Wisnus Pilar Utama Pariwisata RI, 2026 Ditargetkan 1,2 M Perjalanan
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan wisatawan nusantara (wisnus) merupakan pilar utama bagi stabilitas industri pariwisata nasional.
Pemerintah punya optimisme tinggi dengan memiliki target ambisius pergerakan pelancong domestik yang mencapai 1,2 miliar perjalanan akan segera terealisasi.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menekankan kekuatan sektor pariwisata Indonesia saat ini tidak hanya bertumpu pada kunjungan mancanegara, melainkan sangat bergantung pada gairah perjalanan warga lokal di dalam negeri.
"Saya perlu menggarisbawahi bahwa wisatawan nusantara adalah kekuatan utama pariwisata Indonesia. Kehadiran mereka memastikan setiap daerah tujuan wisata dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung, sesuai dengan preferensi unik para pelancong tersebut," ujar Widiyanti dalam keterangan resminya, Selasa (13/1).
Widiyanti memproyeksikan target nasional pergerakan wisnus sebesar 1,08 miliar perjalanan pada tahun 2025 tidak hanya tercapai, tetapi berpotensi besar untuk melampaui angka tersebut hingga menyentuh 1,2 miliar perjalanan.
Keyakinan ini didasarkan pada data tren perjalanan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu. Menurut Menpar, konsentrasi pergerakan wisatawan kini mulai terdistribusi secara lebih luas ke berbagai kota di Indonesia, tidak lagi hanya menumpuk di destinasi-destinasi populer tertentu.
"Kami melihat distribusi pergerakan wisatawan nusantara pada momen Nataru sudah jauh lebih merata ke berbagai wilayah. Dengan tren positif ini, insya Allah target 1,08 miliar perjalanan akan terlampaui, dan kami memproyeksikan angka ini mampu menembus 1,2 miliar perjalanan," papar Widiyanti.
Ia menjelaskan pemerataan distribusi ini merupakan indikator krusial bagi keberlanjutan sektor pariwisata. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di berbagai daerah, sehingga dampak positif pariwisata dapat dirasakan hingga ke pelosok, bukan sekadar di kota-kota besar.
Khusus untuk destinasi utama seperti Bali, Menpar memaparkan data kunjungan yang cukup dinamis sepanjang tahun 2025. Jumlah kunjungan wisnus ke Pulau Dewata tercatat mencapai 9,28 juta orang. Meskipun angka ini masih tergolong besar, terdapat penurunan sekitar 700 ribu kunjungan dibandingkan realisasi pada tahun 2024.
Di sisi lain, sektor wisatawan mancanegara (wisman) di Bali justru mencatatkan rapor hijau. Berdasarkan laporan dari Angkasa Pura Bali dan Pemerintah Provinsi Bali, jumlah wisman yang masuk melalui jalur udara hingga penghujung Desember 2025 diperkirakan melampaui 7,05 juta kunjungan. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6,3 juta kunjungan.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengungkapkan bahwa komposisi penumpang internasional mendominasi trafik di bandara tersebut hingga mencapai 63 persen sepanjang tahun 2025. Dominasi ini didorong oleh penguatan konektivitas udara internasional yang sangat masif.
"Selama tahun 2025, kami mencatat adanya pengaktifan 13 rute internasional baru. Menariknya, beberapa di antaranya adalah rute perdana yang belum pernah ada sebelumnya, seperti penerbangan dari Newcastle (Australia), Cheongju (Korea Selatan), Saigon (Vietnam), dan Sichuan (China)," jelas Nugroho Jati.
Data total penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang tahun 2025 mencatat angka fantastis sebanyak 24.125.161 orang. Dari jumlah tersebut, penumpang internasional menyumbang angka terbesar yakni 15.177.283 orang, sementara penumpang dari penerbangan domestik tercatat sebanyak 8.947.878 orang atau setara dengan 37 persen dari total trafik.
"Tingginya angka-angka ini membuktikan bahwa permintaan perjalanan ke Bali tetap sangat positif. Hal ini sekaligus mencerminkan posisi strategis bandara sebagai pintu gerbang utama pariwisata nasional dan penghubung penting dalam konektivitas global," pungkasnya.
(wiw)