Sepenggal Kisah Kota Berpenduduk Paling Sedikit di Dunia, Cuma 1 Orang

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 18:30 WIB
Kota Monowi, di Nebraska, Amerika Serikat. (Andrew Filer via Wikimedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kota kecil yang berada di jantung Nebraska, Amerika Serikat (AS), kini hanya memiliki satu orang penduduk. Penduduk itu adalah wanita yang sekarang juga menjabat sebagai walikota, pegawai, bendahara, bartender, hingga pustakawan di kota tersebut.

Melansir Mirror, ini adalah sepenggal kisah dari Kota Monowi, yang dulunya ramai tetapi kini menyisakan satu-satunya penduduk di sana, Elsie Eiler. Monowi mendapat gelar sebagai kota yang paling tidak berpenduduk di AS.

Tersembunyi di Nebraska utara, kota ini dijalankan seorang diri oleh Elsie yang kini berusia 90 tahun. Mau bagaimana lagi? Karena tak ada orang lain, akhirnya Elsie menjalankan banyak peran di kota itu, mulai dari walikota, pegawai, bendahara, bartender, sampai pustakawan.

Bukan dalam semalam kota ini sunyi senyap, Monowi pernah memiliki masa kejayaan yang indah. Dulunya, kota ini sangat ramai karena merupakan salah satu tujuan pemberhentian di Elkhorn Railroad.

Di masa emasnya, ada sekitar 150 penduduk yang menghuni Monowi. Meskipun tetap tak begitu banyak, tetapi kota ini berjalan seperti kota pada umumnya. Memiliki toko-toko yang memutar perekonomian, sampai penjara yang membuktikan hukum di wilayah itu masih ditegakkan.

Namun, Monowi mulai berubah ketika memasuki Perang Dunia II. Kondisi pertanian di Monowi terpuruk, ekonomi pedesaan juga memburuk. Perlahan komunitas Amerika di sana mulai menghilang, ini yang semakin mendorong Monowi menuju kesendirian.

Kondisinya tak kunjung membaik, lama-kelamaan fasilitas lokal mulai tutup. Tak lagi terlihat toko kelontong yang buka, tidak ada surat yang diantar dari kantor pos, bahkan sekolah tak lagi memiliki murid.

Pada 1980, populasi penduduk Monowi sisa 18 orang saja. Ini masih lebih baik, karena 20 tahun kemudian hanya tersisa dua orang bertahan. Tinggalah sepasang suami istri yang menjadi penghuni terakhir Monowi, Elsie dan suaminya Rudy.

Mereka menjalani hidup dengan menjalankan sebuah kedai. Meskipun hanya sisa berdua, tetapi mereka saling menguatkan satu sama lain, sampai akhirnya mimpi terburuk Elsie terjadi. Satu-satunya teman bicara Elsie di kota itu pergi meninggalkannya. Sang suami, Rudy, meninggal dunia pada tahun 2004.

Tersisa Elsie seorang diri di Monowi. Sekarang, Guinness World Records menobatkan Monowi sebagai kota dengan penduduk paling sedikit di dunia, yaitu satu orang.

Elsie tak menyerah begitu saja pada keadaan, meskipun hanya seorang diri, tetapi wanita itu menjalankan kota ini sebagaimana mestinya. Pada tahun 2020 yaitu saat Elsie berusia 84 tahun, ia memasang pemberitahuan di kedai minuman yang menyerukan pemilihan wali kota. Walaupun ia tahu, ujung-ujungnya hanya ada satu suara darinya yang memilih diri sendiri.

Beberapa tempat di Monowi juga masih beroperasi, dijalankan oleh Elsie sendiri. Termasuk Monowi Tavern dan Perpustakaan Memorial Rudy Eiler. Semua peran dalam kota, dijalani sendiri olehnya.

Kota kosong ini justru membuat wisatawan penasaran, untuk melihat bagaimana sebuah kota dijalankan oleh wanita lansia seorang diri. Salah satunya, seorang pelancong bernama Seph Lawless yang mampir mengunjungi Elsie dan membagikan ceritanya di Instagram.

"Dia tinggal sendirian di sebuah kota yang pernah berkembang. Bertemu Elsie mengingatkan saya bahwa terkadang, jiwa terkuat tinggal di tempat-tempat paling tenang. Ini adalah kisah detak jantung terakhir kota terkecil di Amerika. Satu wanita. Satu kota. Seribu cerita," kata Seph.

Sama seperti Seph yang penasaran, Monowi cukup menjadi magnet bagi wisatawan. Orang-orang masih datang ke kedai Elsie dan menjadi pelanggan setia, bahkan ada keluarga besar yang datang dari generasi ke generasi.

"Ada pelanggan generasi keempat dan kelima yang datang. Cukup baik ketika orang-orang yang Anda ingat sebagai bayi, sekarang membawa bayi mereka untuk ditunjukkan kepada saya," ujar Elsie.

Ketika Seph bertanya, apakah sekarang Elsie benar-benar menjadi walikota Monowi, ia kemudian bingung menjawabnya. Namun akhirnya, Elsie mengatakan tak ada orang lain lagi selain dirinya, sehingga ia memainkan banyak peran di kota ini. Elsie juga mengaku membuat anggaran kota sendiri, meskipun jumlahnya tidak banyak.

Elsie bertekad untuk tetap tinggal di Monowi meskipun harus sendiri. Ketika suatu hari Monowi tak lagi dihuni oleh siapapun, kota ini hanya menjadi sebuah tempat kecil di pinggir jalan, dengan ribuan kenangan yang hilang bersamaan dengan hilangnya semua penduduk.

(ana/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK