Waspada, Ini 5 Penyakit yang Mengintai Jika Kamu Kurang Gerak
Banyak masyarakat urban kini menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, baik ketika bekerja di depan laptop maupun bersantai menonton televisi atau bermain ponsel.
Padahal tanpa kamu sadari, kebiasaan itu membentuk pola hidup sedentari, yakni kondisi ketika tubuh minim aktivitas fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kamu sering duduk dalam waktu lama dan minim gerak, lama-lama akan memicu berbagai masalah kesehatan.
Ahli fisiologi klinis Erik Van Iterson menjelaskan kurangnya aktivitas fisik selama berjam-jam dan kebiasaan duduk terlalu lama dapat membahayakan kesehatan, sekalipun seseorang juga berolahraga.
"Sangat penting untuk aktif secara fisik secara konsisten dan mengurangi waktu duduk," ujarnya, dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Penelitian mengenai Perilaku Sedentari yang Diukur dengan Akselerometer dan Risiko Penyakit Kardiovaskular di Masa Depan melaporkan bahwa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam perilaku tidak aktif setiap hari akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan masalah kesehatan lainnya.
Risiko penyakit akibat kurang gerak
Gaya hidup sedentari dan tingkat aktivitas fisik yang rendah dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis. Berikut risiko yang dapat mengintai kesehatan.
1. Obesitas
Tubuh akan cenderung membakar lebih sedikit kalori ketika kurang gerak dan duduk terlalu lama. Ini karena tubuh tidak menghasilkan energi untuk otot yang tidak digunakan.
Apalagi jika seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar melalui aktivitas fisik dan olahraga. Lama-kelamaan ini akan menambah berat badan yang dapat menyebabkan penimbunan lemak hingga obesitas.
2. Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam arteri berada di atas normal. Kurangnya aktivitas fisik tentu akan membuat jantung dan pembuluh darah bekerja kurang efisien dan tak terkontrol.
Sebaliknya, seseorang yang menerapkan gaya hidup aktif dan berolahraga, kebiasaan ini membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mengurangi risiko hipertensi.
3. Penyakit jantung
Kebiasaan malas bergerak juga erat kaitannya dengan risiko penyakit jantung. Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung dan pembuluh darah bekerja kurang efisien sehingga aliran darah akan terganggu.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu penumpukan plak di arteri sehingga meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.
4. Diabetes tipe 2
Tubuh yang minim gerak juga rentan terserang penyakit diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau resistensi insulin. Imbasnya, kadar gula darah menjadi tinggi dan sulit terkontrol.
Orang dengan gaya hidup sedentari lebih rentan terhadap resistensi insulin sehingga memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang aktif secara fisik.
5. Meningkatkan risiko penyakit kanker
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan risiko terkena kanker tertentu, seperti kanker usus besar, kanker paru-paru, dan kanker rahim (endometrium).
Hal ini dikuatkan dalam penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam laman NCBI yang menyebut bahwa perilaku sedentari atau kebiasaan terlalu banyak duduk terbukti meningkatkan risiko jenis kanker tersebut.
Kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan memengaruhi keseimbangan hormon, sensitivitas insulin, serta memicu peradangan kronis dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kanker.
(fef)[Gambas:Video CNN]

