Tak Semua Aman, 5 Kelompok Orang Ini Dianjurkan Tak Minum Air Kelapa
Air kelapa muda dikenal sebagai minuman sehat alami. Tapi, tidak semua orang aman mengonsumsinya.
Di balik rasanya yang segar, air kelapa menyimpan potensi risiko. Utamanya, bagi kelompok orang dengan kondisi kesehatan khusus. Lantas, penyakit apa saja yang tidak boleh minum air kelapa?
Air kelapa dianggap sehat karena kandungan elektrolitnya yang tinggi, seperti kalium, kalsium, dan magnesium. Mengutip WebMD, elektrolit adalah mineral penting yang memberikan manfaat jika dilarutkan dalam air.
Elektrolit membantu tubuh mengatur reaksi kimia dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Selain itu, air kelapa juga dipercaya dapat membantu mengatasi asam lambung. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hal tersebut.
Penyakit apa saja yang tidak boleh minum air kelapa?
Meski menyehatkan, orang dengan masalah kesehatan tertentu perlu membatasi atau bahkan menghindari asupan air kelapa. Kandungan kalium, natrium, gula alami, serta sifatnya yang mendinginkan tubuh membuat air kelapa tidak cocok untuk semua orang.
Lantas, penyakit apa saja yang tidak boleh minum air kelapa? Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.
1. Penderita penyakit ginjal kronis
Air kelapa mengandung kalium cukup tinggi. Pada orang sehat, kalium bermanfaat untuk menjaga fungsi otot dan jantung. Namun, bagi penderita penyakit ginjal kronis, kelebihan kalium bisa berbahaya.
Ginjal yang bermasalah tidak mampu membuang kalium secara optimal. Akibatnya, kalium menumpuk dalam darah dan memicu hiperkalemia, yang bisa menyebabkan lemas, mual, hingga gangguan irama jantung.
Karena itu, penderita penyakit ginjal sebaiknya tidak mengonsumsi air kelapa tanpa rekomendasi dokter.
2. Penderita diabetes
Meski berasal dari alam, air kelapa tetap mengandung gula. Dalam satu gelas sekitar 200 mililiter (ml), air kelapa mengandung sekitar 6-7 gram (g) gula alami.
Pada penderita diabetes atau resistensi insulin, gula ini tetap bisa meningkatkan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi rutin atau dalam jumlah besar.
Risiko semakin tinggi bila mengonsumsi air kelapa kemasan yang sering kali mengandung tambahan gula.
3. Penderita hipertensi yang minum obat rutin
Air kelapa sering disebut baik untuk tekanan darah karena tinggi kalium. Namun, manfaat ini bisa berubah menjadi risiko pada penderita hipertensi yang sedang mengonsumsi obat tertentu.
Beberapa obat tekanan darah, seperti ACE inhibitor atau diuretik hemat kalium, dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh. Jika ditambah air kelapa, kadar kalium bisa melonjak terlalu tinggi.
Kondisi ini berisiko memicu gangguan jantung.
Lihat Juga : |
4. Ibu hamil, terutama trimester awal
Ibu hamil kerap disarankan mengonsumsi makanan dan minuman sehat, termasuk air kelapa. Namun, konsumsi air kelapa muda tidak dianjurkan berlebihan, terutama pada trimester pertama kehamilan.
Pada awal kehamilan, kondisi janin masih sangat sensitif. Beberapa sumber menyebutkan, konsumsi air kelapa berlebihan dapat memicu keluhan seperti kembung, mual, hingga gangguan pencernaan, yang bisa memperberat morning sickness.
Selain itu, sifat air kelapa yang mendinginkan tubuh dinilai kurang cocok bagi sebagian ibu hamil dengan kondisi tubuh tertentu.
5. Sedang batuk dan pilek
Air kelapa memiliki efek mendinginkan tubuh. Efek ini memang menyegarkan saat cuaca panas, tetapi bisa memperparah kondisi flu, batuk, atau pilek pada sebagian orang.
Sifat dinginnya dapat meningkatkan produksi lendir dan membuat hidung tersumbat atau tenggorokan tidak nyaman. Saat sedang sakit, minuman hangat umumnya lebih dianjurkan.
6. Orang dengan alergi kelapa
Meski jarang, alergi kelapa tetap bisa terjadi. Gejalanya mulai dari gatal, ruam kulit, pembengkakan, hingga reaksi berat seperti anafilaksis.
Bagi yang memiliki riwayat alergi makanan, konsumsi air kelapa perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.
Air kelapa muda memang menyehatkan bagi banyak orang. Namun, tidak semua tubuh meresponsnya dengan cara yang sama.
Jika memiliki kondisi kesehatan di atas, sebaiknya konsultasikan asupan air kelapa dengan dokter.
(nga/asr)