10 Tanda Tubuh Kamu Kekurangan Kolagen yang Perlu Diwaspadai

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Feb 2026 15:35 WIB
Kekurangan kolagen bisa memicu kulit kendur hingga nyeri sendi. Kenali tanda-tandanya sejak dini agar kesehatan tetap terjaga.
Ilustrasi. Kuliot keriput jadi salah satu tanda kamu kekurangan kolagen. (iStockphoto/Cecilie_Arcurs)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanda-tanda tubuh kekurangan kolagen kerap muncul secara perlahan dan sering dianggap sebagai hal wajar akibat proses penuaan. Padahal, penurunan kolagen dapat berdampak luas, mulai dari perubahan pada kulit hingga gangguan pada sendi dan otot.

Kolagen merupakan protein penting yang berperan besar dalam menjaga kekuatan dan struktur tubuh. Protein ini menyusun sekitar 30 persen dari total protein tubuh dan menjadi komponen utama kulit, otot, tulang, sendi, serta jaringan ikat.

Melansir Cleveland Clinic, protein tersusun atas asam amino yang kemudian membentuk fibril protein dalam struktur heliks rangkap tiga. Untuk memproduksi kolagen secara optimal, tubuh juga membutuhkan asupan vitamin C, seng, dan tembaga dalam jumlah yang cukup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh akan menurun dan memicu berbagai perubahan pada kesehatan maupun penampilan. Penurunan ini merupakan proses alami, tetapi gaya hidup tidak sehat, paparan sinar matahari berlebihan, serta pola makan yang kurang seimbang dapat mempercepat kondisi tersebut.

Tanda tubuh kekurangan kolagen

Mengutip Nulook, berikut sejumlah tanda yang dapat menjadi sinyal awal bahwa produksi kolagen dalam tubuh mulai berkurang:

1. Kulit mulai kendur

Salah satu tanda paling umum dari kekurangan kolagen adalah perubahan pada kulit. Kolagen berfungsi menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Saat produksinya menurun, kulit lebih mudah mengendur, muncul garis halus, keriput, dan tampak kusam.

Area pipi, leher, dan sekitar mata biasanya paling cepat menunjukkan perubahan ini.

2. Muncul garis halus dan kerutan dini

Kolagen membantu kulit kembali ke bentuk semula setelah meregang. Ketika jumlahnya berkurang, kemampuan tersebut menurun sehingga garis halus semakin terlihat dan lama-kelamaan berubah menjadi kerutan permanen.

3. Kulit terasa lebih kering

Kolagen juga berperan menjaga kelembapan kulit. Kekurangannya dapat membuat kulit terasa kering, kasar, dan kehilangan kilau alami karena kemampuan kulit menahan air berkurang.

4. Lingkaran hitam di bawah mata

Kulit di area bawah mata sangat tipis dan bergantung pada kolagen untuk menjaga ketebalannya. Saat kolagen menurun, pembuluh darah menjadi lebih terlihat sehingga memunculkan lingkaran hitam atau kesan mata cekung.

5. Pori-pori tampak lebih besar

Struktur kulit yang melemah akibat penurunan kolagen dapat membuat pori-pori tampak lebih besar. Kondisi ini juga meningkatkan risiko pori tersumbat dan munculnya masalah kulit seperti jerawat.

6. Rambut menipis dan kuku mudah rapuh

Kolagen berperan dalam menjaga kekuatan rambut dan kuku. Kekurangannya dapat menyebabkan rambut menipis, mudah rontok, serta kuku menjadi rapuh dan mudah patah.

7. Luka lebih lama sembuh

Kolagen berperan penting dalam proses regenerasi jaringan. Jika tubuh kekurangan kolagen, luka kecil, bekas jerawat, atau iritasi kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

8. Nyeri dan kaku pada sendi

Kolagen merupakan komponen utama tulang rawan yang melindungi sendi. Penurunan kolagen dapat menyebabkan sendi terasa kaku dan nyeri, serta meningkatkan risiko osteoartritis akibat ausnya tulang rawan.

9. Massa otot berkurang

Kolagen membantu mempertahankan struktur dan kekuatan otot. Kekurangannya dapat membuat otot melemah, mengecil, dan menurunkan mobilitas tubuh seiring waktu.

10. Kulit menjadi lebih tipis

Kulit yang kekurangan kolagen cenderung menjadi lebih tipis dan sensitif. Kondisi ini membuat kulit lebih mudah memar dan tampak transparan, terutama di area wajah dan tangan.

Penyebab kekurangan kolagen

Melansir Fortis Health Care, beberapa faktor yang dapat menyebabkan penipisan kolagen antara lain:

• Produksi kolagen alami mulai menurun sejak usia 20-an dan semakin berkurang seiring bertambahnya usia, terutama pada perempuan setelah menopause.

• Pola makan tidak sehat

• Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan

• Paparan sinar ultraviolet

• Stres kronis

• Konsumsi gula berlebih

Kekurangan kolagen merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun, tanda-tandanya dapat muncul lebih cepat akibat pengaruh gaya hidup dan lingkungan.

Dengan menerapkan pola makan seimbang, perawatan kulit yang tepat, serta gaya hidup sehat, tubuh tetap dapat menjaga kadar kolagen agar kulit, sendi, dan jaringan tubuh tetap kuat dan sehat lebih lama.

(nga/tis)


[Gambas:Video CNN]