5 Tren Wisata 2026, Liburan Tak Lagi Melulu soal Senang-senang

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 07:45 WIB
Tren wisata 2026 tak lagi melulu soal senang-senang dengan berkunjung ke tempat populer. Lebih dari itu, pelancong kini lebih membutuhkan makna.
Ilustrasi. Solo traveling jadi salah satu tren wisata di tahun 2026. (iStock/Boyloso)

3. Pengalaman komunitas

Pemesanan untuk pengalaman budaya dan komunitas telah berlipat ganda dibandingkan dengan tahun 2025, menurut operator tur Timbuktu Travel.

Artinya, wisatawan ingin mencari pengalaman berlibur yang lebih autentik, alih-alih berdesakan di destinasi populer yang mainstream.

Menurut salah satu pendiri Timbuktu Travel, Johnny Prince, perjalanan mendalam yang mengeksplor budaya akan jadi salah satu tren paling berpengaruh ke depannya. Pasalnya, kini orang-orang tidak lagi puas melihat destinasi yang sudah mereka lihat ratusan kali secara online.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru-baru ini, kami telah memfasilitasi para pelancong untuk mempelajari teknik menenun yang dijaga oleh komunitas Andes selama lebih dari 5 ribu tahun dan tidur di Kalahari dengan keluarga yang telah mewariskan keterampilan bertahan hidup di generasi yang tak terhitung jumlahnya," ujar dia.

4. Perjalanan solo

Banyak juga pelancong yang sekarang pergi berlibur dan tidak menerima campur tangan siapa pun, hanya ada dia dan dirinya sendiri. Itulah mengapa, liburan solo sedang booming akhir-akhir ini. 

Perusahaan asuransi, True Traveller, telah melihat peningkatan yang stabil akan hal ini. Orang-orang di setiap kelompok usia menginginkan perlindungan untuk dirinya sendiri, tak terkecuali ketika liburan singkat sekali pun.

"Wisatawan semakin percaya diri melakukannya sendiri. Tujuan-tujuan yang sedikit berada di luar jalur yang dilalui tetapi infrastrukturnya bagus, seperti Bali, Thailand, dan Jepang, memimpin di antara para pelancong solo," kata direktur pelaksana True Traveller, Tim Riley. 

Kini, peminat pelayaran solo untuk menjelajahi sungai juga semakin naik, tak lagi fokus pada pelayaran kapal pesiar besar. Bahkan ada perusahaan perjalanan yang dikabarkan meluncurkan sebuah kapal khusus untuk pelancong solo pada tahun 2027.

"Permintaan untuk pelayaran sungai solo telah melonjak, dengan pelancong solo sekarang menyumbang hampir 13 persen dari semua pemesanan kami," kata Will Sarson, Direktur Produk Riviera Travel.

5. Mempertimbangkan dampak over-tourism

Menariknya, kini wisatawan mulai berpikir dua kali sebelum memutuskan berlibur ke tempat wisata yang dianggap berlebihan.

Penelitian Interpid mengungkapkan, pariwisata yang berlebihan telah mempengaruhi pilihan tujuan untuk hampir setengah warga Inggris atau sekitar 44 persen. Angka ini hampir dua kali lipat dari tahun 2022.

Mulai ada kesadaran di antara para pelancong, bahwa tempat yang mereka kunjungi bisa berdampak pada komunitas lokal. Sekarang orang-orang ingin menemukan tempat-tempat yang kurang terkenal dan jauh dari keramaian.

(ana/asr)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2