Serupa tapi Tak Sama, Kenali Bedanya Tepung Panir dan Tepung Roti
Masih banyak orang yang mengira bahwa tepung panir dan tepung roti adalah bahan yang sama dan dapat saling menggantikan.
Padahal, salah memilih kedua jenis tepung ini sering kali membuat gorengan menjadi terlalu berminyak, kurang renyah, atau justru tidak menempel sempurna. Simak beda tepung panir dan tepung roti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tepung panir dan tepung roti memang memiliki fungsi yang hampir sama, yaitu sebagai pelapis makanan sebelum digoreng agar menghasilkan tekstur renyah.
Keduanya sering dijumpai pada berbagai hidangan populer seperti risoles, kroket, ayam katsu, nugget, hingga seafood goreng. Karena sama-sama berasal dari roti dan digunakan untuk tujuan yang serupa, tidak sedikit orang yang menganggap keduanya identik.
Namun, jika diperhatikan lebih detail, terdapat perbedaan mendasar dari segi bahan baku, tekstur, proses pembuatan, hingga hasil akhir gorengan.
Oleh karena itu, pemilihan tepung yang tepat akan memengaruhi kerenyahan, warna, serta daya lekat lapisan tepung pada makanan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beda tepung panir dan tepung roti agar Anda tidak keliru saat membeli dan menggunakannya dalam berbagai olahan masakan.
Beda tepung panir dan tepung roti
Berikut perbedaan antara tepung panir dan tepung roti yang perlu Anda pahami.
1. Tekstur dan bentuk butiran
Perbedaan paling mudah dikenali terletak pada tekstur dan bentuk butirannya. Tepung panir memiliki tekstur yang lebih halus dan merata, menyerupai pasir kasar dengan ukuran partikel yang kecil.
Sebaliknya, tepung roti cenderung berbentuk serpihan yang lebih besar dan tidak beraturan. Tekstur kasar pada tepung roti inilah yang menghasilkan lapisan gorengan lebih berongga dan ekstra krispi dibandingkan tepung panir.
2. Bahan baku yang digunakan
Walaupun sama-sama berbahan dasar roti, bagian roti yang digunakan berbeda. Tepung roti dibuat dari bagian tengah roti tawar tanpa kulit yang dikeringkan lalu digiling menjadi butiran kasar berwarna putih.
Sementara itu, tepung panir umumnya dibuat dari pinggiran atau kulit roti yang telah dikeringkan dan dihaluskan sehingga menghasilkan warna cokelat kekuningan.
3. Proses pembuatan
Proses pembuatan turut memengaruhi karakteristik akhir kedua jenis tepung ini. Tepung panir mengalami proses penggilingan yang lebih halus sehingga menghasilkan tekstur yang lebih rapat dan padat.
Di sisi lain, tepung roti tidak digiling terlalu halus sehingga tetap mempertahankan bentuk remahan roti. Hasilnya, tepung roti menciptakan lapisan gorengan yang lebih ringan dan renyah saat digoreng.
4. Warna dan tampilan hasil gorengan
Dari segi visual, tepung panir memberikan warna keemasan yang cenderung lebih gelap pada makanan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan pinggiran roti sebagai bahan bakunya.
Tepung roti menghasilkan warna gorengan yang lebih terang dan bersih, terutama jika menggunakan roti putih tanpa kulit. Perbedaan warna ini cukup berpengaruh pada tampilan akhir hidangan.
5. Daya serap minyak
Tepung roti dikenal memiliki daya serap minyak yang lebih tinggi karena teksturnya yang kasar dan berongga. Hal ini membuat makanan menjadi sangat renyah, tetapi juga berpotensi lebih berminyak.
Sebaliknya, tepung panir cenderung menyerap minyak lebih sedikit sehingga hasil gorengan terasa lebih ringan dan tidak terlalu berminyak.
6. Tujuan dan jenis penggunaan
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari jenis hidangan yang cocok menggunakan masing-masing tepung. Tepung panir lebih ideal untuk makanan bertekstur lunak seperti kroket, risoles, pastel tutup, rolade, dan nugget karena partikel halusnya mudah menempel.
Tepung roti lebih sering digunakan untuk makanan bertekstur padat seperti ayam goreng, katsu, seafood, tempura, dan daging karena mampu menciptakan lapisan tebal dan krispi.
7. Perbandingan harga di pasaran
Dari segi harga, tepung panir umumnya lebih terjangkau dibandingkan tepung roti. Hal ini menjadikan tepung panir pilihan favorit bagi pelaku usaha kuliner skala besar yang membutuhkan bahan pelapis dalam jumlah banyak.
Meski demikian, pemilihan tetap perlu disesuaikan dengan jenis masakan dan hasil yang diinginkan.
Dengan memahami beda tepung panir dan tepung roti, Anda tidak hanya terhindar dari kesalahan saat memasak, tetapi juga dapat menghasilkan hidangan dengan kualitas yang lebih baik.
Jadi, sebelum mulai memasak, pastikan Anda memilih jenis tepung yang tepat sesuai dengan kebutuhan resep. Selamat mencoba dan semoga masakan Anda semakin sempurna!
(gas/fef)[Gambas:Video CNN]

