem
Gurilem merupakan kerupuk asli Sunda berbentuk panjang dan silinder seperti cacing. Ada banyak varian rasa, mulai dari asin, pedas, hingga sangat pedas.
Konon, gurilem berasal dari Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Nama gurilem sendiri merupakan singkatan dari 'gurih' dan 'peuleum' (lembut). Camilan ini tahan lama dan bisa disimpan berbulan-bulan.
4. Sale pisang
Bagi yang belum tahu, sale pisang merupakan camilan pisang yang diiris tipis dan dikeringkan, sehingga memiliki tekstur renyah dan rasa manis alami. Kini, sale pisang hadir dengan berbagai inovasi rasa, seperti tambahan keju dan cokelat.
Sale pisang sangat tahan lama dan tidak mudah basi, sehingga bisa jadi pilihan oleh-oleh yang praktis dan lezat. Kamu bisa mendapatnya sale pisang di banyak pasar, seperti Pasar Kosambi dan Pasar Baru.
5. Kopi Aroma
Oleh-oleh khas Bandung ini hanya bisa didapatkan di Toko Kopi Aroma, Jalan Banceuy Nomor 51. Kopi legendaris ini diproses secara tradisional sejak 1930 tanpa bahan kimia, dengan proses pemanggangan menggunakan kayu selama dua jam.
Kopi Aroma tersedia dalam varian mokka arabika dan robusta, serta dijual terbatas setiap harinya. Toko ini buka pada Senin hingga Sabtu, pukul 08.30-14.30 WIB. Harganya mulai dari Rp40 ribu untuk varian robusta seberat 250 gram.
Simak oleh-oleh khas Bandung lainnya di halaman berikutnya..
Oleh-oleh Khas Bandung yang Tahan Lama di Perjalanan
Ilustrasi. Bagelen, salah satu oleh-oleh khas Bandung yang tahan lama di perjalanan. (Getty Images/iStockphoto/Ika Rahma)
6. Bagelen
Bagelen merupakan roti kering berbentuk bundar dengan rasa manis gurih dan tekstur renyah. Penganan ini terinspirasi dari resep Belanda bernama warmbollen, tetapi diolah menjadi versi kering dengan olesan mentega atau buttercream.
Bagelen dipopulerkan oleh toko oleh-oleh Kartika Sari, tetapi kamu bisa mendapatkannya di berbagai toko oleh-oleh lain.
7. Bolen pisang
Pastry berlapis isi pisang ini berasal dari bahasa Belanda, banana bollen. Bolen pisang sangat terkenal sebagai oleh-oleh khas Bandung.
Teksturnya lembut dan renyah dengan isian pisang yang manis. Bolen pisang bisa bertahan 2-4 hari pada suhu ruangan, sehingga cocok untuk perjalanan yang tidak terlalu panjang.
8. Peuyeum
Makanan khas Bandung ini terbuat dari singkong yang difermentasi. Jika di tempat lain disebut dengan nama tape, di Jawa Barat dikenal dengan nama peuyeum.
Harganya terjangkau dan mudah ditemukan di pasar tradisional ataupun toko oleh-oleh. Satu kilo peuyeum mulai dari Rp20 ribu-an.
Peuyeum bisa bertahan hingga satu minggu jika disimpan di tempat sejuk dan kering. Untuk usia penyimpanan yang lebih lama, masukkan ke dalam kulkas atau freezer.
9. Selai Negro Brand
Di Kota Bandung, ada toko selai legendaris yang buka sejak 1930, namanya Toko Negro Brand di Jalan Veteran Nomor 48. Selai produksi rumahan ini dibuat berdasarkan resep keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ada pilihan rasa cokelat, kacang, nanas, hingga stroberi. Selain untuk olesan roti, banyak pelanggan yang menggunakannya juga sebagai bahan kue. Harganya mulai dari Rp17 ribu untuk kemasan 250 gram.
Toko ini buka pukul 08.00-16.00 WIB. Hari Sabtu buka hingga pukul 13.00 WIB, sedangkan hari Minggu tutup.
10. Cokelat
Cokelat selalu menjadi pilihan oleh-oleh favorit. Cokelat memang mudah didapatkan di mana saja. Namun tiap daerah tentu punya ciri khas tersendiri, tak terkecuali Bandung.
Kalau kamu ingin membawa oleh-oleh cokelat dari Bandung, ada beberapa toko yang populer. Misalnya, Toko Coklat di Jalan Cimanuk Nomor 5, Terve di Jalan Bengawan Nomor 23, atau Dapur Cokelat di Jalan Tikukur Nomor 1.
Dengan berbagai pilihan oleh-oleh khas Bandung yang tahan lama ini, kamu tidak perlu khawatir makanan atau camilan favoritmu akan cepat basi saat perjalanan pulang. Selamat berburu oleh-oleh Bandung!


